Aktivis Pussy Riot gunakan seragam polisi saat masuk ke lapangan

Aktivis Pussy Riot gunakan seragam polisi saat masuk ke lapangan. Kejadian tersebut terjadi saat babak kedua dalam pertandingan piala dunia 2018.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Aktivis Pussy Riot gunakan seragam polisi saat masuk ke lapangan
piala dunia. ©2018 kapanlagi.com

Dilansir dari 'New York Times' kelancaran final World Cup 2018 harus terganggu. Para aktivis politik Pussy Riot masuk berlarian ke lapangan dengan berpakaian seragam polisi. Kejadian tersebut terjadi saat babak kedua dalam pertandingan piala dunia 2018.

Grup Pussy Riot menerobos masuk ke lapangan dan menghampiri para pemain sebelum kemudian petugas di lapangan yang mengenakan rompi hijau mengejar dan menangkap mereka. Bukan cuma itu saja, Pussy Riot juga sempat mengeluarkan pernyataan di Twitter kalau hari Minggu kemarin jadi peringatan dari 11 tahun kematian Dmitri Prigov,

Dmitri Prigov sendiri adalah seorang penyair Rusia yang produktif dan menentang pihak berwenang di Uni Soviet. Salah satu karyanya yang paling terkenal berisi tentang seorang Polisi Soviet. Dalam video Piala Dunia 2018 menunjukkan 3 anggota Pussy Riot berlari ke arah pemain, di mana salah satunya sempat berlari dan memberi toss pada Kylian Mbappe (Perancis).

piala dunia ©2018 kapanlagi.com

Aksi dari Pussy Riot kali ini sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi. Sebelum Piala Dunia kemarin, Pussy Riot sempat menjadi headline berbagai media di seluruh dunia setelah aksi demonstrasinya di sebuah Gereja Kathedral yang mendorong tuduhan hooliganisme karena dimotivasi oleh kebencian agama.

Namun aksi protes keras Pussy Riot tak hanya sampai di situ saja, karena sejatinya grup yang satu ini merupakan grup aktivis politik dari Rusia yang juga menyuarakan suara-suara protesnya melalui karya musik. Tahun lalu Pussy Riot sempat merilis music video Police State yang menyorot pengawasan negara dan tindakan brutal Kepolisian.

Dalam pernyataannya di Twitter, Pussy Riot sendiri melakukan aksi menerobos lapangan Piala Dunia 2018 dengan membawa sejumlah poin tuntutan mereka. Tentunya poin-poin tuntutan tersebut masih berisi tentang hal-hal politik.

Sebelumnya, band punk wanita Pussy Riot ini juga pernah ditahan karena lagunya yang mengkritik. Saat itu pihak kepolisian Rusia menahan grub Pussy Riot karena lagu kritikannya yang ditujukan kepada Presiden Vladimir Putin.

Sumber: Kapanlagi.com

Rekomendasi