Siapa sangka, di balik gemerlap dunia hiburan, terdapat sejumlah artis Indonesia yang mengejar pendidikan tinggi di jurusan-jurusan yang terbilang tidak lazim. Mereka membuktikan bahwa kesuksesan di dunia entertainment tak lantas membatasi minat dan ambisi untuk mendalami bidang studi yang menantang dan spesifik. Artikel ini akan mengulas beberapa artis yang memilih jalur pendidikan yang unik dan inspiratif.
Sherina Munaf, misalnya, memilih Neuroscience di University of Sydney, Australia. Isyana Sarasvati, dengan fokusnya pada Pertunjukan Musik di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA), Singapura, dan The Royal College of Music, London, juga menunjukkan pilihan yang spesifik dan penuh tantangan. Sementara itu, Dian Sastrowardoyo memilih untuk mendalami Filsafat di Universitas Indonesia (UI), dan Maudy Ayunda menamatkan studinya di Universitas Oxford dengan jurusan Philosophy, Politics, and Economics (PPE).
Pilihan-pilihan jurusan yang tidak biasa ini menunjukkan adanya minat dan ambisi yang kuat di luar dunia hiburan. Mereka berani mengejar pendidikan yang sesuai passion, meskipun kurang populer dibandingkan jurusan-jurusan yang lebih umum diminati. Hal ini menjadi bukti bahwa kesuksesan di dunia hiburan tidak menghalangi pencapaian akademis di bidang yang menantang dan spesifik.
Advertisement
Neurosains, Musik, dan Filsafat: Pilihan Karier yang Tak Biasa
Sherina Munaf, dengan pilihannya di bidang Neuroscience, menunjukkan minat yang mendalam terhadap kompleksitas sistem saraf dan fungsi otak. Studi ini membutuhkan ketekunan dan daya analisis yang tinggi, jauh berbeda dengan dunia hiburan yang dinamis. Sementara itu, Isyana Sarasvati, dengan pilihannya di bidang pertunjukan musik di institusi bergengsi, menunjukkan dedikasi dan komitmen yang luar biasa terhadap seni musik.
Dian Sastrowardoyo, dengan pilihannya di bidang Filsafat, menunjukkan kecerdasan dan kemampuan berpikir kritis yang tinggi. Filsafat, sebagai bidang studi yang membutuhkan pemikiran analitis yang mendalam, menuntut kemampuan untuk menggali pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang kehidupan dan eksistensi. Maudy Ayunda, dengan jurusan PPE di Oxford, menunjukkan kemampuannya untuk berpikir interdisipliner dan menguasai tiga bidang studi yang berbeda, yaitu Filsafat, Politik, dan Ekonomi.
Keempat artis ini membuktikan bahwa kesuksesan di dunia hiburan tidak menghalangi minat dan ambisi mereka untuk mendalami bidang studi yang menantang. Mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani mengejar passion, meskipun jalan yang dipilih terbilang tidak umum.
Advertisement
Pilihan Jurusan yang Tak Kalah Unik
Selain keempat artis di atas, masih banyak artis lain yang memilih jurusan kuliah yang tidak biasa. Rachel Amanda, misalnya, awalnya mengambil Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI, kemudian beralih ke Psikologi UI. Perubahan jurusan ini menunjukkan pencarian minat yang dinamis dan tidak selalu mengikuti arus utama.
Oki Setiana Dewi memiliki tiga gelar sarjana dari jurusan yang beragam: Sastra Belanda UI, Pendidikan Anak Usia Dini UNJ, dan Kajian Islam UIN. Kombinasi ini menunjukkan minat yang luas dan tidak umum di kalangan artis. Bondan Prakoso juga memilih jurusan D3 Sastra Belanda di UI, menunjukkan minat yang spesifik terhadap bahasa dan sastra Belanda.
Rara Sekar, melanjutkan pendidikan S2-nya dengan mengambil jurusan Antropologi di Selandia Baru. Antropologi, sebagai bidang studi yang mempelajari budaya dan masyarakat manusia, membutuhkan kepekaan dan kemampuan analisis yang tinggi. Pilihan jurusan ini menunjukkan minat Rara Sekar terhadap pemahaman yang lebih dalam tentang budaya dan masyarakat.
Para artis ini membuktikan bahwa kesuksesan di dunia hiburan tidak membatasi minat dan ambisi mereka untuk mengejar pendidikan di bidang yang mereka minati, meskipun bidang tersebut kurang populer.