Alasan Pongki Barata Pindah Ke Bali 'Kehidupan di Jakarta Tidak Cocok

Tak banyak yang tahu jika Pongki Barata kini tinggal di Pulau Bali. Pongki Barata tinggal di Bali bersama keluarganya.

Dian Rosadi
Oleh Dian Rosadi - Reporter
Alasan Pongki Barata Pindah Ke Bali 'Kehidupan di Jakarta Tidak Cocok
Pongki Barata dan Keluarga Tinggal di Bali. ©2023 Merdeka.com/Youtube Maia ALELDUL TV

Nama Pongki Barata sudah tidak asing lagi di dunia hiburan tanah air. Namanya dikenal bersama bandnya, Jikustik.

Tak banyak yang tahu jika Pongki Barata kini tinggal di Pulau Bali. Pongki Barata tinggal di Bali bersama keluarganya.

Pongki Barata mengungkapkan alasan pindah ke Bali. Hal itu diungkapkan Pongki kepada Maia Estianty dalam video bertajuk 'PONGKI BARATA & SOPHIE NAVITA JADI WARGA BALI , MALAH MAKIN LUCU !! TINGGALKAN JAKARTA & JIKUSTIK' di channel youtube MAIA ALELDUL TV. Berikut ulasan selengkapnya.

Alasan Pongki Barata Pindah Ke Bali

Pongki menikah dengan Sophie Navita pada 1 Maret 2003. Keduanya telah dikaruniai dua orang anak. Pongki bersama keluarga memutuskan pindah ke Bali pada 2016.

Awalnya, Maia bertanya soal alasan Pongki pindah ke Bali. Pongki pun mengungkapkan alasannya.

"Kenapa lu pindah ke Bali, kenapa baru pindah tahun 2016?" tanya Maia.

"Singkat cerita memang awalnya kami berdua ini tidak pernah berlama-lama rencana tinggal di kota besar, Jakarta ya," ucap Pongki.

Pongki: Kehidupan di Jakarta Tidak Cocok

Maia makin penasaran dengan jawaban Pongki. Pongki menyebut jika dirinya dan keluarga sudah tidak cocok dengan konsep kehidupan yang diinginkan di Jakarta.

"Kenapa? tanya Maia lagi.

"Karena engga cocoklah sama yang kita inginkan. Konsep kehidupannya itu engga cocok, kerjanya cocok tapi untuk berumah tangga, membesarkan anak engga karena saya pengennya di kota kecil. Namun terjebaklah kita dengan irama kerja di Jakarta which is fine saat itu," ucap Pongky.

Istri Pongki Sakit

Pongki bercerita hingga suatu waktu sang istri sakit. Menurutnya, salah satu metode penyembuhannya harus keluar dari hiruk pikuk kota besar.

"Sampai suatu hari Bu Sophie ini sakit, nah ketika beliau ini sakit salah satu metode penyembuhannya harus keluar dulu dari hiruk pikuk kota besar dan dia menemukan jawabannya itu panjang ada di bukunya Sophie 'Hati Gembira Adalah Obat'. Dia menemukan jawabannya ketika di Bali. Dia berlibur 1 Minggu tanpa keluarga, sendiri. Singkat cerita dari hasil rontgen yang tadinya paru-parunya dua itu ada flek putih di kanan dan kiri, ketika selesai di Bali pulang rontgen lagi, fleknya tinggal separuh. Tiba-tiba sembuh sendiri," ungkap Pongki.

"Nah ini kayak pertanda buat saya sudah sedemikian akut, ada permasalahan yang dia pendam yang tidak bisa dia sampaikan ke semua orang berakibat fungsi paru-parunya jadi ada sakit. Kemudian disitulah kode bahwa kayaknya kita harus keluar dari Jakarta dulu," imbuh Pongki.

"Kenapa engga ke Yogyakarta, kamu kan kampungnya Yogyakarta," ucap Maia.

"Yang pertama sebenernya malah ke Australi. Kita sudah buka akun disana, cari sekolah buat Sophie disana tapi karena sakit itu jadi engga bisa. Karena kejadian di Bali itu dia tiba-tiba dia sembuh, ya udah kita ke Bali," ucap Pongki.

Rekomendasi