Tahun ini, Paris Haute Couture Week 2025 menyuguhkan sesuatu yang menarik bagi dunia mode. Bukan hanya penampilan luar biasa dari para desainer, tetapi juga sebuah momen romantis yang berhasil menarik perhatian banyak orang.
Dua Lipa terlihat mengenakan cincin emas dengan berlian besar di jari manis kirinya, setelah menghabiskan waktu yang mesra bersama kekasihnya, Callum Turner di bawah Menara Eiffel. Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari keduanya, banyak netizen dan pengamat mode yang berspekulasi Dua Lipa telah menerima lamaran dari Turner.
Lebih dari sekadar isu pertunangan, bentuk cincin yang dipakai Dua Lipa mencolok dan tidak mengikuti model klasik. Cincin tersebut adalah band emas 18 karat yang dihiasi berlian seberat dua karat yang setengah tertanam, menciptakan siluet chunky yang bold namun tetap nyaman dipakai.
Diperkirakan, harga cincin ini mencapai USD30.000 atau sekitar Rp600 juta. Spekulasi ini memicu perbincangan baru di kalangan publik: Apakah cincin lamaran dengan desain chunky akan menjadi tren utama tahun ini?
Advertisement
Selama bertahun-tahun, cincin solitaire dengan band tipis telah menjadi pilihan umum untuk lamaran. Namun, generasi baru seperti Gen Z mulai mengubah tren tersebut. Mereka menginginkan cincin yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki keunikan, sifat pribadi, dan ekspresi diri.
"Chunky ring menggantikan desain klasik karena terasa lebih modern, fungsional, dan berkarakter," ujar Kitty Fuller, seorang desainer dari London dan pendiri brand Kitty Joyas, seperti yang dilansir oleh Vogue.
Menurutnya, perubahan ini mencerminkan keinginan pasangan masa kini untuk memilih sesuatu yang benar-benar 'milik mereka' dan bukan sekadar mengikuti tradisi yang ada.
Sementara itu, Jessie Thomas, seorang perhiasan fine jeweler asal Inggris, menjelaskan cincin chunky sebenarnya memiliki akar sejarah yang dalam, berasal dari era Victoria. Pada masa itu, batu permata ditanam ke dalam band cincin untuk alasan ketahanan dan kepraktisan.
Hal ini menunjukkan meskipun tren berubah, ada nilai-nilai tertentu dari desain perhiasan yang tetap relevan hingga kini. Dengan demikian, pilihan cincin lamaran kini menjadi refleksi dari kepribadian dan nilai-nilai pasangan, bukan hanya sekadar simbol dari komitmen.
Advertisement
Tanpa diragukan lagi, generasi muda saat ini memiliki cara yang berbeda dalam menjalani proses lamaran. Saat ini, ungkapan cinta tidak lagi hanya ditunjukkan melalui kilauan yang mencolok, melainkan lebih kepada desain yang mencerminkan kepribadian masing-masing.
Cincin chunky kini hadir dengan berbagai bentuk yang unik, seperti desain bergelombang, permukaan kasar yang memiliki nilai seni, serta penggunaan logam daur ulang dan berlian yang ditanam di laboratorium.
Banyak pasangan juga memilih untuk menyertakan warna batu permata yang memiliki makna khusus bagi mereka, atau menggabungkan cincin tersebut dengan cerita dari warisan keluarga. Seperti halnya dengan tren gaun pengantin yang kini lebih santai dan inklusif, cincin chunky juga merefleksikan hubungan yang lebih setara, jujur, dan autentik.
Advertisement
Apakah Dua Lipa benar-benar menerima lamaran dengan cincin chunky? Hal ini masih diragukan. Namun, yang pasti, ia telah menginspirasi perubahan cara kita melihat perhiasan lamaran.
Saat ini, cinta tidak lagi diwakili berlian besar yang mahal, melainkan oleh desain yang mencerminkan kepribadian kita. Jika kamu ingin mencari cincin lamaran yang terinspirasi oleh gaya Dua Lipa yang berani, unik, dan modern, berikut adalah beberapa pilihan dari merek lokal hingga internasional.
1. Isa Go (Indonesia) adalah merek perhiasan lokal yang menawarkan berlian yang ditanam di laboratorium dan desain futuristik. Dua model yang paling mencolok adalah:
- Wavy Diamond Ring: Cincin ini terinspirasi oleh gerakan ombak, tersedia dalam pilihan white gold, rose gold, dan yellow gold dengan harga Rp5.416.800.
- Cincin Berlian Bezel Gelombang: Cincin ini memiliki bentuk tebal dengan detail gelombang yang mencolok, terbuat dari emas daur ulang 14K dan berlian buatan laboratorium, seharga Rp7.958.000.
2. Kitty Joyas (UK) dikenal dengan desain sculptural dan custom-made yang disesuaikan dengan bentuk tangan pemakainya, harganya sekitar Rp30 juta (sekitar 1,500).
3. J.Hannah (AS) menawarkan desain sculptural dan kontemporer yang menjadi favorit di kalangan editor mode global. Harganya berkisar antara USD 500 hingga 1,500 (Rp8 hingga 24 juta).