Curhat Abimana Aryasatya Main di Film Gundala, Kerepotan Ganti Kostum

Abimana Aryasatya dipercaya berperan sebagai Sancaka alias Gundala. Menjadi sosok super hero Indonesia yang harus menggunakan kostum, diakui Abimana cukup merepotkan. Terlebih saat ganti kostum.

Astri Agustina
Oleh Astri Agustina - Reporter
Curhat Abimana Aryasatya Main di Film Gundala, Kerepotan Ganti Kostum
gundala/astri agustina. ©2019 Merdeka.com

Abimana Aryasatya dipercaya berperan sebagai Sancaka alias Gundala. Menjadi sosok super hero Indonesia yang harus menggunakan kostum, diakui Abimana cukup merepotkan. Terlebih saat ganti kostum.

“Repot pakai kostum. Kadang kalau sudah empat atau lima jam gitu harus bantu oksigen soalnya dia ketutup banget,” ujar Abimana kepada Merdeka Bandung saat ditemui di Braga Citywalk, belum lama ini.

Menjalani syuting dengan menggunakan kostum Gundala, diakui Abimana bukan hal mudah. Selain harus dibantu oksigen, kaca pada area mata kerap berembun hingga membuatnya merasa sulit melihat dan seperti buta.

“Kacamata nya suka berembun, buta saya,” terang Abimana.

Untuk pertama kalinya kostum Gundala diperkenalkan kepada publik. Di Bandung, kostum yang digunakan untuk syuting film arahan Joko Anwar itu dihadirkan.

Dalam rangka perilisan film ‘Gundala’, Bumilangit sebagai pemegang hak properti intelektual Gundala merilis komik remastered Gundala ke publik di acara Pasar Komik Bandung 2019.

Bumilangit menjual kompilasi bundel dari dua judul pertama komik Gundala yaitu Gundala Putra Petir yang berisikan cerita origin dan edisi Perhitungan di Planet Covox (pemunculan pertama Pangeran Mlaar). Dua judul ini dipilih karena merupakan judul pertama dan kedua seri komik asli Gundala yang dibuat oleh almarhum Hasmi di tahun 1969.

Penerbitan remastered dikerjakan dalam rangka merayakan 50 tahun terbitnya Gundala di tahun 1969. Ditambah dengan kehadiran film ‘Gundala’ yang akan membuka Jagat Sinematik Bumilangit. Banyak permintaan dari penggemar lama agar komik asli Hasmi dicetak ulang, sesuatu yang sudah lama tidak dilakukan.

“Untuk mendapatkan kualitas yang bagus, naskah aslinya perlu remastered. Dengan rilis edisi remastered ini juga diharapkan para penggemar baru yang ingin mencari tahu tentang jagoan putra petir ini, bisa membaca asal usul dan kisah asli Gundala,” jelas Rizqi Rinaldy Mosmarth / Ecky, editor Bumilangit Comic dari berita tertulis diterima Merdeka.

Selain itu ada juga komik pendamping film ‘Gundala’ yang akan dirilis bersamaan dengan tanggal rilis film berjudul Gundala Official Movie Adaptation. Komik ini dikerjakan oleh tim Bumilangit. Naskah ditulis Oyasujiwo, dikembangkan dari naskah film oleh Joko Anwar.

Pencil art dikerjakan oleh Ardian Syaf (komikus Marvel & DC). Penintaan oleh Ecky, pewarnaan oleh Doni Cahyono, dan tata letak oleh Erwin Prima Arya.

“Ceritanya sendiri tidak sama persis dengan cerita film, tapi justru menambah informasi-informasi yang sudah muncul di filmnya. Jadi para penonton yang sudah menyaksikan filmnya, dan masih ingin menikmati sepak terjang Gundala, bisa menemukannya di versi komik,” jelas Ecky.

Selain komik Gundala Remastered dan Gundala Official Movie Adaptation, Bumilangit juga merilis dua komik Gundala lain. Yang pertama adalah Gundala Son of Lightning yang merupakan komik digital yang bisa dibaca gratis di platform komik line webtoon.

Komik ini dibuat berbeda dengan Gundala versi film maupun Gundala versi orisinal ciptaan Hasmi karena dikemas dengan gaya cerita dan gambar yang digemari pembaca muda saat ini.

Yang kedua, Gundala and Friends, adalah komik aktivitas yang dirancang untuk anak-anak usia 7-10 tahun. Tidak hanya berupa cerita komik.

Dalam Gundala and Friends ini juga ada berbagai lembar aktivitas edukatif yang menjadi bagian dari petualangan gundala dan teman-temannya.

Rekomendasi