Fakta Unik John Lennon, Vokalis The Beatles yang Dahulu Sering Tidur di Peti Mati

Salah satu anggota utama The Beatles ditembak mati di depan pintu masuk apartemennya di Dakota, Kota New York, setelah pulang dari sesi rekaman di studio.

Ferniza Tri Aulia
Oleh Ferniza Tri Aulia - Reporter
Fakta Unik John Lennon, Vokalis The Beatles yang Dahulu Sering Tidur di Peti Mati
Fakta Unik John Lennon, Vokalis The Beatles yang Dahulu Sering Tidur di Peti Mati (Merdeka.com)

Salah satu anggota utama The Beatles ditembak mati di depan pintu masuk apartemennya di Dakota, Kota New York, setelah pulang dari sesi rekaman di studio.

Pada tanggal 9 Desember 1980, John Lennon, penyanyi utama dari The Beatles, meninggal dunia setelah ditembak oleh David Chapman. Chapman, seorang penggemar asal Hawaii, menembakkan lima peluru ke arah Lennon yang pada saat itu berusia 40 tahun, dan empat di antaranya mengenai bagian belakang tubuhnya. Kematian John Lennon menyebabkan duka yang mendalam di seluruh dunia. Dia dikenal sebagai vokalis The Beatles yang memiliki kepribadian menarik. Ternyata, John Lennon memiliki kebiasaan tidur di dalam peti mati. Allan Williams, manajer pertama The Beatles, memiliki peti mati tua di kafenya yang sering digunakan oleh Lennon untuk tidur siang.

Dibesarkan oleh Seorang Bibi <br>
© 2024 merdeka.com

John Lennon dibesarkan oleh bibinya Mimi, yang tidak setuju dengan minatnya untuk mengejar karier dalam musik. Masa kecil Lennon penuh dengan peristiwa yang berliku. Tanpa ayah, ibunya meninggal secara tragis dalam kecelakaan mobil.

Setelah Memutuskan menjadi Vegetarian Ia Kembali Memakan Daging <br>
© 2024 merdeka.com

Setelah George Harrison dan Paul McCartney mulai menjadi vegetarian, Ringo Starr memutuskan untuk mengikuti gaya makan tersebut bukan karena alasan spiritual, tetapi karena alasan kesehatan. Meskipun John Lennon sempat mencoba menjadi vegetarian, dia selalu kembali ke kebiasaan makan daging.

Pernah Memukul Seseorang Hingga Nyaris Tewas <br>
© 2024 merdeka.com

Pada tahun 1963, saat Wooler meminta Lennon untuk mengungkapkan orientasi seksualnya, Lennon, dalam keadaan mabuk berat, menyerang Wooler dengan keras, menyebabkan luka parah dan hampir saja merenggut nyawa Wooler.

Memiliki Hobi Bermain Monopoli <br>
© 2024 merdeka.com

Lennon tidak peduli jika dia kalah dalam permainan tersebut, yang penting bagi dia adalah memiliki Boardwalk dan Park Place pada akhirnya untuk diperdagangkan.

Sempat Mengambil Foto Bersama Orang yang Membunuhnya <br>
© 2024 merdeka.com

Beberapa jam sebelum kejadian pembunuhan, Lennon berfoto bersama orang yang kemudian menjadi pembunuhnya, sambil menandatangani album Double Fantasy miliknya.

Pembunuhnya, Mark David Chapman, juga meminta tanda tangannya. Setelah itu, jenazah Lennon dikremasi. Sampai saat ini, Yoko Ono tidak pernah mengungkapkan keberadaan abunya.

Memiliki Kebiasaan Aneh Tidur di Dalam Peti <br>
© 2024 merdeka.com

Allan Williams, manajer pada awal kariernya dengan The Beatles, mengungkapkan informasi tersebut.

Williams memiliki peti mati tua yang digunakan oleh Lennon untuk tidur siang, yang dihiasi dengan dekorasi dari kafe miliknya.

Tidak Memiliki Rasa Puas Atas Rekaman The Beatles <br>
© 2024 merdeka.com
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Lennon bahkan meminta kepada produser George Martin agar semua lagu dari semua rekaman The Beatles direkam ulang ketika band tersebut hampir bubar.

Dilaporkan Pernah Mencuri Harmonika <br>
© 2024 merdeka.com

Menurut laporan berita, John Lennon dikabarkan mencuri sebuah harmonika dari sebuah toko musik di Arnhem, Belanda. Harmonika tersebut kemudian ia gunakan dalam bagian intro dari lagu Love Me Do, yang membuatnya terkenal sebagai musisi legendaris.

John Lennon Membenci Suaranya Sendiri <br>
© 2024 merdeka.com

Dia sering meminta untuk merekam ulang suaranya dan meminta George Martin, produsernya, untuk memperbaikinya. Pada tahun 2018, Klaus Voormann, bassis yang bekerja sama dengan Lennon dalam lagu solo, mengonfirmasi hal ini kepada Billboard.

Menderita Rabun Jauh <br>
© 2024 merdeka.com

Dia tidak hanya mengenakan kacamata ikoniknya untuk gaya, tetapi juga karena kacamata tersebut membantu mengatasi masalah serius rabun jauhnya.

Rekomendasi