Beda Rukun dan Syarat Sah Puasa, Ketahui Penjelasannya

Pahami perbedaan rukun dan syarat sah puasa Ramadan agar ibadah Anda diterima oleh Allah SWT. Ketahui juga panduan lengkap doa niat sahur dan buka puasa!

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Beda Rukun dan Syarat Sah Puasa, Ketahui Penjelasannya
Ilustrasi Berbuka Puasa Credit: pexels.com/pixabay (© 2025 Liputan6.com)

Puasa pada bulan Ramadan adalah salah satu rukun Islam yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim. Meskipun demikian, masih banyak orang yang tidak memahami perbedaan antara syarat sah dan rukun puasa, meskipun keduanya memiliki peran yang berbeda dalam menentukan keabsahan ibadah ini.

Hal yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa baik syarat sah maupun rukun puasa berfungsi sebagai landasan utama agar pelaksanaan puasa dapat diterima oleh Allah. Syarat sah puasa mencakup ketentuan yang harus dipenuhi sebelum memulai puasa dengan benar, sementara rukun puasa meliputi hal-hal yang harus dilakukan selama masa puasa berlangsung. Jika salah satu dari syarat atau rukun ini tidak dipenuhi, maka puasa yang dilakukan bisa batal atau tidak diterima.

Untuk memastikan bahwa puasa di bulan Ramadan 2025 dapat dilaksanakan dengan baik dan tidak sia-sia, penting bagi kita untuk memahami perbedaan antara syarat sah dan rukun puasa. Mari kita pelajari lebih lanjut bagaimana kedua aspek ini memengaruhi kesempurnaan ibadah puasa, seperti yang dirangkum oleh Merdeka.com, Rabu (26/2).

Apa Itu Syarat Sah Puasa?

Syarat sah puasa merupakan ketentuan yang harus dipenuhi agar ibadah puasa seseorang dapat diterima sesuai dengan syariat Islam. Apabila syarat-syarat ini tidak dipenuhi, maka puasa yang dijalankan tidak akan dianggap sah, meskipun individu tersebut telah berusaha menahan lapar dan haus sepanjang hari.

Berikut adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi agar puasa dianggap sah:

  1. Beragama Islam

Puasa diwajibkan hanya bagi mereka yang beragama Islam, sedangkan bagi non-Muslim, kewajiban ini tidak berlaku.

  1. Baligh atau Dewasa

Anak-anak yang belum mencapai usia baligh tidak diwajibkan untuk berpuasa, tetapi mereka dianjurkan untuk mulai belajar berpuasa secara bertahap.

  1. Berakal Sehat

Orang yang mengalami gangguan mental atau tidak memiliki kesadaran penuh tidak diwajibkan untuk melaksanakan puasa.

  1. Tidak dalam Keadaan Haid atau Nifas

Wanita yang sedang mengalami haid atau nifas tidak diperbolehkan untuk berpuasa, namun mereka diwajibkan untuk menggantinya di hari lain setelah bulan Ramadhan.

  1. Mengetahui Waktu Puasa

Puasanya harus dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Kesalahan dalam menghitung waktu sahur atau berbuka dapat membatalkan puasa yang dijalankan. Jika semua syarat ini dipenuhi, seseorang akan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan diterima secara syariat.

Dikutip dari Nu Online, beragama Islam adalah syarat utama untuk melaksanakan puasa, seperti yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dan Imam Muslim:

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ

"Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab r.a, berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya haji di Baitullah (Ka'bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan." (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 7 dan Muslim: 19)

Apa Itu Rukun Puasa?

Ketika membahas syarat sah puasa, kita berbicara tentang kelayakan seseorang untuk melaksanakan ibadah puasa. Sementara itu, rukun puasa merupakan elemen penting yang harus dipenuhi agar puasa tersebut dapat diterima. Berikut adalah rukun puasa yang wajib dilaksanakan:

  1. Niat Sebelum Fajar

Puasa harus dimulai dengan niat yang dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Niat ini cukup dilakukan dalam hati tanpa perlu diucapkan secara lisan, namun harus ada kejelasan bahwa seseorang berpuasa semata-mata karena Allah SWT.

  1. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Selama periode puasa, setiap individu diwajibkan untuk menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang dapat membatalkan puasa, termasuk hubungan suami istri serta muntah dengan sengaja.

  1. Menjalankan Puasa dengan Kesadaran Ibadah

Puasa bukan sekadar menahan rasa lapar dan haus; lebih dari itu, seseorang juga harus mampu mengendalikan emosi, menghindari kebohongan, serta menjauhi perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa. Jika salah satu dari rukun ini tidak dilaksanakan, maka puasa yang dijalani dianggap tidak sah dan harus diganti di hari lain.

Perbedaan Antara Syarat Sah dan Rukun Puasa

Untuk lebih memahami perbedaan antara syarat sah dan rukun puasa, berikut adalah beberapa poin yang menjelaskan perbedaannya.

  1. Syarat sah puasa berkaitan dengan individu yang melaksanakan ibadah, yaitu apakah orang tersebut memenuhi kriteria dan mampu menjalankan puasa sesuai dengan syariat.
  2. Di sisi lain, rukun puasa berhubungan dengan bagaimana ibadah puasa tersebut dilaksanakan, seperti niat yang harus diucapkan sebelum fajar dan menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa.
  3. Apabila syarat sah tidak dipenuhi, seseorang tidak diwajibkan untuk berpuasa, contohnya adalah anak-anak yang belum mencapai usia baligh atau orang yang sedang sakit dan tidak mampu berpuasa.
  4. Di sisi lain, jika rukun puasa tidak dilaksanakan, puasa tersebut dianggap tidak sah, seperti ketika seseorang lupa untuk berniat sebelum fajar atau dengan sengaja makan dan minum di siang hari.

Syarat sah merupakan ketentuan yang harus dipenuhi sebelum pelaksanaan puasa, sedangkan rukun adalah aspek-aspek yang harus dijalankan selama puasa berlangsung. Dengan mengetahui perbedaan ini, setiap Muslim dapat memastikan bahwa puasa yang mereka jalankan benar-benar sah dan diterima oleh Allah SWT.

Hal yang Membatalkan Puasa Jika Syarat atau Rukun Tidak Dipenuhi

Jika seseorang tidak memenuhi syarat sah atau rukun puasa, maka puasanya bisa batal atau tidak diterima. Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan puasa tidak sah:

  1. Tidak Berniat Sebelum Fajar

Jika seseorang lupa berniat sebelum fajar, puasanya dianggap tidak sah dan harus diulang di hari lain.

  1. Makan atau Minum dengan Sengaja

Jika seseorang makan atau minum dengan sengaja di siang hari, puasanya batal dan harus diganti di hari lain.

  1. Berhubungan Suami Istri di Siang Hari

Tidak hanya membatalkan puasa, tetapi juga mewajibkan seseorang untuk membayar kafarat (denda), yaitu berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin.

  1. Haid atau Nifas

Wanita yang mengalami haid atau nifas saat sedang berpuasa harus membatalkan puasanya dan menggantinya di hari lain setelah Ramadhan.

  1. Muntah dengan Sengaja

Jika seseorang muntah dengan sengaja, maka puasanya batal dan harus diganti di hari lain.

Dengan memahami hal-hal yang membatalkan puasa, setiap Muslim dapat lebih berhati-hati dalam menjalankan ibadahnya agar tetap sah dan diterima oleh Allah SWT.

People Also Ask

1. Apakah seseorang yang lupa berniat puasa tetap sah puasanya?

Tidak, niat harus dilakukan sebelum fajar agar puasa sah.

2. Apakah anak kecil boleh berpuasa meskipun belum baligh?

Boleh, tetapi tidak diwajibkan. Mereka dianjurkan untuk belajar berpuasa secara bertahap.

3. Apa yang terjadi jika seseorang lupa dan makan saat puasa?

Jika lupa, puasanya tetap sah. Namun, jika sengaja, maka puasanya batal dan harus diganti di lain hari.

4. Apakah orang sakit tetap wajib berpuasa?

Tidak, mereka diperbolehkan tidak berpuasa dan bisa menggantinya di hari lain atau membayar fidyah jika tidak mampu berpuasa lagi.

Rekomendasi