CEK FAKTA: Tidak Benar Indonesia Obral Murah Batu Bara ke China, Ini Faktanya

Senin, 7 Desember 2020 11:41 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Indonesia Obral Murah Batu Bara ke China, Ini Faktanya Batu bara. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Neredar narasi yang menyebutkan bahwa Indonesia jual murah batu bara ke China, yakni sekitar Rp103.000/ton.

Berikut narasinya:

"Meributkan HRS padahal sedang terjadi obral murah batu bara RI ke China hanya Rp 103 ribu/ton. Padahal harga kontrakt futures batu bara termal Newcastle di level US$ 70/ton. SDA kita diobral murah. Terlalu murah. (Ustadz Iwan Januar)
Anehnya masih aja ada yang belum sadar dan percaya rezim ini peduli dengan “wong cilik”."

tidak benar indonesia obral murah batubara ke china ini faktanya
©Facebook

Penelusuran

Penelusuran dilakukan ke mesin pencari Google. Namun, tidak ditemukan berita yang menyebut pemerintah menjual murah batu bara dengan harga Rp 103 ribu ke Cina.

Dilansir dari CNBC Indonesia harga kontrak futures batu bara termal Newcastle masih lanjut menguat. Pemulihan permintaan dari negara-negara konsumen dan berita tentang vaksin Covid-19 membuat harganya melesat.

Dalam perdagangan pada 2 Desember 2020, harga kontrak memang menguat 2,36 persen ke USD 71,45 per ton. Kenaikan ini salah satunya didorong oleh kabar telah direstuinya penggunaan darurat vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech oleh pemerintah Inggris.

Kemudian dilansir dari Kompas.com, memang baru saja ditandatangani kerja sama antara Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) dengan China Coal Transportation and Distribution (CCTDA) terkait ekspor batu bara.

Lewat perjanjian itu, CCTDA akan membeli batu bara Indonesia senilai USD 1,46 miliar atau setara Rp 20,6 triliun (kurs Rp 14.109). Menurut Agung, hasil kesepakatan tersebut diproyeksi mampu mendongkrak nilai batu bara yang sempat mengalami kelesuan di tengah pandemi Covid-19. Ia menambahkan, kerja sama ini berawal dari kunjungan kerja pemerintah ke Cina yang diwakili oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi beberapa bulan lalu.

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan kesepakatan penjualan batu bara Indonesia ke Cina itu akan meningkatkan volume perdagangan. Selain menyepakati kebijakan ekspor jangka panjang, kerja sama ini juga memfasilitasi produsen batu bara di Indonesia dengan pihak pembeli di Cina dan meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara. "Ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara untuk mencapai volume perdagangan 200 juta ton di tahun 2021," ujarnya.

Selain itu, dilansir dari Tempo.co, Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia membantah bahwa nilai perjanjian sebesar USD 1,46 miliar itu setara dengan 200 juta ton batu bara, yang artinya harga per ton hanya USD 7,3 atau sekitar Rp 103 ribu, seperti yang tercantum dalam poster yang beredar. Dia menjelaskan nilai kerja sama sebesar USD 1,46 miliar itu adalah komitmen yang telah dibuat oleh beberapa perusahaan batu bara di Indonesia dengan perusahaan Cina hingga tanggal ditandatanganinya kesepakatan tersebut, yakni 25 November 2020. Sementara 200 juta ton adalah target volume perdagangan batu bara yang ingin dicapai antara Indonesia dan Cina hingga 2021.

Kesimpulan

Klaim Indonesia jual batu bara murah ke China adalah tidak benar. Ada pun mengenai harga batubara per ton nya, sempat mencapai USD70/ton atau setara dengan Rp991.000

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini