Perjalanan Olivia untuk hamil tidaklah mudah. Pada kehamilan pertamanya, ia mengalami keguguran pada usia kandungan 9 minggu ketika jantung janinnya berhenti berdetak.
Advertisement
Keguguran 2 kali
Hanya beberapa bulan kemudian, ia hamil lagi. Namun, pada kehamilan kedua, ia mengalami keguguran lagi pada usia kandungan 10-11 minggu.
Advertisement
Melakukan Inseminasi
Pada saat itu, janinnya mengalami kebocoran jantung dan organ tubuhnya tidak berkembang dengan baik. Meskipun demikian, Olivia dan Denny tidak menyerah dan melakukan inseminasi di Penang.
Advertisement
Alami Pendarahan
Hasil inseminasi itu menunjukkan Olivia hamil, tetapi sayangnya kantong kehamilannya kosong karena embrionya tidak berkembang. Akibatnya, ia kembali menjalani prosedur kuretase setelah mengalami pendarahan.
Advertisement
Sempat Pinsan
Darah dalam bentuk bongkahan keluar seperti hati sapi, membuat Olivia lemas di tempat tidur sampai ia pingsan, dan harus ditolong oleh asistennya. Meskipun demikian, Olivia tetap tidak menyerah.
Advertisement
Kali Ini Usahanya Berhasil
Ia kemudian mencoba inseminasi lagi di Indonesia, tetapi hasilnya kembali gagal karena tidak ada embrionya yang berkualitas. Namun, ia tidak menyerah dan mencoba inseminasi sekali lagi. Kali ini, usahanya berhasil, dan ia hamil.
Advertisement
Sempat Merasa Sedih
Berkali-kali gagal hamil, Olivia mengaku pernah merasa sangat sedih hingga mengurung diri di kamar selama 3 hari, hanya menangis. Namun, Denny selalu memberikan dukungan yang tak pernah surut.
Advertisement
Kini Olivia Hamil dan Menunggu sang Buah Hati Lahir
Saat ini, ia sedang hamil dan menantikan kelahiran si kecil. Sebelumnya, banyak yang menduga Olivia sedang hamil dan mendoakan agar ia serta janinnya tetap sehat hingga hari persalinan.