Musik-musik cadas karya Guns 'N Roses dan Bon Jovi dinyanyikan. Dalam sebuah konser rock di kawasan elite Jakarta Selatan. Betotan bassis Barry Likumahuwa begitu memukau penonton.
Barry tampil bersama Jordan Mustamu (gitar), Konde eks Samsons (drum), Dio Siahaan (kibor), Pepe Wong Pitoe (gitar), Patricia Anggoman dan Sabrina Amaranto (vokal latar). Sebagian besar merupakan pemain jaz.
Sweet Child O' Mine menjadi pembuka Rock Session Live Studio Concert. Disiarkan langsung melalui YouTube. Sahibulbait acara itu Pulung Agustanto dan Ican Wallad. Pulung tampil sebagai vokalis. Ican menjadi produser sekaligus sound engineer.
"Kalau respons bagus, mungkin akan sering digelar, tergantung pak produser," kata Pulung usai konser beberapa waktu lalu.
Repertoar dalam konser itu berisi beberapa signature songs dari berbagai band rock ternama era 1970-an hingga 1990-an. Mantan penyiar radio itu tampil bertenaga.
Sejumlah lagu dengan nada tinggi dibawakan, seperti Don't Stop Me Now dari Queen dan When I See You Smile milik Bad English. Pulung mampu menguasai lagu-lagu tersebut.
Selanjutnya, dia menyanyikan Bed of Roses karya Bon Jovi. Begitu tembang romantis itu selesai, Pulung melanjutkan dengan November Rain milik Guns N Roses.
"Ini player saya keren semua, yang deg-degan saya doang, nih," kelakar peraih gelar kibordis terbaik festival musik di awal dekade 1990-an itu.
Advertisement
Misi 'Gila'
Ternyata ada misi 'gila' di balik menggandeng Barry Likumahuwa. Selama ini Barry dikenal bassis biasa membawakan rock dan jazz. Pria asal Yogyakarta ini coba 'menyesatkan' Barry dkk dengan membawakan lagu-lagu koplo Jawa.
"Sekarang mulai rock, besok lama-lama ambyar," kata Pulung yang dikenal pecinta Queen.
Ican pun tak kalah gila dengan ide-ide konser selanjutnya. Dia membeberkan alasan menggandeng Barry dkk. Menurutnya, Barry merupakan musikus serba bisa meski lebih dikenal sebagai pemain musik jazz.
Ican menyebut Barry menyiapkan aransemen selama empat hari sebelum konser. Adapun latihannya cuma dua kali. "Barry itu ibarat ayam jago, dia awalnya rock dan beralih ke jaz, mampu menjadi player dan komposer," tutur pria berdarah Aceh itu.
Melihat respons penonton, Ican kian bersemangat menggelar show itu secara rutin. "Saya ingin rutin setiap bulan. Tidak melulu rock, genre lainnya. Saya ingin Mas Pulung menyanyikan lagu-lagu ambyar (dangdut koplo)," ucapnya.
Ican membangun ICanStudioLive di Jalan Erlangga V, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang dikenal kawasan orang tajir. Dia merancang studionya seperti perpustakaan, mirip dengan milik gitaris cum komposer Jerman, Martin Miller.
Ican lantas menjelaskan alasan menggelar konser menampilkan Pulung. Menurutnya, menggelar konser live studio dengan kualitas yang baik bukan perkara mudah. "Apalagi Mas Pulung bukan musisi jadi-jadian, dia sudah matang," tuturnya.
Malam itu, konser ditutup dengan lagu-lagu Queen; Bohemian Rhapsody, Love of My Life, I Want to Break Free, dan Somebody to Love. Somebody to Love menjadi lagu pamungkas.