Review Film Norma: Antara Mertua dan Menantu, Drama Perselingkuhan Penguras Emosi Lebaran 2025

Film "Norma: Antara Mertua dan Menantu" memiliki semua elemen untuk menjadi box office, mulai dari aktor yang berkualitas.

Wayan Diananto
Oleh Wayan Diananto - Reporter
Review Film Norma: Antara Mertua dan Menantu, Drama Perselingkuhan Penguras Emosi Lebaran 2025
Norma: Antara Mertua dan Menantu memenuhi semua kriteria untuk jadi box office dari segi pemain, tema, sumber asli yang viral, hingga kualitas hasil akhir. (Foto: Dok. Dee Company) (© 2025 Liputan6.com)

Secara jujur, Norma: Antara Mertua dan Menantu memenuhi semua syarat untuk menjadi box office berkat kombinasi pemain yang menarik, tema yang relevan, sumber cerita yang sangat viral, serta kualitas yang mampu menggugah emosi penonton.

Film ini diprediksi akan menjadi unggulan di tengah persaingan selama Lebaran. Tissa Biani, yang berperan sebagai Norma Risma, bahkan berharap film ini dapat mencapai 7 juta penonton. Namun, kenyataannya di tangga box office menunjukkan hal yang berbeda. Film ini bersaing ketat dengan Pabrik Gula, Qodrat 2, Jumbo, dan Komang, tetapi Norma: Antara Mertua dan Menantu masih menjadi satu-satunya film yang belum mencapai 500 ribu penonton. Ini adalah situasi yang terjadi saat review film ini ditulis.

Sementara itu, banyak yang masih ingat saat Norma Risma menjadi bintang tamu di podcast Curhat Bang Denny Sumargo pada Desember 2022. Podcast yang berdurasi 1 jam 29 menit tersebut berhasil meraih 28 juta views, mencetak rekor pada masanya.

Norma, Irfan, dan Rina

Review Film Norma: Antara Mertua dan Menantu, Drama Perselingkuhan Penguras Emosi Lebaran 2025
Norma: Antara Mertua dan Menantu memenuhi semua kriteria untuk jadi box office dari segi pemain, tema, sumber asli yang viral, hingga kualitas hasil akhir. (Foto: Dok. Dee Company) © 2025 Liputan6.com

Film Norma: Antara Mertua dan Menantu diangkat dari kisah nyata Norma Risma. Dalam cerita ini, Norma Risma (Tissa Biani) menikah dengan Irfan (Yusuf Mahardika), yang bekerja di sebuah swalayan terkenal di Serang. Mereka menetap di rumah Norma, di mana ibunya, Rina (Wulan Guritno), juga tinggal.

Rina telah lama berpisah ranjang dengan suaminya, Abdul (Rukman Rosadi), yang merantau ke Jakarta. Awalnya, kehidupan pernikahan mereka berjalan harmonis. Norma dan Irfan bahkan berinisiatif membuka warung mi ayam untuk Rina, yang dikelola dengan bantuan kakak iparnya, Fitri (Nunung).

Namun, suatu ketika, setelah bertengkar dengan Norma, Irfan tidur di kursi ruang tamu. Di situ, Rina hadir dan menawarkan bantuan dengan membalur minyak kayu putih serta memijat punggungnya. Kontak fisik pertama antara Rina dan Irfan ini menimbulkan perasaan yang tak terduga di hati mereka. Sejak momen tersebut, mereka mulai melakukan pertemuan-pertemuan rahasia di warung mi ayam dan di rumah. Meskipun mereka berusaha menyembunyikan hubungan ini, "serapi apapun bangkai dibungkus, bau busuknya akan tetap tercium," dan Fitri adalah orang pertama yang mencium gelagat aneh tersebut.

Antara Mertua dan Menantu

Review Film Norma: Antara Mertua dan Menantu, Drama Perselingkuhan Penguras Emosi Lebaran 2025
Norma: Antara Mertua dan Menantu memenuhi semua kriteria untuk jadi box office dari segi pemain, tema, sumber asli yang viral, hingga kualitas hasil akhir. (Foto: Dok. Dee Company) © 2025 Liputan6.com

Dramaturgi Norma: Antara Mertua dan Menantu mengingatkan kita pada Ipar Adalah Maut. Hal ini mungkin disebabkan oleh penulis naskah yang sama, yaitu Oka Aurora, yang juga terlibat dalam megadrama Layangan Putus serta Jangan Salahkan Aku Selingkuh. Selain itu, editor yang sama, Wawan I. Wibowo, juga berkontribusi dalam proyek ini dan berhasil meraih Piala Citra Penyunting Gambar Terbaik FFI 2024 untuk Ipar Adalah Maut. Meskipun ada beberapa bagian yang terasa komikal, alur cerita tetap terjaga dengan rapi. Contohnya, adegan ketika ponsel terjatuh ke dalam ember berisi air. Nunung dan Erick Ekstrada berhasil mengeksekusinya dengan cara yang lucu, sehingga mampu memicu tawa penonton meskipun menggunakan formula yang sudah sangat klasik.

Perselingkuhan

Review Film Norma: Antara Mertua dan Menantu, Drama Perselingkuhan Penguras Emosi Lebaran 2025
Norma: Antara Mertua dan Menantu memenuhi semua kriteria untuk jadi box office dari segi pemain, tema, sumber asli yang viral, hingga kualitas hasil akhir. (Foto: Dok. Dee Company) © 2025 Liputan6.com

Kekuatan dari Norma: Antara Mertua dan Menantu terletak pada penggambaran isu perselingkuhan yang bisa terjadi dalam masyarakat. Isu ini berpotensi menimpa siapa saja, kapan saja, dan di tempat yang tidak terduga, seperti warung atau gudang. Para pelaku dalam cerita ini digambarkan sedemikian rupa sehingga terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, Hot Mama Wulan Guritno terlihat seperti ibu-ibu biasa dengan warna kulit wajah yang tidak merata. Hal ini membuat karakter yang cenderung tertutup sejak awal terasa believable.

Yusuf Mahardika, yang diceritakan dalam film, tidak digambarkan sebagai sosok yang charming. Ia benar-benar terlihat seperti pria biasa, layaknya tetangga kita. Karakter ini tidak disajikan sebagai pria tampan yang ideal, sehingga ketika perselingkuhan terjadi, perasaan ironisnya menjadi sangat kuat.

Dengan demikian, penonton dapat merasakan dampak emosional yang mendalam dari situasi tersebut.

Karakter dengan dasar yang kokoh

Review Film Norma: Antara Mertua dan Menantu, Drama Perselingkuhan Penguras Emosi Lebaran 2025
Norma: Antara Mertua dan Menantu memenuhi semua kriteria untuk jadi box office dari segi pemain, tema, sumber asli yang viral, hingga kualitas hasil akhir. (Foto: Dok. Dee Company) © 2025 Liputan6.com

Oka Aurora menciptakan karakter-karakter dengan dasar yang cukup kuat. Mengutip istilah dari acara berita kriminal yang pernah populer, kejahatan tidak hanya muncul dari niat pelakunya, tetapi juga karena adanya kesempatan. Jika boleh menambahkan satu elemen lain, yaitu luka dari masa lalu yang belum tuntas. Pelaku merasa membutuhkan solusi.

Sayangnya, solusi tersebut berada di tangan yang tidak tepat dan dalam situasi yang tidak mendukung. Rina bukanlah seorang pelakor yang licik; dia hanya merasa tidak bahagia dan terjebak tanpa pilihan. Ketika dia akhirnya mengambil keputusan, akibatnya sangat fatal. Hal serupa juga dialami oleh Irfan.

Keduanya menunjukkan penampilan yang maksimal meskipun pengarah kamera berusaha untuk tidak menampilkan secara eksplisit, namun tetap saja, adegan-adegan dalam film ini membuat jantung penonton berdegup kencang.

Arahkan Perhatian Penonton ke Berbagai Hal

Review Film Norma: Antara Mertua dan Menantu, Drama Perselingkuhan Penguras Emosi Lebaran 2025
Norma: Antara Mertua dan Menantu memenuhi semua kriteria untuk jadi box office dari segi pemain, tema, sumber asli yang viral, hingga kualitas hasil akhir. (Foto: Dok. Dee Company) © 2025 Liputan6.com

Adegan saat seseorang keluar dari kamar mandi atau ketika celana dalam tertinggal di ranjang bisa membuat imajinasi penonton melayang jauh. Film ini menyajikan berbagai klimaks dalam rangkaian konflik yang menarik.

Sebenarnya, penonton memiliki kesempatan untuk meluapkan kemarahan mereka di bioskop. Namun sayangnya, jumlah penonton yang hadir tidak banyak. Hal ini mungkin disebabkan oleh tema perselingkuhan yang kurang sesuai untuk ditonton saat libur Lebaran, yang biasanya diisi dengan momen berkumpul bersama keluarga dari berbagai generasi. Pada umumnya, film yang dipilih untuk ditonton saat Lebaran adalah yang menghibur dan penuh keseruan, bukan yang membuat penonton merasa kesal dan ingin mengeluh.

Kisah-Kisah yang Viral

Kisah-kisah yang viral seperti Norma Risma, Ipar Adalah Maut, dan KKN di Desa Penari sebenarnya memiliki potensi untuk mempromosikan diri mereka sendiri. Viralitas merupakan bentuk publikasi yang sangat berharga. Namun, saat karya-karya tersebut diadaptasi ke media lain, mereka tetap memerlukan elemen "dar-der-dor" yang dapat menarik perhatian calon penonton kembali. Hal ini penting untuk diingat, mengingat masyarakat kita cenderung cepat terkejut namun juga cepat melupakan. Selain itu, meskipun penampilan Norma: Antara Mertua dan Menantu di tangga box office mungkin bervariasi, film ini menawarkan paket lengkap yang menyajikan berbagai sensasi, mulai dari ngakak, rasa kesal, ketegangan, hingga momen-momen haru.

Pemain: Tissa Biani, Wulan Guritno, Yusuf Mahardika, Nunung, Rukman Rosadi, Erick Estrada, Devi Permatasari
Produser: Dheeraj Kalwani
Sutradara: Guntur Soeharjanto
Penulis: Oka Aurora
Produksi: Dee Company
Durasi: 134 menit

Jumlah produksi film Indonesia, berapa banyak? (Liputan6.com/Trie yas)
Jumlah produksi film Indonesia, berapa banyak? (Liputan6.com/Trie yas)
Rekomendasi