Kebiasaan Tahan Gas Saat Nanjak, Kenapa Bisa Bikin CVT Motor Matic Cepat Jebol?

Menahan gas saat berhenti di tanjakan dapat merusak komponen CVT.

Zaidan Fakhir Heryani
Oleh Zaidan Fakhir Heryani - Reporter
Kebiasaan Tahan Gas Saat Nanjak, Kenapa Bisa Bikin CVT Motor Matic Cepat Jebol?
CVT motor skutik (Foto: Driveaccord). (© 2026 Liputan6.com)

Menahan gas sambil mengerem saat berada di tanjakan atau saat macet di jalan yang menanjak bertujuan agar sepeda motor tidak mundur.

Namun, kebiasaan ini ternyata dapat menimbulkan risiko serius bagi komponen transmisi otomatis, khususnya CVT (Continuously Variable Transmission).

Kebiasaan tersebut justru membuat CVT beroperasi di luar kondisi normal, sehingga komponen internal seperti kampas ganda, rumah kopling, dan v-belt menjadi lebih cepat aus bahkan bisa mengalami kerusakan.

Menurut informasi yang dilansir dari laman wahanahonda.com pada Selasa (10/2/2026), motor matic dirancang untuk mengalirkan tenaga dari mesin secara otomatis melalui sistem CVT, yang mengikuti putaran mesin dan bukaan gas secara teratur.

Namun, ketika gas dibuka sementara roda terhambat oleh rem, kampas ganda yang seharusnya mencengkeram mangkuk kopling terpaksa bekerja dalam kondisi yang tidak ideal.

Akibatnya, gesekan yang terjadi sangat kuat dan dapat menghasilkan panas berlebih (overheat), yang menyebabkan kampas cepat aus, permukaan mangkuk kopling berubah bentuk, dan bahkan seal (seal kruk as) dapat bocor akibat suhu tinggi di area transmisi.

Dampak lain yang sering dirasakan pengendara akibat kebiasaan ini adalah munculnya gredek, yaitu kondisi di mana tenaga motor terasa tersendat atau bergetar saat mulai bergerak.

Hal ini terjadi karena permukaan kampas ganda dan rumah kopling sudah tidak rata akibat gesekan yang intens.

Kebiasaan ini tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya servis karena komponen transmisi CVT harus diganti lebih cepat dari yang seharusnya.

Faktor yang Menyebabkan CVT Cepat Aus

Sering Tahan Gas Sambil Ngerem di Tanjakan? Hati-Hati CVT Motor Matic Cepat Jebol
CVT motor skutik (Foto: Driveaccord). © 2026 Liputan6.com

Komponen CVT pada sepeda motor matic berfungsi berdasarkan prinsip pemanfaatan tenaga mesin melalui elemen-elemen seperti kampas ganda, rumah kopling, dan v-belt.

Elemen-elemen ini bekerja sama untuk mentransfer tenaga ke roda belakang dengan cara yang halus, tanpa memerlukan perpindahan gigi secara manual.

Ketika pengendara membuka gas tetapi tetap menahan rem, sistem CVT akan mengalami beban dan gaya yang tidak sesuai dengan fungsinya.

Dalam kondisi ini, kampas ganda terpaksa mencengkeram, yang mengakibatkan kinerjanya tidak optimal.

Gesekan yang terjadi akibat situasi tersebut dapat menghasilkan panas yang sangat tinggi di dalam ruang transmisi yang tertutup. Jika panas berlebih ini dibiarkan, dapat menyebabkan kampas ganda cepat aus atau bahkan mengeras.

Selain itu, mangkuk kopling yang terbuat dari logam juga dapat memuai dan berubah bentuk, sehingga mengurangi efektivitas cengkeraman dan distribusi tenaga ke roda belakang.

Dampak dari panas yang ekstrem ini juga dapat mempengaruhi seal yang berfungsi untuk menjaga oli tetap pada posisinya.

Jika seal meleleh atau bocor, oli akan merembes ke komponen lain, yang dapat menyebabkan slip atau gejala abnormal lainnya. Hal ini pada akhirnya akan mengakibatkan biaya servis transmisi yang tinggi.

Gejala Komponen Aus

Sering Tahan Gas Sambil Ngerem di Tanjakan? Hati-Hati CVT Motor Matic Cepat Jebol
CVT motor skutik (Foto: Driveaccord). © 2026 Liputan6.com

Kebiasaan menginjak gas sambil menekan rem saat berada di tanjakan tidak hanya berpengaruh pada umur komponen, tetapi juga memengaruhi pengalaman berkendara secara keseluruhan.

Salah satu tanda yang dapat dirasakan adalah motor menjadi gredek, atau suara yang tidak rata akibat gesekan yang berlebihan.

Selain itu, pengendara mungkin akan mencium bau hangus atau sangit, yang menandakan adanya panas berlebih pada area CVT.

Ini merupakan sinyal bahwa komponen telah beroperasi di luar batas normalnya. Bau yang muncul ini harus diwaspadai, karena sebaiknya motor tidak dibiarkan dalam kondisi tersebut terlalu lama; hal ini dapat menyebabkan kerusakan yang lebih serius pada bagian lainnya.

Bagi pemilik motor yang telah mengalami gejala seperti ini, sangat disarankan untuk segera membawa motor ke bengkel resmi guna melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Melakukan servis pada CVT dengan menggunakan suku cadang asli akan membantu memulihkan performa motor serta mencegah terjadinya masalah yang sama di masa mendatang.

Dengan tindakan yang tepat, pengendara dapat memastikan motor tetap dalam kondisi optimal dan pengalaman berkendara menjadi lebih nyaman. Sebaiknya, pemilik motor rutin melakukan pemeriksaan untuk menjaga agar motor tetap dalam keadaan baik.

Strategi Aman di Tanjakan

Sering Tahan Gas Sambil Ngerem di Tanjakan? Hati-Hati CVT Motor Matic Cepat Jebol
CVT motor skutik (Foto: Driveaccord). © 2026 Liputan6.com

Pengendara sebaiknya menutup gas sepenuhnya dan hanya menggunakan rem belakang saat berhenti di tanjakan.

Alternatif lainnya adalah memanfaatkan fitur Smart Parking Brake Lock yang tersedia pada beberapa model motor untuk menjaga posisi motor tetap stabil. Langkah ini penting untuk menghindari kerja ekstra yang tidak perlu pada sistem CVT.

Ketika siap melanjutkan perjalanan, lepaskan rem sambil memutar gas dengan lembut dan terkontrol. Dengan cara ini, sistem CVT dapat mencengkeram dengan baik sebelum motor mulai bergerak.

Pola berkendara ini memungkinkan transmisi berfungsi dalam kondisi normal tanpa mengalami beban berlebihan.

Mengadopsi kebiasaan berkendara yang sederhana namun efektif ini dapat membantu pemilik motor matic dalam menjaga umur pakai CVT agar lebih panjang.

Selain itu, hal ini juga dapat meminimalkan biaya servis yang mungkin timbul serta memastikan pengalaman berkendara yang nyaman dan aman.

Dengan memperhatikan cara berkendara, pemilik motor dapat mengoptimalkan performa kendaraan mereka dan menghindari masalah yang dapat terjadi akibat penggunaan yang tidak tepat.

Rekomendasi