Diduga Terlibat Kasus Pemerasan, Mail Syahputra Asisten Nikita Mirzani Diperiksa Polisi 12 Jam

Kantor polisi sedang menyelidiki asisten Nikita Mirzani terkait kasus dugaan pemerasan.

Fikri Alfi Rosyadi
Oleh Fikri Alfi Rosyadi - Reporter
Diduga Terlibat Kasus Pemerasan, Mail Syahputra Asisten Nikita Mirzani Diperiksa Polisi 12 Jam
Asisten Nikita Mirzani Mail Syahputra Diperiksa Polisi Terkait Kasus Dugaan Pemerasan, Pihak Reza Gladys Buka Suara (Mail © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Asisten Nikita Mirzani, Mail Syahputra diduga terlibat dalam kasus dugaan pemerasan yang dilaporkan oleh dr. Reza Gladys, Dipl. AAAM, seorang pemilik produk skincare. Mail telah memenuhi panggilan dari Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan yang berkaitan dengan kasus ini pada hari Senin, 3 Februari 2025.

Proses pemeriksaan yang dijalani Mail berlangsung selama lebih dari 12 jam, dimulai dari pagi hingga malam dan berakhir sekitar pukul 22.30 WIB. Menanggapi pemanggilan tersebut, kuasa hukum dr. Reza Gladys, Julianus Paulus Sembiring, memberikan penjelasan mengenai laporan yang telah dibuat.

"Klien kami telah melaporkan kejadian ini di Polda Metro Jaya pada 3 Desember 2024, terhadap inisial NM dan rekan-rekannya. Mereka diduga telah melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 27B ayat (2) UU No. 1 Tahun 2024 tentang ITE serta Pasal 368 KUHP mengenai pemerasan," ungkap Julianus.

Sudah Serahkan Bukti-Bukti

Julianus menekankan pentingnya proses hukum yang berjalan secara independen tanpa campur tangan dari pihak mana pun, termasuk selebritas yang terlibat dalam kasus tersebut. Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang berusaha membentuk opini di media sosial.

"Bukti-bukti yang kami sampaikan akan menjadi sebuah fakta-fakta hukum agar kemudian penyidik di Polda Metro Jaya dapat mengungkap kasus ini dan dengan segera menetapkan tersangka dan proses hukum berjalan dengan baik tanpa ada intervensi dari manapun," ungkapnya.

Mail Syahputra Bungkam

Setelah menjalani pemeriksaan, Mail Syahputra berusaha menghindari awak media dan langsung menuju mobilnya. Dia meminta wartawan untuk mengajukan pertanyaan kepada kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid, mengenai proses pemeriksaan yang baru saja dilaluinya.

“Tadi, berapa pertanyaan ya? Bang Fahmi, berapa bang? Tanya ke Bang Fahmi aja,” ungkap Mail Syahputra dengan singkat.

Dia juga membantah tuduhan pemerasan yang ditujukan kepadanya, menegaskan tidak ada pihak yang melakukan pemerasan.

“Kalau pemerasan, nggak ada yang meras. Nggak tahu juga,” jelas Mail Syahputra. Penjelasan tersebut menunjukkan ketidakpuasan Mail terhadap tuduhan yang dialamatkan kepadanya, serta keinginannya untuk tidak terlibat lebih jauh dengan media.

Rekomendasi