Maksimalkan Akhir Rajab, 5 Amalan yang Membuka Pintu Berkah untuk Ramadhan

Dengan meningkatkan amal ibadah di akhir bulan Rajab, kita berharap dapat menyambut bulan Ramadan dengan hati yang bersih dan kesiapan jiwa.

Putry Damayanty
Oleh Putry Damayanty - Reporter
Maksimalkan Akhir Rajab, 5 Amalan yang Membuka Pintu Berkah untuk Ramadhan
Ilustrasi Zikir (istockphoto) (© 2025 Liputan6.com)

Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan yang sangat dihormati dalam agama Islam. Di bulan Rajab ini, umat Muslim disarankan untuk meningkatkan amal ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan ini, di antaranya adalah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Selain itu, bulan Rajab juga menjadi waktu persiapan menuju bulan-bulan suci lainnya, seperti bulan Ramadhan. Salah satu waktu yang sangat berharga untuk diperhatikan adalah ketika akhir Rajab tiba.

Pada saat ini, kita diajak untuk merenungkan makna dari semua amal dan tindakan yang telah kita lakukan selama bulan Rajab. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memanfaatkan waktu yang ada di akhir bulan yang penuh berkah ini dengan memperbanyak amal ibadah.

Dikutip Merdeka.com dari laman NU Online Lampung, berikut adalah beberapa amalan-amalan pilihan yang dapat dilakukan pada akhir bulan Rajab.

Bulan Rajab merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan, sehingga sangat dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah. Amalan dzikir dapat dilakukan dengan mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil, atau kalimat lain yang mengingatkan kita akan kebesaran Allah. Selain itu, doa juga sebaiknya dipanjatkan agar Allah memberikan keberkahan, rahmat, dan ampunan kepada kita.

Khususnya, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa yang berkaitan dengan bulan Rajab. Dalam kitab Al-Adzkr An-Nawawiyah yang ditulis oleh Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, terdapat kutipan yang berbunyi: Allhumma brik lan f rajaba wasya'bna waballighn ramadln. Artinya: Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.

Selanjutnya, meskipun tidak ada puasa wajib khusus di bulan Rajab, puasa sunnah pada hari-hari tertentu tetap sangat dianjurkan. Puasa ini bisa berupa puasa Senin-Kamis, puasa Daud (berpuasa sehari dan berbuka sehari), atau puasa sunnah muthlak.

Dengan berpuasa, kita dapat mendekatkan diri kepada Allah serta memperbanyak pahala. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya, disebutkan: Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Hadits ini menunjukkan anjuran untuk berpuasa sesuai kemampuan kita.

Di minggu terakhir bulan Rajab, kita masih bisa melaksanakan puasa sunnah pada hari Senin tanggal 27 Januari dan puasa sunnah pada hari Kamis tanggal 30 Januari. Selain itu, puasa Daud juga dapat dilakukan dengan cara berselang satu hari.

Amalan lainnya yang sangat dianjurkan adalah melaksanakan shalat sunnah. Kita bisa melakukan shalat tahajud di malam hari, shalat duha di pagi hari, atau shalat rawatib yang menyertai shalat wajib. Shalat sunnah ini tidak hanya mendekatkan kita kepada Allah, tetapi juga menambah keberkahan dalam hidup kita.

Shalat sunnah rawatib memiliki keutamaan yang besar, yang dapat mengantarkan seorang hamba kepada rida Allah dan kenikmatan surga. Dalam riwayat An-Nasa'i dari Ummu Habibah, disebutkan: Dua belas rakaat yang ditunaikan seseorang maka sebuah rumah di surga akan dibangunkan untuknya, yakni empat rakaat sebelum zuhur, dua rakaat setelah zuhur, dua rakaat sebelum ashar, dua rakaat setelah magrib, dan dua rakaat sebelum subuh.

Membaca Al-Qur'an setiap hari merupakan praktik yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Pada minggu terakhir bulan Rajab, sangat disarankan untuk memperbanyak bacaan Al-Qur'an dan merenungkan makna dari ayat-ayat yang dibaca. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman terhadap ajaran agama dan memperkuat keimanan seseorang.

Terdapat banyak sekali keutamaan dalam membaca Al-Qur'an, baik secara umum maupun secara khusus. Aktivitas membaca Al-Qur'an termasuk dalam ibadah yang paling utama dibandingkan dengan ibadah lainnya, sebagaimana yang dinyatakan oleh an-Nu'man ibn Basyir:

Artinya: Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda, sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an (HR. al-Baihaqi).

Salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan adalah memberikan sedekah. Pada bulan Rajab, khususnya di minggu terakhir, sedekah diyakini akan mendatangkan keberkahan.

Sedekah dapat diberikan kepada mereka yang membutuhkan, baik dalam bentuk uang, makanan, maupun bantuan lainnya. Dengan berinfaq, kita juga dapat membersihkan harta kita dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama. Allah SWT berfirman:

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (hari itu), tidak ada juga persahabatan yang akrab, dan tidak ada pula syafaat. Orang-orang kafir itulah orang-orang zalim (QS. Al Baqarah: 254).

4. Memperbanyak Istighfar (Memohon Ampunan)

Istighfar merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan setiap saat, terutama pada bulan-bulan yang penuh berkah seperti bulan Rajab.

Dengan memperbanyak istighfar, seseorang bisa memohon ampunan dari Allah atas segala dosa yang telah dilakukan, baik yang disadari maupun yang tidak. Selain itu, istighfar juga berfungsi sebagai cara untuk membersihkan hati dan jiwa.

Dalam kitab Kifayatul Atqiya, terdapat kutipan dari Sahih Ibn Hibban yang meriwayatkan Hadits dari Ibn Umar

Artinya: Bertobatlah kalian semua kepada Allah. Maka sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya setiap hari sebanyak seratus kali. (Syeikh Abu Bakar Syatha, Kifayah al-Itqiya' wa Minhaj al-Ishfiya, (Beirut, DKI, 2015, halaman 45).

5. Menjaga Silaturahim

Mempererat hubungan dengan keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar kita adalah amalan yang sangat dianjurkan. Menjaga silaturahmi adalah salah satu cara untuk memperbanyak pahala dan mendapatkan keridhaan Allah. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia bersilaturahim. Dengan meningkatkan amalan-amalan tersebut, kita diharapkan dapat memanfaatkan waktu di minggu terakhir bulan Rajab dengan sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah serta meraih keberkahan dan pahala yang berlimpah.

Rekomendasi