Beberapa waktu belakangan, kata 'anjay' ramai diperbincangkan publik di dunia maya. Hal tersebut bermula setelah YouTuber Lutfi Agizal membuat konten yang membahas soal kata tersebut dengan mengundang narasumber dari berbagai disiplin ilmu.
Ia juga telah membuat laporan ke Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) lantaran kata 'anjay' dianggapnya bisa merusak moral bangsa. Komnas PA meminta kepada publik untuk menghentikan penggunaan kata 'anjay'.
Pendapatan berbeda disampaikan Boy William. Pria yang dikenal sebagai presenter dan Youtuber ini mengaku heran dengan kata Anjay yang beberapawaktu terakhir menjadi perdebatan. Menurut Boy, kata 'Anjay' menunjukan kegembiraan.
Advertisement
Heran
Boy William tampak heran dengan polemik yang terjadi dengan kata 'Anjay'. Dia menuliskan kata 'Anjay' di feed instagramnya.
"What's wrong with Anjay? Somebody tell me," tulis Boy.
Advertisement
Tunjukan Kegembiraan
Boy mengaku dirinya sering menggunakan kata tersebut. Menurut pendapatnya, kata 'Anjay' menunjukan kegembiraan.
"Gue sering banget bilang "Anjay" on my shows to show excitement. Update me dong. I'm lost," katanya.
Advertisement
Dikomentari Sara Wijayanto
Postingan Boy mendapat berbagai komentar dari rekan artis dan warganet. Salah satunya Sara Wijayanto.
"Me too!! Sumpah bingung," tulis Sara Wijayanto.
Advertisement
Kata yang Bersifat Multitafsir
Sebelumnya, Lutfi Agizal telah membahas kata 'Anjay' tersebut dengan dua orang narasumber. Dari hasil pembahasan tersebut, Ia menyimpulkan bahwa kata Anjay adalah kata yang bersifat multitafsir.
"Demi kenyamanan kita bersama dikarenakan setelah saya rilis dari dua narasumber ini terdapat dua hal yang saya tangkap, yaitu kata anjay ini memiliki sifat multi tafsir yang bisa diartikan A dan bisa diartikan B," kata Lutfi.
"Namun juga penggunaan kata-kata ini harus melihat pada kondisi dan tujuan untuk melakukan kalimat tersebut, tentunya bisa kalimat positif bisa juga untuk menyakiti ataupun hal negatif," sambungnya.
Advertisement
Menyampaikan Permintaan Maaf
Lebih lanjut, Lutfi pun menjelaskan maksud dan tujuannya membahas konten tersebut. Ia mengaku tak bermaksud untuk menimbulkan perpecahan.
Ia juga meminta maaf kepada publik jika konten yang Ia buat malah membuat permasalahan.
"Maksud dari tujuan saya untuk mengangkat konten edukasi ini bukan untuk memecah belahkan bangsa ini, justu saya hadir ini hanya untuk memberikan sudut pandang wawasan yang lain, kalau dirasa menjadi sebuah permasalahan menjadi hal yang menyakiti hati, saya dan tim saya mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya," lanjutnya.