Lewat Arahan Pidi Baiq, Iqbaal Ramadhan Pelajari Bahasa Baku Ala Dilan
Merdeka.com - Memerankah tokoh Dilan dalam film DILAN 1990Â tentu membawa tantangan tersendiri bagi Iqbaal Ramadhan. Pasalnya, ini adalah kali pertama ia berperan sebagai tokoh yang memiliki karakter berbeda dengannya. Selain itu, dengan setting latar dan waktu di tahun 90'an, membuat Iqbaal harus melepas logat sehari-harinya dan digantikan oleh bahasa baku.
"Dialog mulanya belajar dari reading. Setelah itu waktu praktek, saya sampaikan ke akting coach. Kalau menurut mereka kurang cocok ya bakal saya koreksi," jelas Iqbaal saat preskon trailer dan poster film Dilan di XXI Lippo Mal Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (13/12).
Diakui oleh Iqbaal, ia sampai harus konsultasi langsung ke Pidi Baiq selaku penulis novel untuk mendalami tokoh Dilan. "Karena Ayah Pidi yang lebih tahu soal Dilan, kalau dia ngerasa nggak cocok ya dibantu. Ayah Pidi selalu ngasih contoh waktu ngajarin jadi Dilan dan saya coba sampai ngerasa oke," ungkap lelaki berusia 17 tahun tersebut.

Lantaran perbedaan karakter dan logat bahasa yang jauh berbeda, tak menampik, Iqbaal mengaku alami kesulitan saat mencoba menjadi Dilan. "Dilan itu kaku, baku. Berat banget awalnya, buat saya jujur aneh gitu. Tapi pas belajar lama-lama ya jadinya seperti itu," ungkapnya.
Sempat dicemooh karena dinilai tak pantas memerankan sosok Dilan, Iqbaal pun tak ambil pusing. Menurutnya, ia sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk mewujudkan sosok Dilan di layar lebar. "Kalau masih ada yang nggak suka, itu arahan dari Ayah Pidi. Karena dia yang paling tahu gimana Dilan sebenarnya," tandas Iqbaal.
Hal serupa pun disampaikan oleh Fajar Bustomi selaku sutradara. Ia menegaskan, semua pemeran DILAN 1990 adalah hasil diskusi antara penulis dan produser. "Kasih kesempatan sama pemain baru, lihat hasil casting, bagus. Seger aja lihat muka-muka baru," pungkas Fajar.
(kpl/pur/tmd) (mdk/merdeka)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya