CEK FAKTA: Hoaks Pasukan Keamanan PBB dan AS Siap Perang Melawan Militer Myanmar

Jumat, 5 Maret 2021 13:49 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Pasukan Keamanan PBB dan AS Siap Perang Melawan Militer Myanmar kudeta militer di myanmar. ©AFP

Merdeka.com - Beredar sebuah foto pasukan bersenjata di dalam pesawat. Foto itu disebut-sebut pasukan PBB yang siap berperang dengan Myanmar. Dalam informasi itu juga disebutkan bahwa pasukan Amerika Serikat masuk dalam pasukan PBB.

Informasi beredar di media sosial Facebook dengan menggunakan bahasa Burmese. Berikut jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris:

"“Breaking news.
“It is time for evils to die.
“UN Chief Christine Schraner Burgener has declared war on Myanmar due to the request of Dr. Sasa.
“It is said that more than 180 countries, including the US, will go to war.
“Also threatened to occupy mainland China because it supported "Thar Wa" [nickname for Myanmar army chief].
“Some witnesses say two frigates left Australia [for Burma] at 11:30am today.
“May Amaysu (Aung San Suu Kyi) be healthy.
“People who love Amaysuu, keep fighting.”"

Berikut terjemahannya:

Berita terbaru.
“Sudah waktunya kejahatan mati.
“Ketua PBB Christine Schraner Burgener telah menyatakan perang terhadap Myanmar atas permintaan Dr. Sasa.
“Dikatakan bahwa lebih dari 180 negara, termasuk AS, akan berperang.
“Juga terancam menduduki daratan China karena didukung" Thar Wa "[julukan Panglima Angkatan Darat Myanmar].
“Beberapa saksi mata mengatakan dua fregat meninggalkan Australia [menuju Burma] pada pukul 11:30 hari ini.
“Semoga Amaysu (Aung San Suu Kyi) sehat.
“Orang yang mencintai Amaysuu, teruslah berjuang.”

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tersebut adalah hoaks. Dalam artikel AFP Fact Check berjudul "Facebook posts falsely claim UN 'declared war' on Myanmar after military coup" pada 3 Maret 2021, dijelaskan bahwa foto tersebut bukan pasukan PBB yang akan berperang dengan militer Myanmar.

Stéphane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, mengatakan bahwa Pasukan PBB tidak pernah menyerukan perang melawan militer Myanmar.

“Kami telah berulang kali meminta otoritas militer untuk sadar akan tindakan mereka dan memulihkan keinginan rakyat yang dinyatakan secara demokratis. Namun, kami tidak pernah menyerukan 'perang' terhadap militer," kata Stéphane.

Tidak ada laporan media yang kredibel atau pernyataan resmi PBB yang menyatakan perang telah diumumkan.

Menurut sumber diplomatik, Inggris ingin bertemu dengan Dewan Keamanan PBB di Myanmar, karena pasukan keamanan terus melakukan kekerasan terhadap demonstran anti-kudeta di negara Asia Tenggara itu.

Departemen Pertahanan Australia juga mengatakan bahwa mereka belum mengirim "dua fregat" ke Myanmar.

Menurut penelusuran gambar, ditemuka bahwa gambar yang dibagikan di postingan Facebook tersebut beredar sebelum kudeta militer Myanmar.

Foto pertama dipublikasikan di situs resmi Angkatan Udara AS pada 5 April 2012. Foto tersebut diambil pada tanggal 20 Maret 2012, dan menunjukkan pasukan AS di pusat transit di Kyrgyzstan.

Kemudian foto kedua dipublikasikan di situs resmi Pangkalan Udara Militer AS, Dyess pada Aptil 2015.

Kesimpulan

Informasi Pasukan PBB, termasuk Amerika Serikat, siap berperang melawan militer Myanmar adalah hoaks. Tidak ada sumber atau pernyataan resmi terkait informasi tersebut. Sekretaris Jenderal PBB tidak pernah menyerukan perang melawan militer Myanmar.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini