Dian Pelangi benar-benar tak menyangka bila rumahnya juga turut kebanjiran. Air yang mengalir masuk ke rumahnya dengan sangat cepat itu membuat ia bersama dengan keluarga tak sempat menyelamatkan barang-barang di lantai satu.
Ia pun hanya bisa pasrah melihat barang-barangnya tergenang air. Dian sempat panik karena di rumah kondisi listrik padam. Ia pun berusaha untuk mengungsi dengan menerobos genangan air banjir tanpa menggunakan perahu karet.
Di laman instagramnya, Dian membagikan beberapa video yang memperlihatkan kondisi lantai satu rumahnya yang kebanjiran. Selain itu, ia pun menceritakan bahwa tak memungkinkan lagi untuknya menetap di rumah itu saat ini dan putuskan untuk mengungsi.
Advertisement
Tak Menyangka
Di instagram story, Dia mengunggah sebuah video yang memperlihatkan kala air masuk ke rumahnya. Kata Dian, ia tak menyangka bila rumahnya akan kebanjiran lantaran selama ini tak pernah terjadi.
"Tadi malam tidur agak worry karena hujannya awet. Sempet mikir paling kalau banjir ya depan aja yang banjir soalnya memang selalu begitu, setiap musim banjir, hanya di jalan depan rumah aja yg banjir dan jarang masuk ke rumah," kata Dian.
"Paling banter itu se-mata kaki dan cuma sekali. Tapi subuh tadi lumayan kaget karena tiba-tiba lantai 1 udah masuk air. But then again, gak mikir bakal naik airnya. Cuma mikir ah paling siang udah surut kaya dulu-dulu," sambungnya.
Advertisement
Tak Terpikir Mengungsi
Dian kemudian mengatakan bahwa sejak awal turun hujan deras, ia tak terpikir akan mengungsi. Lantaran selama ini banjir hanya terjadi di depan rumahnya saja dan tak pernah masuk ke dalam.
"Jadi memang ga ada kepikiran angkut barang ke lantai 2. Gak mikir mengungsi juga. Jadi kita stay aja di lantai 2," imbuhnya.
Advertisement
Panik
Ternyata perkiraan Dian keliru. Ia benar-benar tak menyangka bila air justru tak surut dan semakin tinggi sampai masuk ke rumahnya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk mengungsi ke rumah keluarganya.
"Ditinggal mandi dan sarapan, tiba-tiba kata abang air udah naik lagi.. Mulai panik dan mulai kepikiran untuk packing mengungsi dulu," kata Dian.
Advertisement
Mengungsi
Saat sedang mengemas barang-barangnya, Dian terkejut karena listrik di rumahnya tiba-tiba saja padam. Ia pun semakin bergegas untuk meninggalkan rumah dan mengungsi.
"Pas packing kilat barang2 aku, abang dan Rumi, tiba-tiba listrik mati semua. Ditelpon ibu katanya cepetan ke jalan raya, bapak udah nungguin di mobil (subuh tadi mobil udah dinaikin semua ke jalan raya sama abang dan mas dion)," kata Dian.
"Bapakku kondisi lagi sakit dan susah jalan. Dipapah naik perahu karet ke jalan. Kelar packing udah gak sempet lagi nyelametin barang2 dibawah karena air naiknya cepet banget. Nungguin perahu gak dateng2. Karena takut makin naik, nekat nerabas banjir aja," sambungnya.