Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

CEK FAKTA: Hoaks, Deteksi Mandiri Covid-19 dengan Tahan Napas 10 Detik

CEK FAKTA: Hoaks, Deteksi Mandiri Covid-19 dengan Tahan Napas 10 Detik Ilustrasi bernapas. ©2012 Shutterstock/Robert Kneschke

Merdeka.com - Beredar informasi terkait cara mandiri untuk memeriksa Covid-19 dengan cara menahan napas. Disebutkan setelah menahan napas selama 10 detik berhasil mengeluarkan napas pelan-pelan tanpa batuk tandanya tidak ada virus.

Berikut narasinya:

"AYO TES SENDIRI BEBAS CORONA SETIAP PAGI ! MURAH, SEDERHANA DAN PRAKTIS

Oleh : DR. Berlian Siagian.

Awalnya infeksi Virus Corona mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi. Gejala klinis baru terlihat antara 7 – 28 hari setelah infeksi. Test yang murah, sederhana, dan praktis untuk mengenal infeksi Virus Corona hanya dalam 30 detik, tanpa kunjungan ke dokter atau pemeriksaan laboratorium, sangat kita perlukan. Anda dapat melakukannya sendiri, tanpa bantuan orang lain !

Perhatikan cara berikut ini :

Ambil napas dalam-dalam dan tahan napas selama lebih dari 10 detik ! Jika setelah menahan nafas anda berhasil mengeluarkan napas pelan2 tanpa batuk, tanpa rasa tidak nyaman, tanpa lelah, dan tanpa kaku di dada, ini membuktikan bahwa tidak ada fibrosis di paru-paru anda, dan itu sebenarnya menunjukkan bahwa TIDAK ADA VIRUS APAPUN DIDALAM PARU2 ANDA !

Anda juga perlu memastikan mulut dan tenggorokan anda lembab dan tidak kering ! Minumlah MINIMAL SETENGAH GELAS AIR HANGAT SETIDAKNYA SETIAP 30 MENIT SEKALI. Jadi deandainya ada virus Corona telah masuk kedalam mulut anda, air hangat yang anda minum secara teratur dapat masuk kedalam perut, dimana KEASAMAN LAMBUNG AKAN LANGSUNG MEMBUNUH VIRUS CORONA !"

Penelusuran

Berdasarkan laporan hoaks situs covid19.go.id, dilansir dari Halodoc.com , Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M. Faqih juga turut mempertegas dan menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak berdasar.

Untuk mendiagnosis virus corona, masyarakat Indonesia dianjurkan untuk melakukan tes PCR di Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), yang sudah diakreditasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hasil dari tes tersebut akurat dan terpercaya, serta dapat diketahui dalam waktu kurang dari 12 jam sejak sampel diterima.

WHO juga telah mengkonfirmasi bahwa klaim tersebut tidak dapat digunakan sebagai acuan untuk mengetahui keberadaan virus corona dalam tubuh. Cara terbaik untuk mengonfirmasi virus Covid-19 adalah melalui tes laboratorium, atau saat ini dikenal sebagai tes PCR.

Ron Eccles, ahli penyakit pernapasan di Cardiff University di Inggris dan mantan direktur di Common Cold Center menyatakan bahwa Tidak ada bukti bahwa minuman panas dapat memberikan perlindungan untuk melawan infeksi virus. Dibutuhkan suhu 56 celsius atau lebih agar secara efektif dapat membunuh virus corona yang menyebabkan SARS, tetapi itu cukup panas untuk membuat kulit manusia melepuh dan menyebabkan luka.

Kemudian, hasil pencarian di situs jejaring profesional LinkedIn menunjukkan bahwa Dr. Berlian Siagian merupakan dosen mata kuliah manajemen strategis di Universitas Pelita Harapan (UPH), Jakarta. Dilansir dari Beritasatu.com Head of UPH Media Relation, Rosse Hutapea mengklarifikasi status Dr Berlian Siagian.

“UPH meluruskan informasi kepada publik bahwa Dr Berlian Siagian saat ini bukan berstatus sebagai dosen UPH seperti yang tertulis pada postingan yang beredar di media sosial. Sesuai data Departemen Sumber Daya Manusia UPH, Dr Berlian Siagian bergabung dengan UPH sebagai dosen tidak tetap dan yang bersangkutan tidak pernah menjabat sebagai dosen tetap UPH,” tegasnya.

Sementara itu, dilansir Liputan6.com, dr RA Adaninggar, SpPD. Ia menyebut tes mandiri covid-19 dengan menahan napas adalah tidak benar.

Ia juga menyebut saat ini standar untuk memeriksa orang yang diduga terinfeksi covid-19 adalah dengan swab PCR atau swab antigen.

"Panduan dari WHO sejauh ini gold standard untuk pemeriksaan covid-19 adalah swab PCR. Selain itu ada juga swab antigen untuk mengakses daerah yang sulit terjangkau laboratorium PCR," kata dr. Ning.

Sedangkan, dr.Muhamad Fajri Adda'i menjelaskan minum air putih hangat tidak bisa membunuh virus corona covid-19.

"Minum air putih memang bagus untuk tubuh. Tetapi jika dikatakan bisa membunuh virus corona covid-19 itu sangat ngawur," ujar dr. Fajri saat dihubungi, Kamis (27/5/2021).

"Virus itu masuk menyerang saluran pernafasan, jadi tidak bisa hanya dengan meminum air putih. Klaim dalam postingan itu hoaks," katanya menambahkan.

Kesimpulan

Cara mandiri untuk memeriksa Covid-19 dengan cara menahan napas selama 10 detik adalah tidak benar alias hoaks. Saat ini standar untuk memeriksa orang yang diduga terinfeksi covid-19 adalah dengan swab PCR atau swab antigen.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://covid19.go.id/artikel/2022/02/19/salah-deteksi-covid-19-dengan-tahan-napas-10-detikhttps://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4892942/cek-fakta-hoaks-tahan-napas-10-detik-untuk-tes-mandiri-covid-19 (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP