Setelah 4 Tahun Menikah, Rina Nose Menegaskan Bahwa Tidak Mengikuti Aliran Childfree

Komedian Rina Nose menepis anggapan bahwa dirinya adalah seorang penganut childfree, yaitu pasangan yang tidak ingin memiliki anak.

Muhamad Piet Al Ayyubi
Oleh Muhamad Piet Al Ayyubi - Reporter
Setelah 4 Tahun Menikah, Rina Nose Menegaskan Bahwa Tidak Mengikuti Aliran Childfree
Setelah 4 Tahun Menikah, Rina Nose Menegaskan Bahwa Tidak Mengikuti Aliran Childfree (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Saya santai saja, jika punya ya, jika tidak pun tidak masalah, sudah sangat santai," ujar perempuan berusia 39 tahun itu di daerah Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, pada hari Rabu (9/8/2023).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kemudian, awak media menanyakan apakah Rina dan suaminya berencana untuk mengikuti program bayi tabung, Namun, Rina menjawab dengan guyonan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Tidak bayi tabung, yang saya pikirkan adalah tabungan, rekening, tidak ke arah situ sih," ujar Rina Nose.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Rina bahkan tidak memperdulikan apabila netizen menganggap bahwa dirinya dan suaminya menganut paham childfree. Apapun komentar negatif yang disampaikan netizen tidak akan mempengaruhi pikiran Rina.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Tidak masalah, itu adalah pandangan orang, wajar saja orang memiliki berbagai pemikiran, silakan saja, tergantung pada kita bagaimana kita ingin menghadapinya, tidak perlu dipusingkan," ujar Rina.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Oleh karena itu, Rina tidak memiliki niat untuk mengajarkan pelajaran dengan melaporkan mereka yang telah mencaci maki dirinya. Terlebih lagi, dalam kehidupan Rina, dia mengakui memiliki banyak masalah yang lebih penting untuk dihadapi daripada komentar-komentar netizen

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Tidak perlu memberikan efek jera, jika memang karakternya begitu ya begitu saja, tidak perlu terlalu dipusingkan oleh hal-hal seperti itu," jelas Rina.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Masalah internal sudah banyak, mengapa harus memikirkan yang eksternal, biarkan saja karena manusia pasti seperti itu, baik atau buruk, baik atau jelek, benar atau salah, memang sudah menjadi siklusnya seperti itu, jadi mau bagaimana pun, bahkan jika semua dikendalikan, tidak akan bisa," pungkasnya.

Rekomendasi