Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan statistik sebanyak 80 persen masyarakat adalah pendengar setia musik Indonesia. Hanya saja, musikalitas musisi Indonesia saat ini belum bisa menembus pasar dunia, seperti halnya KPop.
"Kalau tidak salah statistiknya itu 80 persen orang Indonesia mendengarkan musik Indonesia. Korea lewat, K-Pop lewat. Tapi kita belum bisa ekspor kayak mereka. Itu intinya," kata Fadli Zon saat jumpa pers Anugerah Musik Indonesia (AMI) di Hotel Claro Makassar, Selasa (27/10).
Sulitnya musik Indonesia menembus pasar Internasional menjadi tantangan. Ia mencontohkan musik K-Pop yang sudah mendunia karena dipengaruhi gerakan Korean Hallyu atau suatu gerakan budaya di Korea.
Meski melihat musik Indonesia sulit menembus pasar Internasional, Fadli Zon tetap mengapresisi kreativitas musisi Indonesia. Alasannya, musik Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri.
"Artinya kalau sekarang musik Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, ini sudah prestasi juga sangat bagus. Di era globalisasi tantangannya dan pilihan-pilihannya (genre musik) begitu beragam. Mulai dari barat, mungkin dari Korea, ada juga dari India dan juga dari yang lain-lain," ujar dia.
Ia berharap dengan gelaran AMI Awards, bisa menjadi trigger atau stimulus bagi musik Indonesia. Sehingga musikalitas musisi Indonesia bisa tumbuh dan menembus pasar Internasional.
"Platform seperti AMI Awards ini menstimulus, men-trigger bagaimana lahirnya musisi-musisi, pencipta lagu, Arranger, kemudian penyanyi, dan juga para pendukung dari ekosistem musik itu yang begitu banyak. Sehingga musik atau talen-talen Indonesia bisa tumbuh," tutur dia.
Fadli Zon menegaskan dukungan Kementerian Kebudayaan mendukung musisi Indonesia untuk bisa mentas di panggung Internasional. Apalagi, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo juga seorang musisi.
"Jadi kita juga mendukung teman-teman musisi untuk tampil, membawa nama Indonesia di pentas Internasional," tandasnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383989/original/098977800_1793125930-IMG_20261027_161136.jpg)
Sementara Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo menambahkan musik terus berkembang dengan dukungan platform seperti Spotify atau YouTube yang bisa diakses oleh semua orang. Giring mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendengarkan dan membagikan musik atau lagu-lagu Indonesia.
"Sering sekali lagu-lagu Indonesia yang top dipakai untuk video TikTok, video Instagram, bahkan sering banget dipakai oleh tim-tim sepak bola luar," kata dia.
Mantan vokalis Band Nidji ini yakin jika musik Indonesia bisa mentas dan menembus pasar dunia. Di saat masyarakat cinta dan menggunakan karya Indonesia, dunia akan melihat.
"Pak Menteri selalu bilang sama saya pak wamen lihat, ketika kita menggunakan ke-Indonesiaan kita, justru dunia menengok kita," ujar dia.
Giring juga menegaskan di ajang AMI Award, dirinya enggan turut campur penentuan musisi yang masuk dalam nominasi pemenang di AMI Award.
"Saya, pak Mahendra tidak ikut sama sekali, tidak cawe-cawe siapa yang menang, siapa yang masuk nominasi. Kita sudah semua serahkan ke Mas Candra Darusman (Ketua Umum Yayasan AMI)," kata Giring.
Giring yakin Candra Darusman bisa objektif dalam menentukan musisi yang masuk nominasi pemerina AMI Award. Girin menilai, Candra Darussman merupakan orang yang memiliki kredibilitas.
"Mas Candra ini lagunya banyak, tapi tidak pernah masuk nominasi. Walaupun lagunya banyak, tapi karena dia enggak boleh (mendaftar) di AMI Award," tandasnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383990/original/053281200_1793125931-IMG_20261027_160016.jpg)
Sementara Ketua Umum Yayasan AMI Award Candra Darussman mengatakan, keberagaman menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan AMI Awards. Menurutnya, perkembangan musik tidak bisa dilepaskan dari perubahan zaman yang turut membentuk selera pendengar.
Dia menilai musik yang terdengar asing bagi satu generasi belum tentu mendapat penilaian serupa dari generasi berikutnya. Karena itu, perbedaan selera musik semestinya dipahami sebagai bagian dari dinamika budaya.
“Jangan lupa bahwa saat saya masih kecil, orang tua saya itu menolak musik The Beatles. Tapi generasi saya pada waktu itu menerima musik The Beatles, karena eranya juga beda,” kata Candra.
Ia menegaskan, setiap era memiliki karakter musik tersendiri. Sikap terbuka terhadap perkembangan tersebut dinilai penting agar karya dari berbagai generasi tetap mendapatkan tempat dalam industri musik Indonesia.
“Setiap era ada karakteristiknya dan kita menerima secara terbuka,” ujar Candra.
Candra menjelaskan, AMI Awards berupaya merangkul berbagai genre, kelompok, dan generasi dalam satu panggung penghargaan. Dengan begitu, ajang tersebut tidak hanya menjadi tempat memberikan penghargaan kepada musisi, tetapi juga merekam perkembangan musik Indonesia dari tahun ke tahun.
Advertisement

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383991/original/071479100_1793125931-IMG_20261027_160216.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383800/original/042642700_1793098835-death_race_-_h_-_2008.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383555/original/073159600_1793091384-PH_MOBILE_VOF_KAPAN_PUNYA_ANAK_POSTER_PERTAMA___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383430/original/067904100_1793086180-Screenshot_2026-10-27_114307.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380392/original/071828600_1792680082-KV_MASTER_LANDSCAPE_TRADING_PAINT_MAIN_KV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379343/original/076983400_1792590747-MV5BYTJhODMxMjYtZGY3MS00MjMxLWE5OGEtZTE4NjI1OTA4MTAwXkEyXkFqcGc_._V1_.jpg)