Dulu Top dan Terkenal, Dua Artis Ini Blak-blakan Hidup Susah Tak Punya Rumah

Ada sebuah pepatah yang mengatakan hidup itu ibarat roda yang berputar. Hal itu nyatanya dirasakan oleh dua artis tanah air Ressa Herlambang dan Aji Yusman.

Dian Rosadi
Oleh Dian Rosadi - Reporter
Dulu Top dan Terkenal, Dua Artis Ini Blak-blakan Hidup Susah Tak Punya Rumah
Kolase Ressa Herlambang dan Aji Yusman. ©2023 Merdeka.com/Youtube/Istimewa

Ada sebuah pepatah yang mengatakan hidup itu ibarat roda yang berputar. Hal itu nyatanya dirasakan oleh dua artis tanah air Ressa Herlambang dan Aji Yusman.

Ressa Herlambang dan Aji Yusman sudah tidak asing lagi di dunia hiburan. Ressa Herlambang dikenal sebagai penyanyi yang dijuluki Justin Timberlake-nya Indonesia. Sementara Aji Yusman dikenal lewat perannya di sinetron 'Inikah Rasanya'.

Dulu menjadi artis top dan terkenal, siapa sangka jika Ressa Herlambang dan Aji Yusman sempat jatuh dan hidup susah. Bahkan lantaran tidak punya uang, keduanya sempat tinggal di rumah kontrakan. Berikut ulasan selengkapnya seperti dilansir berbagai sumber.

Ressa Herlambang dulunya dikenal sebagai pria kaya raya bak 'sultan'. Namun kehidupannya berubah setelah bisnis keluarganya gagal. Hal ini membuat Ressa dan keluarga sempat jatuh miskin.

Ressa Herlambang bersama sang mama dan papa harus tinggal sebuah kontrakan kecil. Saat itu, Ressa Herlambang masih ingat jika dirinya hanya punya uang Rp10 ribu.

"Jadi kita rumah tuh cuma sepetak A," kata Ressa Herlambang di channel youtube Ferdy Element.

Ressa Herlambang mengungkapkan jika keluarganya benar-benar dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit. Ressa mengaku jika saat itu dia tidak memiliki banyak uang seperti sebelumnya. Ressa ingat saat itu dia menemui Pak Rahayu dari Nagaswara. Saat hendak bertemu, dia naik motor dan hanya membawa uang Rp10 ribu.

Menurut Ressa, Pak Rahayu saat itu drop saat mendengar cerita dirinya dan keluarga yang sedang jatuh. Ressa pun saat itu dikabarkan akan dibuatkan single.

Ressa Herlambang begitu senang saat itu. Nominal 5 juta baginya begitu berarti untuk menyambung hidup.

"Itu rasanya dapet uang 5 juta Ya Allah, aku kasih ke mamah sampe apa ya, mamah sama papa waktu itu lagi nunggu aku pulang," ucapnya.

Ressa Herlambang kemudian membeli nasi padang. Ressa dan kedua orang tuanya sampai menitikan air mata saat makan bersama.

"Itu bener-bener dari situ kita beli nasi padang, makan sama-sama. Terus aku beli handphone. Yang penting bisa buat sms," ucap Ressa.

"Dari situ aku mulai bisa buka facebook, akhirnya bisa ketemu sama manajerku lama. Itu kita sampe nangis bertiga di depan makan nasi padang. Padahal zaman dulu tuh kita kalau makan di restoran bill 7 juta, 12 juta kalau zaman dulu," sambung Ressa.

Aji Yusman merasakan rentetan cobaan yang dia rasakan sejak 2010 hingga 2019. Awalnya, sang ibunda terkena stroke. Kemudian sang ayah terkena kanker.

"Dari 2010 sampai 2019 pas masuk pandemi, dimana titik uang lu abis paling banyak akhirnya?" tanya Denny Sumargo.

"Perjalanan dari tengah menuju akhir, cancer terus pemasukan engga ada sama sekali. Gua engga tahu ya intinya habisnya di titik dua itu bro. Karena ada dimana titik satu tahun full engga ada uang masuk," ucapnya.

Aji Yusman mulai menjual barang-barang miliknya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mulai dari rumah hingga kendaraan. Saat itu kondisi ekonominya makin terpuruk. Kondisi diperparah saat terjadi pandemi.

"Awal rumah (dijual). Tiba pada saat masuk pandemi itu memang kita abis kongsi untuk mendirikan salah satu PT kita sendiri (banyak keluar uang). Itu engga jalan, satu tahun engga income sama sekali, mobil lepas bro. Terus motor bro lepas. Ada satu motor lagi, lepas," ucap Aji Yusman.

"Sisa apa tuh?" tanya Denny Sumargo.

"Engga ada, kaki," jawab Aji Yusman.

Aji Yusman pun kini tinggal di kontrakan. Kehidupannya kini berbalik 180 derajat.

"Jadi lu tinggal dimana sekarang?" tanya Denny Sumargo.

"Ngontrak. Tadinya masih oke fine di apartement lah, masih mampu pada saat itu, pindah ke kontrakan yang Rp2,8 (juta), turun lagi 2,2, turun lagi 1,8, turun lagi 1,3, 1 juta dan Rp600 ribu," jawab Aji Yusman.

Rekomendasi