Nomor Punggung 20 Tak Akan Dipakai Lagi, Liverpool Beri Penghormatan untuk Diogo Jota

Liverpool mengambil keputusan untuk menghormati Diogo Jota dengan mengabadikan nomor punggung 20 yang ia kenakan.

Aning Jati
Oleh Aning Jati - Reporter
Nomor Punggung 20 Tak Akan Dipakai Lagi, Liverpool Beri Penghormatan untuk Diogo Jota
Nomor Punggung 20 Tak Akan Dipakai Lagi, Liverpool Beri Penghormatan untuk Diogo Jota (Merdeka.com)

Kabar meninggalnya Diogo Jota telah mengejutkan dunia sepak bola. Winger asal Portugal tersebut meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di Spanyol, hanya beberapa minggu setelah berhasil membawa Liverpool meraih gelar Liga Inggris yang ke-20. Saat ini, klub Merseyside tersebut menyatakan akan menghormati nomor punggung 20 milik Jota, setelah banyak dukungan dan permintaan dari para penggemar untuk memensiunkan nomor tersebut.

"Nomor 20 akan diabadikan sebagaimana mestinya, atas kontribusinya sebagai bagian dari skuad juara musim 2024/25, gelar ke-20 Liverpool, dengan gol terakhir yang menggetarkan, hasil dari gocekan khasnya di hadapan Kop dalam derby Merseyside April lalu," demikian bunyi pernyataan resmi klub yang diunggah di laman mereka pada Kamis malam waktu setempat.

Jota, yang bergabung dengan Liverpool pada tahun 2020 dari Wolverhampton Wanderers, meninggal dalam kecelakaan tragis saat mengemudikan Lamborghini Urus di jalan tol A-52 dekat Sanabria, wilayah Zamora, Spanyol. Menurut informasi dari otoritas setempat dan laporan media, kecelakaan terjadi ketika ban mobil yang dikendarainya pecah saat ia mencoba menyalip kendaraan lain. Hal ini menyebabkan mobil yang ia kendarai keluar jalur dan terbakar. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi klub dan para penggemar, mengingat kontribusi Jota yang sangat berarti bagi tim.

Kronologi Kejadian

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kecelakaan tragis tersebut mengakibatkan hilangnya nyawa Andre Silva, adik Jota, yang juga merupakan seorang pesepak bola profesional yang bermain untuk klub Penafiel di divisi dua Portugal. Diketahui bahwa keduanya sedang dalam perjalanan menuju Santander untuk menaiki kapal feri ke Inggris, setelah Jota disarankan untuk tidak terbang dengan pesawat pasca menjalani operasi paru-paru.

Dalam sebuah pernyataan singkat, Liverpool mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kepergian seorang pemain yang telah berkontribusi signifikan dalam perjalanan mereka meraih gelar juara musim ini.

"Liverpool FC sangat berduka atas kepergian tragis Diogo Jota. Klub tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini dan memohon agar privasi keluarga, teman, rekan setim, serta staf klub dihormati dalam masa duka ini," tulis pihak klub.

"Kami akan terus memberikan dukungan penuh bagi mereka," imbuhnya.

Dukungan Suporter

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tak perlu waktu lama, para penggemar mulai memenuhi area di luar Stadion Anfield. Bunga, syal, serta pesan-pesan belasungkawa menghiasi memorial spontan yang telah dibuat. Di platform media sosial, seruan untuk memensiunkan nomor punggung 20 milik Jota semakin menggema. "Sepak bola memang bukan hal terpenting saat ini, tapi saya harap Liverpool memensiunkan nomor 20," tulis akun Maxi di platform X.

"Akan terasa ganjil jika melihat pemain lain mengenakan nomor itu setelah kehilangan Jota. Ini bukan hanya tentang simbol, tapi penghormatan bagi siapa dirinya dan apa yang ia berikan," imbuhnya.

Akun lain, Micky Jnr, juga menyampaikan pendapatnya. "Diogo Jota gabung Liverpool tahun 2020. Ia memakai nomor punggung 20. Musim ini, saat Liverpool meraih gelar liga ke-20, kita justru kehilangan dia. Mungkin... hanya mungkin... nomor itu memang harus dipensiunkan. Selamanya 20," katanya.

Suasana haru dan kehilangan sangat terasa di kalangan para suporter, yang merasakan dampak besar dari kepergian Jota. Kesedihan ini tak hanya dirasakan di lapangan, tetapi juga di hati setiap penggemar yang telah menyaksikan perjalanan kariernya bersama Liverpool.

Liverpool Menjadi Tempat Pertama

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selama berkarier di Liverpool, Jota berhasil mencetak 182 gol dan memberikan 65 assist, yang merupakan pencapaian luar biasa bagi seorang pemain yang sering beroperasi sebagai penyerang sayap kiri atau false nine. Keputusan untuk mengabadikan nomor punggungnya menjadi 'bersejarah' karena Liverpool hingga saat ini belum pernah memensiunkan nomor punggung dari pemain mana pun dalam sejarah panjang klub yang telah berdiri selama 133 tahun.

Kepergian Jota meninggalkan duka yang mendalam, terutama untuk keluarganya. Ia meninggalkan istri tercintanya, Rute Cardoso, yang baru dinikahinya pada 22 Juni lalu, serta tiga orang anak mereka. Tragedi ini menjadi kehilangan yang sangat besar, bukan hanya bagi Liverpool, tetapi juga bagi dunia sepak bola secara keseluruhan.

Sumber: Euronews

Rekomendasi