Cerita Maya Septha Tembus Banjir dengan Naik Perahu Karet, Sambil Gendong Anak

Maya Septha menjadi salah satu artis yang rumahnya turut kebanjiran. Peristiwa ini terjadi saat awal tahun baru lalu. Debit air yang tinggi membuat air dengan cepat masuk ke dalam rumah. Tingginya bahkan mencapai paha orang dewasa.

Dian Rosadi
Oleh Dian Rosadi - Reporter
Cerita Maya Septha Tembus Banjir dengan Naik Perahu Karet, Sambil Gendong Anak
Keluarga Maya Septha Mengungsi Saat Banjir Landa Jakarta/Instagram Maya Septha. ©2020 Merdeka.com

Maya Septha menjadi salah satu artis yang rumahnya turut kebanjiran. Peristiwa ini terjadi saat awal tahun baru lalu. Debit air yang tinggi membuat air dengan cepat masuk ke dalam rumah. Tingginya bahkan mencapai paha orang dewasa.

Meski kini telah surut, Maya Septhamasih teringat banjir yang melanda rumahnya. Betapa tidak, dirinya dan suami serta dua anaknya harus mengungsi dengan menggunakan perahu karet.

Sempat Mengungsi

Maya Septha mengaku jika tingginya debit air membuat air dengan cepat masuk ke dalam rumah. Hal ini pun membuat dirinya dan suami memutuskan untuk mengungsi ke rumah mertua.

"Ini LATEPOST ya 2 Januari 2020 waktu hari kedua banjir terus mati lampu," tulis Maya Septha.

Naik Perahu

Maya menceritakan jika dirinya mengungsi dengan menggunakan perahu karet. Tampak Maya sembari menggendong anaknya yang masih kecil.

"Jangan khawatir kitanya baik baik aja kok semua sehat. Bahkan Devon semangat mau ikutan dayung. Dia bilang dia bisa kok dayung kapal waktu shooting Mamakuhits," ucapnya.

Pertama Kali Alami Banjir

Maya Septha mengaku jika banjir ini merupakan yang pertama kalinya dirasakan selama tinggal di rumahnya.

"Saya ngga pernah ngalamin kebanjiran sebelumnya. Suami saya dulu udah sering kebanjiran. Jadi saya gagal paham waktu pagi2 bangun tidur disuruh packing ngungsi sementara saya mau pompa asi hahahah akhirnya banjirnya keburu naik. Sempet pindahin mobil satu ke luar komplek. Sisanya ya kejebak bareng kita di rumah," ucapnya.

Mengungsi ke Rumah Mertua

Maya pun akhirnya mengungsi sementara waktu ke rumah mertua.

"Singkat cerita kita ngungsi ke mertua barengan ipar. Dan malah terasa bagaikan hari Minggu. Anak2happy bisa main sama sepupu rame2," ungkapnya.

Bersyukur Sudah Surut

Maya Septha mengungkapkan rasa syukurnya. Sebab banjir kini telah surut.

"Bersyukur sorenya udah surut dan listrik nyala. Meskipun rumah kotornya bukanmain lumpur semua dan banyak yang rusak dan barang2 harus dibuang. Tapi mobil nyala. Kulkas nyala. ASI beku 1 freezer dibuang seember, Yaudahlah. Rasanya bagai jatuh dari ketinggian tapi mendarat di kasur. Tetep sakit tapi ga patah tulang atau berdarah2. Saya dan suami bersyukur semua sehat dalam keadaan baik. Bersyukur juga punya pegawai yang baik - baik. Jadi banyak yang bantuin," katanya.

Rekomendasi