Beredar unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa CNN memberitakan serangan bom di sebuah hotel di Ukraina. Unggahan itu berupa tangkapan layar tweet dari akun "CNN Breaking News" dengan menunjukkan foto hotel hancur.
"Ini adalah sisa-sisa hotel resor ukraina yang dulu terkenal Peace setelah serangan udara oleh pembom Rusia #StandingWithUkraine".
Penelusuran
Hasil penelusuran, melansir dari situs AFP, klaim CNN memuat berita serangan bom di sebuah hotel di Ukraina oleh Rusia adalah keliru. CNN tidak melaporkan cerita seperti itu dan mengatakan bahwa tweet itu palsu.
"CNN tidak mempublikasikan foto atau teks itu karena berkaitan dengan liputan perang kami yang sedang berlangsung di Ukraina," kata humas CNN Matt Dornic kepada AFP pada 23 Maret.
AFP tidak menemukan jejak tweet di akun resmi CNN Breaking News dan belum melaporkan sebuah hotel yang digunakan oleh wartawan di Ukraina yang dibom, pada 25 Maret.
Berdasarkan pencarian gambar di Google menemukan foto hotel yang diklaim berada di Ukraina, sebenarnya berada di Serbia. Foto yang sama diunggah Blogspot berbahasa Serbia pada 22 April 2010.
Blog tersebut menamai hotel di foto itu sebagai "Hotel Mir" -- yang diterjemahkan sebagai "perdamaian" dalam berbagai bahasa Slavia -- dan mengatakan bahwa hotel itu terletak di spa Zvonačka Banja dekat kota Zvonce di Serbia timur.
Blog tersebut mengatakan pemilik baru yang mengumumkan rencana untuk merenovasi hotel menanggalkan semua perlengkapan dan perlengkapan, termasuk jendela, pipa dan radiator, sebelum meninggalkannya kosong.
Sementara AFP menemukan sebuah hotel bernama Mir yang terletak di ibukota Ukraina Kyiv, bangunan itu tidak menyerupai yang ada di tweet CNN palsu.
Kesimpulan
Klaim cuitan tentang serangan bom Rusia menghancurkan hotel di Ukraina adalah keliru. Faktanya foto bangunan hotel yang hancur terletak di Serbia yang sedang direnovasi.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.326R9AU
Advertisement