Atalarik Syach mengaku rumahnya dibongkar paksa aparat tanpa surat eksekusi pada Kamis (15/5). Padahal tanah tersebut telah dibeli pada tahun 2000. Mantan suami yang sempat cekcok sengit soal hak asuh dengan Tsania Marwa ini mengaku kecewa.
"Saya lagi didzolimi, saya berjuang mempertahankan tanah saya dari tahun 2015. Padahal tanah ini sudah dibeli sejak tahun 2000," Atalarik Syach dalam sebuag video di media sosial, dikutip Jumat (16/5).
Rumah yang berada di Kampung Cikempong, Kel. Pakansari, Cibinong-Bogor, Jawa Barat itu terlihat sudah sebagian dihancurkan. Ia menjelaskan sebagian dinding rumahnya telah jebol dan atapnya pun sudah hancur.
"Singkat cerita tidak ada pemberitaan ke saya, dianggap kami ini seperti binatang . Tidak ada surat untuk kita, tapi bisa sekarang dieksekusi sampai ke genteng," ungkapnya.
Berikut ini potret rumah Atalarik Syach yang dibongkar paksa pihak berwenang tanpa pemberitahuan, dikutip dari KapanLagi.com.
Advertisement
Potret rumah Atalarik Syach yang dibongkar paksa aparat. Rumah dua lantai tersebut berlokasi di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Advertisement
Di bagian depan rumah, pintu telah hilang, dan atap teras juga mengalami kerusakan serta dipenuhi puing-puing.
Advertisement
Di samping jalan, terdapat sebuah barikade yang telah dipasang untuk melindungi salah satu rumah yang akan menjalani proses eksekusi.
Advertisement
Di lokasi kejadian, sudah terlihat kehadiran sejumlah personel dari kepolisian dan TNI. Selain itu, tim eksekusi dari Pengadilan Negeri Cibinong juga telah hadir di tempat tersebut.
Advertisement
Di sisi lain, sejumlah dinding rumah telah mengalami banyak kerusakan akibat dibobol, dengan berbagai bekas kerusakan yang terlihat di sana-sini.
Advertisement
Mantan suami Tsania Marwa menyatakan bahwa ia telah membeli tanah di lokasi rumah tersebut pada tahun 2000. Sejak tahun 2015, ia berusaha untuk mempertahankan kepemilikannya atas tanah tersebut.
Advertisement
Atalarik Syach sebelumnya pernah mengungkapkan rasa ketidakpuasan melalui IG story terkait eksekusi yang berlangsung di rumahnya. Ia merasa tindakan tersebut tidak seharusnya dilakukan dengan cara seperti itu, dan hal ini menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan pengikutnya.
Advertisement
Dia merasa bingung karena ketika ditanya nama satu per satu, tidak ada yang mau memberikan informasi.
Advertisement
Sementara itu, rumah kedua Atalarik juga akan mengalami proses eksekusi. Pihak-pihak yang berwenang terlihat mengunjungi lokasi rumah tersebut untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.