Kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang guru di pesantren terhadap santrinya menjadi perhatian publik. Sosok guru bernama Herry Wirawan (36) melakukan pemerkosaan terhadap 12 santrinya. Dari aksi bejat tersebut, 7 santri melahirkan 9 bayi.
Cecep 'Preman Pensiun' turut menaruh perhatian terhadap kasus tersebut. Pria bernama Abenk Marco Capallera ini turut mengecam aksi yang dilakukan pelaku.
Cecep 'Preman Pensiun' menitipkan pelaku kepada rekan-rekannya yang ada di balik jeruji besi untuk memberikan pemahaman kepada pelaku. Ini ulasan selengkapnya.
Advertisement
Geram dengan Ulah Pelaku
Cecep 'Preman Pensiun' mengunggah foto pelaku di akun instagramnya. Cecep 'Preman Pensiun' ikut geram dengan apa yang dilakukan Herry Wirawan kepada santrinya.
Cecep 'Preman Pensiun' menitipkan pesan kepada rekan-rekannya yang ada di balik jeruji besi. Dia meminta tolong agar Herry Wirawan diberikaman 'pemahaman'.
"Teruntuk dulur-dulur yang lagi didalam, tolong titip orang ini kasih 'pemahaman' dan tolong jadikan partner untuk 'berolahraga'." tulisnya di instagram.
Advertisement
Banjir Komentar
Unggahan Cecep 'Preman Pensiun' menuai banyak respon dari netizen. Mereka menuliskan berbagai komentar.
"Pastinye udah geram bgt bang," tulis @andrewmessimichael.
"Kasih "pemahaman"nya sampai bener-bener paham," tulis @muchtar_emge.
"Salam olahraga," tulis @ussylakoro.
Advertisement
Perkosa 12 Santri
Aksi bejat dilakukan Herry Wirawan (36). Dia melakukan pemerkosaan 12 santrinya. Dari aksi bejat tersebut, 7 santri melahirkan 9 bayi.
Sebelumnya, Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Dodi Gazali Emil mengungkapkan, pemerkosaan yang dilakukan Herry dalam periode tahun 2016 hingga 2021 terjadi di berbagai tempat. Di antaranya, Yayasan Pesantren TM, Yayasan Komplek Sinergi, Pesantren MH, Basecamp, Apartemen TS Bandung, Hotel A, Hotel PP, Hotel BB, Hotel N, dan Hotel R.
Terpisah, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum berharap terdakwa kasus ini mendapat hukuman berat oleh majelis hakim. Di sisi lain, ia berharap masyarakat luas tidak menyamaratakan semua guru memiliki perilaku serupa.
"Sekitar 12 ribu pondok pesantren yang ada di Jawa Barat belum ditambah mungkin Majlis -Majlis, termasuk juga Madrasah Diniyah kemudian juga yang lainnya itu harapan kami tidak disamaratakan," harap dia.
Berdasarkan hasil penelusurannya, ia mendapat banyak informasi terdakwa memiliki perilaku yang tidak baik. "Ternyata memang saya bertanya kepada orang- orang yang kenal dia. Dia memang pernah pesantren tapi ga benar terus dia berperilakunya tidak sama dengan komunitas pesantren yang lainnya," katanya.