5 Tanda Puasa yang Sia-Sia menurut Buya Yahya

Buya Yahya, menjelaskan tanda-tanda orang yang berpuasa tetapi sia-sia, bahkan menyebut ibadah puasa mereka tidak bermanfaat.

Muhamad Husni Tamami
Oleh Muhamad Husni Tamami - Reporter
5 Tanda Puasa yang Sia-Sia menurut Buya Yahya
Buya Yahya (TikTok) (© 2025 Liputan6.com)

Puasa adalah salah satu ibadah yang telah ditetapkan bagi umat Islam. Terdapat dua kategori hukum puasa, yaitu yang bersifat wajib dan sunnah. Salah satu contoh puasa yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi kriteria adalah puasa Ramadhan.

Kriteria yang harus dipenuhi untuk melaksanakan puasa ini meliputi beragama Islam, sudah baligh, memiliki akal yang sehat, dalam kondisi sehat, tidak sedang dalam perjalanan jauh, serta suci dari haid dan nifas. Alasan di balik kewajiban puasa Ramadhan dapat ditemukan dalam surah Al-Baqarah ayat 183. Dalam ayat tersebut, Allah SWT berfirman, yang artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." [Q.S. Al-Baqarah: 183]

Selama menjalankan puasa, seorang Muslim diharuskan untuk menahan diri dari makan dan minum, serta segala hal yang dapat membatalkan puasa. Proses menahan diri ini berlangsung dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari atau saat waktu maghrib tiba.

Secara umum, orang yang berpuasa berhak mendapatkan pahala, yang merupakan imbalan dari Allah SWT atas setiap amal yang dilakukan, baik yang bersifat wajib maupun sunnah. Namun, Pengasuh LPD Al Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif, yang lebih dikenal dengan sebutan Buya Yahya, menjelaskan tentang ciri-ciri orang yang menjalankan puasa namun sia-sia.

Bahkan, Buya Yahya menegaskan bahwa puasa yang mereka lakukan tidak memberikan manfaat. "Bisa dikatakan tidak berguna (puasanya)," kata Buya Yahya, seperti yang dikutip dari tayangan YouTube Buya Yahya. Dengan demikian, penting untuk mengetahui siapa saja yang termasuk dalam kategori puasanya sia-sia. Mari kita simak penjelasan lebih lanjut dari Buya Yahya, dilansir Merdeka.com Rabu,(5/3/2025).

Kelompok Orang yang Puasa Tanpa Makna Menurut Buya Yahya

Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2025 dan Niatnya, Ada Puasa Apa Saja?
Ilustrasi Islami, keluarga muslim, silaturahmi, buka puasa. (Image by rawpixel.com on Freepik) © 2025 Liputan6.com

1. Berpuasa Namun Masih Berbohong

Dalam pembahasan kitab Romadhoniat, Buya Yahya menjelaskan bahwa kelompok pertama terdiri dari orang-orang yang menjalankan ibadah puasa tetapi tetap terjebak dalam kebohongan. Mereka berperan sebagai saksi-saksi palsu dan tidak mau menjauh dari aktivitas yang penuh dengan dusta.

2. Berpuasa Namun Masih Ghibah

Kelompok kedua adalah individu yang meskipun berpuasa, tetap melakukan ghibah atau menggunjing orang lain. Tindakan ini menunjukkan bahwa mereka tidak sepenuhnya menghargai makna puasa yang seharusnya membawa mereka kepada kebaikan.

3. Berpuasa Namun Masih Mengadu Domba

Kelompok ketiga adalah orang-orang yang senantiasa mengadu domba. Contohnya adalah mereka yang membagikan informasi di media sosial yang dapat memicu permusuhan di antara sesama. "Share sesuatu menjadikan orang bermusuhan. Hari ini ribut orang. Bahasannya (kadang-kadang) urusan agama. Dinaikkan, diangkat, ramai hebat debat ustadz dengan ustadz. Seram. Masya Allah. Semuanya pengikut lihat komentar-komentarnya menghabiskan pahala puasa, caci maki semuanya," ujar Buya Yahya.

Tata Cara dan Niat Puasa Tarwiyah Rabu 4 Juni 2025, Jangan sampai Terlewat Keutamaannya
jawaban ucapan selamat berbuka puasa Ilustrasi dibuat AI © 2025 Liputan6.com

4. Berpuasa tetapi Tidak Menjaga Pandangan


Golongan yang keempat adalah mereka yang menjalankan ibadah puasa, namun tidak mampu menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Menjaga pandangan ini penting bukan hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya.

"Di alam nyata barangkali masih ada malu untuk kita menatap auratnya dia karena di alam nyata dan dia pun masih manusia yang punya risih mungkin kalau kita lihat, tapi di alam maya siapa yang melarang? Siapa yang malu? Kepada siapa lagi kalau bukan karena Allah?" ungkap Buya Yahya. Ia menekankan bahwa aurat dari lawan jenis lebih mudah diakses di dunia maya dibandingkan di dunia nyata. Buya Yahya menjelaskan lebih lanjut mengenai fenomena ini.

"Ternyata di alam maya lebih dahsyat lagi urusan aurat. Di alam nyata mungkin ada perempuan yang tersingkap auratnya lalu kita ingin melihatnya terhenti di saat dia sudah mulai sadar kita lihat. Tapi di alam maya kalau tidak sadar tidak akan berhenti, dan ini kadang terjadi di bulan Ramadhan," jelasnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga pandangan, terutama selama bulan suci Ramadhan, agar puasa kita tidak terganggu oleh hal-hal yang tidak seharusnya.

5. Berpuasa Namun Tidak Mampu Menahan Syahwat

Kelompok kelima terdiri dari individu yang menjalankan puasa, tetapi tidak dapat menahan syahwatnya. Syahwat yang dimaksud mencakup keinginan untuk makan, hasrat suami-istri, serta pandangan yang tidak baik, termasuk menonton video-video yang tidak pantas.

"Karena dia tidak paham makna ini, maka di Ramadhan pun ternyata dia masih asyik dengan tontonan-tontonan yang tidak pantas," ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mereka berpuasa, tindakan mereka tidak mencerminkan esensi dari ibadah tersebut.Buya Yahya menjelaskan bahwa orang-orang dalam kategori ini hanya mengubah waktu makan mereka, dari siang menjadi malam.

Ibadah yang mereka lakukan menjadi tidak berarti, karena mereka masih terlibat dalam perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran puasa. Dapat disimpulkan dari penjelasan Buya Yahya bahwa individu yang menjalankan puasa tetapi tidak menjaga perilakunya, seperti tetap berbohong, melakukan ghibah, mengadu domba, serta tidak menahan syahwat, sebenarnya puasa mereka menjadi sia-sia. Wallahu a'lam.

Rekomendasi