Pukulan Telak untuk MU! Absen Liga Champions Picu Penalti Besar dari Adidas

MU diwajibkan membayar denda yang sangat besar kepada Adidas karena kembali gagal berpartisipasi di Liga Champions.

Aning Jati
Oleh Aning Jati - Reporter
Pukulan Telak untuk MU! Absen Liga Champions Picu Penalti Besar dari Adidas
Ekspresi Ruben Amorim usai Manchester United kalah dari Tottenham di final Liga Europa 2024/2025. (AP Photo/Bernat Armangue) (Ekspresi Ruben Amorim usai Manchester United kalah dari Tottenham di final Liga Europa 2024/2025. (AP Photo/Bernat Armangue))

Kekalahan Manchester United (MU) dari Tottenham Hotspur dalam final Liga Europa bukan hanya menghancurkan harapan Setan Merah untuk meraih trofi di musim ini, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap kondisi finansial klub. Selain kehilangan peluang untuk berkompetisi di Liga Champions musim depan, MU kini dilaporkan harus membayar denda sebesar 10 juta paun (sekitar Rp219,2 miliar) kepada sponsor utama mereka, Adidas.

Dalam laga final yang berlangsung di Bilbao pada Kamis dini hari WIB (22-5-2025), tim yang dilatih oleh Ruben Amorim menunjukkan performa yang jauh dari harapan. Kekalahan ini tidak hanya mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi Eropa musim ini, tetapi juga memastikan bahwa MU tidak akan berpartisipasi dalam kompetisi Eropa manapun pada musim depan akibat posisi mereka yang buruk di klasemen akhir Premier League.

Menurut The Mirror, Adidas, yang merupakan penyedia perlengkapan resmi bagi Manchester United (MU), telah menambahkan klausul khusus dalam perjanjian mereka. Klausul tersebut mengharuskan klub untuk berpartisipasi di Liga Champions setidaknya sekali dalam dua musim. Sayangnya, MU telah gagal untuk dua musim berturut-turut dalam mencapai kompetisi bergengsi Eropa ini, sehingga klausul penalti tersebut pun diaktifkan secara otomatis. Akibatnya, nilai kerja sama komersial antara MU dan Adidas akan mengalami pemotongan. Hal ini menjadi tantangan finansial yang signifikan bagi klub, terutama di tengah upaya mereka untuk mengurangi biaya dan mematuhi regulasi Financial Fair Play (FFP).

Dampak dari denda ini bisa sangat luas, termasuk pengaruhnya terhadap anggaran belanja pemain pada musim panas yang akan datang. Terlebih lagi, Sir Jim Ratcliffe, pemilik minoritas klub, pernah menyatakan bahwa tanpa adanya investasi tambahan, keuangan Setan Merah bisa berisiko mengalami kolaps. Dengan situasi yang semakin menekan ini, MU perlu mencari solusi untuk memperbaiki kondisi keuangan mereka agar tetap kompetitif di liga dan bisa kembali ke jalur yang benar dalam upaya mereka untuk meraih kesuksesan di pentas Eropa.

Dengan semakin ketatnya anggaran dan kegagalan untuk lolos ke kompetisi Eropa, MU mungkin harus melepas beberapa pemain bintangnya untuk menyeimbangkan keuangan klub. Saat ini, masa depan Alejandro Garnacho dan Bruno Fernandes mulai menjadi bahan spekulasi, terutama setelah keduanya memberikan komentar mengenai situasi klub setelah kekalahan dari Tottenham. Apabila tidak ada tindakan strategis yang diambil dalam waktu dekat, kemungkinan besar krisis ini akan semakin mendalam, yang dapat berdampak pada posisi Amorim sebagai manajer dan masa depan proyek jangka panjang INEOS di Old Trafford.

Sumber: Give Me Sport

Rekomendasi