Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
13 Mumi Tikus Ditemukan di Puncak Gunung 6.100 Meter, Ilmuwan Menduga Hewan Itu Mendaki Sendiri Ratusan Tahun Lalu
13 Mumi Tikus Ditemukan di Puncak Gunung 6.100 Meter, Ilmuwan Menduga Hewan Itu Mendaki Sendiri Ratusan Tahun Lalu 

13 Mumi Tikus Ditemukan di Puncak Gunung 6.100 Meter, Ilmuwan Menduga Hewan Itu Mendaki Sendiri Ratusan Tahun Lalu 

Baru-baru ini, ilmuwan dikejutkan dengan penemuan 13 sisa-sisa mumi tikus di lokasi yang sangat tidak terduga. Mereka menemukan mumi tikus itu di puncak tiga gunung berapi Andes setinggi 6.100 meter.

Sumber: Daily Mail

13 Mumi Tikus Ditemukan di Puncak Gunung 6.100 Meter, Ilmuwan Menduga Hewan Itu Mendaki Sendiri Ratusan Tahun Lalu

Dengan suhu yang tidak pernah melebihi titik beku dan kadar oksigen yang tersedia kira-kira hanya setengah dari kadar oksigen pada permukaan laut, puncak-puncak ini bukanlah tempat yang cocok bagi makhluk yang hatinya lemah seperti tikus.

Foto: Jay Storz

Awalnya, ilmuwan meyakini tikus-tikus tersebut naik ke puncak gunung dengan para peziarah Inca.

Tetapi penelitian baru yang dipimpinpara ahli dari Universitas Nebraska mengklaim tikus-tikus ini tiba di puncak atas kemauan mereka sendiri. Tetapi mereka tidak tahu apa alasannya.

Sebelumnya, beberapa mayat tikus pertama kali ditemukan para arkeolog pada tahun 1970-an dan 1980-an, yang awalnya mengatakan tikus-tikus ini dibawa oleh para peziarah Inca untuk dijadikan tumbal ritual pengorbanan.

"Kita tidak bisa menyalahkan para arkeolog karena berpikir seperti ini, karena apa penjelasan lain yang ada?" kata Jay Storz, penulis utama studi ini.

"Tidak ada yang bisa hidup di sana, jadi mereka pasti dibawa ke sana," tambahnya.

Namun, teori ini dipertanyakan pada tahun 2020, ketika pendaki gunung, Mario Perez Mamani, menemukan seekor tikus telinga daun hidup di puncak gunung Llullaillaco, puncak gunung setinggi 6.700 meter yang membentang di perbatasan Chili-Argentina.

Foto: Mario Perez Mamani

13 Mumi Tikus Ditemukan di Puncak Gunung 6.100 Meter, Ilmuwan Menduga Hewan Itu Mendaki Sendiri Ratusan Tahun Lalu

Dalam studi terbaru ini, para peneliti memutuskan untuk mendaki tiga gunung berapi, yaitu Salín, Púlar, dan Copiapó, dimana mereka akhirnya menemukan total 13 mumi tikus.

"Ini pada dasarnya mumi tikus yang kering dan beku," kata Dr. Storz.

Foto: Marcial Quiroga-Carmona

13 Mumi Tikus Ditemukan di Puncak Gunung 6.100 Meter, Ilmuwan Menduga Hewan Itu Mendaki Sendiri Ratusan Tahun Lalu

Setelah menemukan mumi tikus tersebut, para peneliti membawanya kembali ke laboratorium untuk dianalisis. Dengan mengukur konsentrasi karbon-14 (sebuah atom yang terurai pada tingkat yang diketahui), tim bisa menentukan seberapa lama tikus-tikus itu sudah mati.

Delapan dari tikus-tikus di Salin dan satu dari Copiapo mati tidak lebih dari beberapa dekade yang lalu, sementara empat mumi di Pular dinyatakan mati 350 tahun yang lalu, menurut para peneliti.

"Sepertinya semakin jelas bahwa tikus-tikus itu mencapai puncak dengan kemauan mereka sendiri," kata Dr. Storz.

Sementara itu, hasil analisis DNA tikus-tikus tersebut mengkonfirmasi bahwa mereka tidak berbeda dari tikus telinga daun yang ditemukan pada ketinggian yang lebih rendah. 

"Data genom kami menunjukkan tidak ada perbedaan. Tikus-tikus dari puncak gunung, dan tikus-tikus dari lereng atau dasar gunung berapi di padang gurun sekitarnya, semuanya adalah keluarga besar yang bahagia," tegas Dr. Storz.


Dilansir laman Macon Telegraph, para peneliti mengatakan temuan ini menunjukkan tikus telinga daun tidak hanya mendaki ke puncak gunung tersebut, melainkan mereka memang tinggal di sana. Bagaimana tikus-tikus ini mampu bertahan hidup dalam iklim yang tidak ramah seperti itu adalah pertanyaan yang perlu diteliti lebih lanjut.

Di tanah, hewan-hewan ini memiliki beberapa pemangsa, termasuk rubah, singa gunung, kucing-kucing kecil, dan burung pemangsa.

"Tentu saja, jika Anda berada di puncak gunung berapi setinggi 6.000 meter, Anda setidaknya aman dari hal tersebut," kata Dr. Storz.

13 Mumi Tikus Ditemukan di Puncak Gunung 6.100 Meter, Ilmuwan Menduga Hewan Itu Mendaki Sendiri Ratusan Tahun Lalu

Para peneliti belum yakin alasan mengapa tikus-tikus itu mendaki gunung-gunung tersebut.

"Anda hanya punya hal lain untuk dikhawatirkan. Tetapi mengapa mereka mendaki ke ketinggian ekstrim ini masih merupakan misteri."

Foto: Marcial Quiroga-Carmona

Meskipun terdengar seperti loncatan, para peneliti berharap temuan ini dapat berguna untuk misi-misi di masa depan ke Mars.

"Meskipun di dasar gunung berapi, tikus-tikus hidup dalam lingkungan Mars yang ekstrim," tambah Dr. Storz.

"Dan kemudian, di puncak gunung berapi, lebih ekstrim lagi. Ini terasa seperti luar angkasa."

"Benar-benar mengejutkan bahwa jenis hewan apapun, apalagi mamalia berdarah panas, bisa bertahan dan berfungsi dalam lingkungan tersebut," kata Dr. Storz dalam siaran pers.

Kota Kuno Bawah Tanah Terluas Ditemukan di Turki, Ada Istana Sampai Bengkel
Kota Kuno Bawah Tanah Terluas Ditemukan di Turki, Ada Istana Sampai Bengkel

Luas kota kuno bawah tanah ini empat kali lipat lebih besar dari dugaan sebelumnya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Ini Desa Paling Aman di Dunia, Semua Rumah Tanpa Pintu dan Kunci, Di Sini Lokasinya
Ini Desa Paling Aman di Dunia, Semua Rumah Tanpa Pintu dan Kunci, Di Sini Lokasinya

Kendati semua rumah di desa ini tanpa pintu dan kunci, namun angka kejahatan nol.

Baca Selengkapnya icon-hand
Peneliti Dibikin Bingung, Mayat Pria Ini Tiba-Tiba Berubah Jadi Mumi Hanya dalam 16 Hari
Peneliti Dibikin Bingung, Mayat Pria Ini Tiba-Tiba Berubah Jadi Mumi Hanya dalam 16 Hari

Mumifikasi alami adalah proses yang memerlukan waktu dan biasanya memakan waktu beberapa minggu hingga 6-12 bulan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Kota Yunani Kuno Ini Tak Punya Tembok, Hanya Dibentengi Kekuatan dan Ketangguhan Prajuritnya
Kota Yunani Kuno Ini Tak Punya Tembok, Hanya Dibentengi Kekuatan dan Ketangguhan Prajuritnya

Apakah Anda pernah membayangkan hidup tanpa tembok sebagai perlindungan?

Baca Selengkapnya icon-hand
Ilmuwan Temukan Lumba-Lumba Langka, Ada Jempolnya Seperti Manusia
Ilmuwan Temukan Lumba-Lumba Langka, Ada Jempolnya Seperti Manusia

Ini pertama kali ditemukan dalam 30 tahun ketika peneliti melakukan survei di laut terbuka.

Baca Selengkapnya icon-hand
"Dunia Saya Telah Berakhir. Semuanya Lenyap Ditelan Gempa"

Gempa dahsyat 6,8 magnitudo mengguncang Maroko pada Jumat, menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Baca Selengkapnya icon-hand
Gempa Maroko Tewaskan Separuh Penduduk Desa, Sisanya Hilang
Gempa Maroko Tewaskan Separuh Penduduk Desa, Sisanya Hilang

Penduduk Tafeghaghte, Maroko, menyampaikan keluh kesah mereka tentang kehancuran akibat gempa dahsyat Jumat lalu.

Baca Selengkapnya icon-hand
Ilmuwan Sudah Tahu Kapan Bumi Akan Kehabisan Oksigen, Catat Tanggalnya
Ilmuwan Sudah Tahu Kapan Bumi Akan Kehabisan Oksigen, Catat Tanggalnya

Ilmuwan Sudah Tahu Kapan Bumi Akan Kehabisan Oksigen, Catat Tanggalnya

Baca Selengkapnya icon-hand
Hilang 60 Tahun Lalu, Hewan Langka Ini Muncul Kembali di Hutan Papua
Hilang 60 Tahun Lalu, Hewan Langka Ini Muncul Kembali di Hutan Papua

Hewan langka dan unik ini terakhir kali terlihat 60 tahun lalu.

Baca Selengkapnya icon-hand