Penyebab kematian anak kembar Irish Bella dan Ammar Zoni akhirnya terungkap. Sindrom langka menjadi penyebabnya.
Dilansir dari Kapanlagi.com, tim dokter RS Harapan Kita yang menangani Irish dirawat menjelaskan kronologi kejadiannya.
Advertisement
Kondisi Janin Berbahaya
Irish Bella datang ke rumah sakit pada Jumat (4/10) lalu. TIm dokter menjelaskan, kondisi janin dalam kandungan Irish dalam keadaan bahaya.
"Jadi Irish datang Jumat pagi, udah stage 4 (kondisi bahaya)," ujar dokter yang menangani Irish Bella, dr Gatot dilansir dari Kapanlagi.com.
Advertisement
Jantung Janin Bengkak
Kata Dokter Gatot, kondisi janin sudah mengalami pembengkakan di jantung.
"Jantung yang resipien (penerima darah) sudah bengkak jantungnya. Seluruh tubuh bengkak dan pertumbuhannya kecil," jelasnya.
Advertisement
Alami Sindrom Langka
Dokter Gatot lebih lanjut menjelaskan, Irish mengalami kondisi langka yakni Mirror Syndrom.
"Meninggal di dalam. Itu akibat dari sebagian plasenta yang lepas, solocio namanya. Itu disebabkan preeklamasi yang disebabkan mirror syndrom," paparnya.
Advertisement
Penjelasan Dokter
Kemudian Dokter Gatot kembali menjelaskan mengenai kondisi Irish Bella.
"Tekanan darah (Irish Bella) naik dan membuat plasenta lepas, sehingga aliran darah tidak lancar ke bayi. Plasenta lepas dengan cepat. Untuk kehamilan kembar, plasenta satu, tali pusat dua. Bayi kembar donor resipien ini namanya TTTS," jelasnya.
Advertisement
Arti TTTS
TTTS merupakan singkatan dari Twin-to-twin transfusion syndrom. Ini adalah kondisi di mana terlalu banyak koneksi darah satu arah, sehingga aliran darah pada bayi tidak merata.
Kasus ini jarang terjadi pada kehamilan satu atau kembar. Jadi bisa dibilang, kondisi yang dialami Irish Bella dan kedua bayi nya termasuk langka.
Advertisement
Tim Dokter yang Menangani Irish Bella
Tim dokter yang menangani Irish adalah dr. Gatot Abdurrazak, Sp.OG. Ia menjelaskan perihal kematian kedua janin Irish bersama dr. Novan Satya Pamungkas, Sp. OG, dr. Abdul Mun'im, Sp. An dan Direktur Medik & Keperawatan RS Harapan Kita dr. Retno Widyaningsih, Sp. A(K), MPH.