Masalah Besar MU: Menang Liga Europa Belum Jamin Masuk Liga Champions Musim Depan, ini Penyebabnya

Manchester United berisiko tidak bisa berlaga di Liga Champions musim depan, meskipun mereka berhasil mengalahkan Tottenham Hotspur di final Liga Europa.

Aning Jati
Oleh Aning Jati - Reporter
Masalah Besar MU: Menang Liga Europa Belum Jamin Masuk Liga Champions Musim Depan, ini Penyebabnya
Manchester United berhasil meraih kemenangan 4-1 atas Athletic Bilabo pada laga leg kedua semifinal Liga Europa musim ini di Old Trafford, Jumat (9/5/2025) dini hari WIB. Hasil itu membuat (© 2025 Bola.com)

Manchester United (MU) akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur dalam final Liga Europa yang akan dilangsungkan pekan depan di Bilbao. Pertandingan ini sangat penting karena akan menentukan satu tiket otomatis untuk lolos ke fase Liga Champions musim depan. Namun, meraih kemenangan mungkin tidak cukup bagi Setan Merah untuk tampil di kompetisi elit Eropa tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh dari liverpool.com, MU berpotensi dilarang mengikuti Liga Champions akibat masalah kepemilikan ganda. Hal ini berkaitan dengan Sir Jim Ratcliffe, yang memiliki sekitar 29% saham klub, dan juga memiliki klub Prancis, OGC Nice, yang saat ini menempati posisi keempat di Ligue 1, berpeluang untuk lolos ke babak kualifikasi Liga Champions musim depan.

UEFA menerapkan regulasi yang ketat terkait kepemilikan klub yang saling berhubungan, terutama jika dua klub di bawah satu pemilik bersaing dalam turnamen yang sama. Meskipun regulasi tersebut telah mengalami beberapa perubahan, tetap ada kemungkinan konflik yang bisa mengakibatkan sanksi.

Peraturan UEFA

MU Terancam Gagal ke Liga Champions Musim Depan, meski Menjuarai Liga Europa
Manchester United berhasil meraih kemenangan 4-1 atas Athletic Bilabo pada laga leg kedua semifinal Liga Europa musim ini di Old Trafford, Jumat (9/5/2025) dini hari WIB. Hasil itu membuat © 2025 Bola.com

liverpool.com melaporkan bahwa "Sebelumnya, sesuai dengan peraturan UEFA, dua klub yang dimiliki oleh pemilik yang sama tidak diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam kompetisi Eropa yang berbeda," kata liverpool.com.

"Dengan Jim Ratcliffe memiliki saham di Manchester United dan Nice, menurut aturan lama, tidak mungkin bagi kedua tim tersebut untuk bersaing di tingkat Eropa," tambahnya.

Namun, saat ini, UEFA tidak lagi menerapkan larangan tersebut secara menyeluruh. Otoritas sepak bola Eropa tersebut kini mengadopsi pendekatan yang lebih fleksibel, dengan mengevaluasi setiap kasus secara individual, terutama karena semakin banyaknya situasi di mana kepemilikan lintas klub terjadi, seperti yang terlihat pada Chelsea-Strasbourg atau grup Red Bull.

Musim ini, UEFA telah menunjukkan kelonggaran dalam penerapan aturan tersebut dengan mengizinkan Manchester United dan Nice untuk berlaga di Liga Europa. Selain itu, Manchester City dan Girona juga diperbolehkan untuk berkompetisi di Eropa meskipun keduanya memiliki hubungan dalam struktur kepemilikan.

Hal ini menunjukkan bahwa UEFA mulai beradaptasi dengan dinamika baru dalam dunia sepak bola, di mana kepemilikan klub dapat melibatkan lebih dari satu tim yang berkompetisi di level yang sama. Dengan demikian, perubahan ini memberikan kesempatan bagi klub-klub yang sebelumnya terhalang oleh aturan untuk bersaing secara lebih luas di pentas Eropa.

Pernyataan dari Ratcliffe

MU Terancam Gagal ke Liga Champions Musim Depan, meski Menjuarai Liga Europa
Manchester United berhasil meraih kemenangan 4-1 atas Athletic Bilabo pada laga leg kedua semifinal Liga Europa musim ini di Old Trafford, Jumat (9/5/2025) dini hari WIB. Hasil itu membuat © 2025 Bola.com

Ratcliffe telah melakukan pembicaraan langsung dengan UEFA mengenai kemungkinan konflik yang mungkin muncul, dan saat ini tampak bahwa kemungkinan larangan untuk tampil sangat minim. Dalam pernyataannya kepada liverpool.com, Ratcliffe menegaskan: "Tidak, tidak ada situasi apa pun yang akan membuat kepemilikan saya atas Nice menghalangi Manchester United tampil di Liga Champions. Saya tegaskan itu secara gamblang. Kami sudah berbicara dengan UEFA dan percakapannya tidak bernada seperti, 'Anda harus segera menyelesaikan ini, kami tidak suka'. Kami memang punya isu, dan mungkin memang perlu mengubah beberapa hal," ungkap Ratcliffe.

Selama tidak ada tumpang tindih antara personel inti, termasuk pelatih dan eksekutif kunci, antara Manchester United dan Nice, kemungkinan konflik tersebut diyakini dapat dihindari. Dengan demikian, meskipun Manchester United berhasil menjuarai Liga Europa dan berhak atas tiket Liga Champions, mereka masih harus melewati satu rintangan administratif untuk dapat berpartisipasi. Namun, untuk saat ini, ancaman larangan tampil tampaknya sangat tidak mungkin terjadi.

Sumber: Sportibible

Rekomendasi