Andai Jorge Martin Gantikan Fabio Quartararo di Yamaha, Pecco Bagnaia Disarankan Gabung Aprilia

Agen pembalap MotoGP terkenal, Alberto Vergani, memberikan pendapat mengenai perubahan pasar pembalap setelah isu Fabio Quartararo ke Honda.

Hendry Wibowo
Oleh Hendry Wibowo - Reporter
Andai Jorge Martin Gantikan Fabio Quartararo di Yamaha, Pecco Bagnaia Disarankan Gabung Aprilia
Pecco Bagnaia saat memenangi MotoGP Mandalika, Indonesia, pada 2024. (c) Ducati Corse (Pecco Bagnaia saat memenangi MotoGP Mandalika, Indonesia, pada 2024. (c) Ducati Corse)

Pada hari pertama tes Shakedown MotoGP 2026 yang berlangsung di Sepang, Malaysia, pada 29 Januari, situasi di bursa perindahan pembalap untuk musim 2027 mengalami perubahan drastis akibat gempa besar.

Berbagai berita mengejutkan muncul dan langsung mengubah dinamika pasar pembalap. Salah satu kejutan terbesar adalah laporan yang menyebutkan bahwa pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, sedang dalam proses finalisasi kesepakatan untuk bergabung dengan Honda, yang menandai dimulainya era baru regulasi MotoGP.

Tidak lama setelah berita tersebut, Yamaha dilaporkan segera mengambil langkah cepat dengan menyiapkan Jorge Martin sebagai pengganti Quartararo.

Meskipun belum ada pengumuman resmi dari kedua pabrikan, rumor ini sudah cukup untuk membuat pasar pembalap MotoGP 2027 bergejolak, dengan nama-nama yang muncul jauh dari ekspektasi banyak pihak.

Dengan situasi tersebut, satu kursi kosong di tim pabrikan Aprilia pun terbuka, yang bisa menjadi peluang emas bagi Pecco Bagnaia jika ia benar-benar terpaksa meninggalkan Ducati.

Dalam sebuah wawancara dengan GPOne, agen pembalap MotoGP terkenal, Alberto Vergani, memberikan pandangannya mengenai perubahan pasar pembalap setelah berita mengenai Fabio Quartararo yang berpotensi pindah ke Honda dan Jorge Martin yang bergabung dengan Yamaha.

Vergani menyarankan agar Francesco Bagnaia, yang akrab disapa Pecco, mempertimbangkan untuk bergabung dengan Aprilia, tim yang ditinggalkan oleh Martin. "Saya menyarankan Pecco untuk fokus ke Aprilia, karena itu akan menjadi lingkungan yang tepat untuknya," ujarnya.

Vergani menjelaskan lebih lanjut bahwa Aprilia menawarkan atmosfer yang lebih harmonis dan proyek yang ambisius, yang terlihat dari performa Marco Bezzecchi di musim pertamanya dengan RS-GP.

"Di sana tidak ada ketegangan, atmosfernya harmonis, dan proyeknya sangat ambisius, seperti yang ditunjukkan Marco Bezzecchi pada musim pertamanya bersama RS-GP," tambahnya.

Selain itu, Vergani juga memberikan pujian kepada CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, yang dinilai telah melakukan pekerjaan yang sangat baik. "Saya rasa Rivola sudah melakukan pekerjaan luar biasa, dan kehadiran Pecco akan menjadi pelengkap sempurna," imbuhnya.

Namun, jika Bagnaia memutuskan untuk mencari pilihan lain, Vergani merekomendasikan Enea Bastianini sebagai alternatif yang patut dipertimbangkan untuk Aprilia.

"Bastianini bisa dipertimbangkan. Enea adalah pembalap kuat dan sudah membuktikan potensinya di masa lalu," katanya. Dengan berbagai pilihan yang ada, keputusan Bagnaia akan sangat menentukan arah karirnya di masa depan, terutama di tengah persaingan ketat di MotoGP.

Rivola sebelumnya telah menunjukkan ketertarikan terhadap Bagnaia. Dalam acara peluncuran tim Aprilia untuk musim 2026, ia menyebut juara dunia dua kali itu sebagai sosok yang menarik perhatian semua tim.

Di sisi lain, Bagnaia tampaknya tidak berminat untuk pindah ke tim satelit. Hal ini menjadikan kursi tim pabrikan Aprilia di Noale sebagai pilihan terbaik bagi pembalap berusia 29 tahun tersebut jika ia terpaksa meninggalkan Ducati.

Meskipun ada peluang untuk bergabung dengan tim pabrikan, hubungan dekat Bagnaia dengan Valentino Rossi membuka kemungkinan lain, yaitu bergabung dengan VR46 Racing Team.

Vergani berpendapat bahwa opsi ini cukup realistis. "Saya pikir struktur tim seperti VR46 milik Valentino Rossi bisa menjadi lingkungan yang familiar bagi Pecco," ujarnya.

"Dia juga akan tetap berada dalam orbit Ducati, sudah memahami proyek 2027, dan tidak perlu berada satu garasi dengan Marc Marquez," jelas Vergani.

Namun, Vergani menekankan pentingnya nilai Bagnaia sebagai pembalap papan atas. "Jangan lupakan nilai Bagnaia dan hasil yang telah ia capai selama ini. Namun menurut saya, Aprilia tetap menjadi opsi terbaik," pungkasnya.

Dengan berbagai pilihan yang ada, masa depan Bagnaia di dunia balap motor masih menyimpan banyak kemungkinan yang menarik untuk diikuti.

Rekomendasi