AK-47, favorit bandit hingga pemberontak
Merdeka.com - Sebagai senapan serbu dengan predikat terlaris sejagat, AK-47 menjadi ikon tersendiri dalam dunia kemiliteran. Tidak hanya itu, citra senapan produksi IzhMash itu pun lekat dengan dunia pemberontakan, seperti dikutip dari situs www.wikipedia.org, Kamis (5/7).
Di seluruh dunia, AK-47 dan semua variannya menjadi senapan paling banyak diselundupkan kemudian dijual ilegal kepada pemerintah sebuah negara, pemberontak, penjahat, atau warga sipil. Di beberapa negara, harga Kalash (julukan tentara Rusia buat senapan itu) sangat murah. Di beberapa negara sedang berkonflik di Benua Hitam, yakni Somalia, Rwanda, Mozambik, Kongo, dan Tanzania AK hanya ditebus seharga USD 30 sampai 125. Bahkan di Kenya senapan itu ditebus seharga 15 buah sapi.
Sesuai hukum pasar, barang laris membuat pemalsuan marak. Begitu pula halnya dengan AK-47. Selain produksi resmi pabrik senjata IzhMash, Kalash ternyata cukup mudah dipalsukan lantaran desain sederhana. Tetapi bicara kualitas pastilah kalah jauh.
Memang AK-47 tidak hanya diproduksi di Rusia. IzhMash memberi lisensi beberapa perusahaan buat memproduksi dan merakit senapan itu, tapi kebanyakan berada di wilayah Eropa Timur bekas kesatuan Uni Soviet. Sang pembuat, Mikhail Kalashnikov, pun kecewa berat atas pemalsuan yang dilakukan atas senapan buatannya itu.
Sejak diproduksi dalam jumlah besar oleh Rusia, AK-47 seakan menjadi simbol perlawanan para pemberontak saat berhadapan dengan para tiran. Para pembangkang berideologi kiri macam kelompok Sandinista dari Nikaragua atau pejuang berbasis agama seperti Taliban di Afghanistan, Al-Qaidah, Hizbullah, Hamas menggunakan senapan itu. Bahkan Hizbullah menyematkan gambar AK-47 dalam panji-panji mereka.
Selama era Perang Dingin, Uni Soviet dan Amerika Serikat berlomba-lomba menyokong sekutu mereka di berbagai belahan dunia. Salah satu caranya dengan saling memasok persenjataan mutakhir kepada negara kawan.
Selain itu, industri film Barat diwakili Hollywood turut andil dalam mencitrakan AK-47 adalah lawan Amerika. Setiap film dengan melibatkan adegan baku tembak, AK-47 digambarkan sebagai andalan para penjahat, anggota geng, dan teroris.
Menurut Larry Kahaner, penulis buku AK-47: Senjata yang mengubah wajah perang, Kalash secara mudah dapat diterjemahkan sebagai simbol anti-Barat. "Satu orang teroris adalah pejuang kebebasan, jadi jika mereka menenteng AK-47 pasti berpikir ada sedikit jiwa Che Guevara (pemberontak) dalam diri kami," tulis Larry. Selain itu dia menganggap AK-47 simbol perlawanan atas budaya kapitalisme.
Namun, bagi sayap militer kaum pemberontak, Kalash adalah teman setia mereka saat berjuang meraih kebebasan melawan imperialisme, feodalisme, kediktatoran, rezim, atau berbagai jenis penindasan lainnya meski nyawa taruhannya. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya