Salah satu hal yang sangat ditakuti oleh para seniman adalah ketika nama mereka tercantum dalam daftar nominasi Razzie Awards, sebuah ajang penghargaan yang mengakui karya seni dan film terburuk.
Pengumuman daftar nomine Razzie Awards 2025 dilakukan sehari sebelum nominasi Piala Oscar tahun ini.
Tahun ini, Lady Gaga mengalami nasib buruk setelah filmnya, Joker: Folie a Deux, mendapatkan banyak kritik. Rekan mainnya, Joaquin Phoenix, juga terdaftar sebagai kandidat Pemeran Utama Pria Terburuk. Keduanya bahkan dinyatakan sebagai nomine Pasangan Terburuk Dalam Film.
Di sisi lain, Cate Blanchett, yang merupakan salah satu aktris paling dihormati di Hollywood, juga tidak luput dari nasib sial.
Namanya turut masuk dalam daftar nominasi untuk Pemeran Utama Wanita Terburuk berkat film Borderlands.
Selain itu, Francis Ford Coppola pun tidak terhindar dari situasi serupa dengan tiga nominasi yang diterimanya.
Laporan khusus dari Showbiz Liputan6.com mengumpulkan enam pemenang Piala Oscar yang kini menjadi bahan perbincangan karena terdaftar sebagai kandidat terburuk dalam Razzie Awards 2025. Malam puncak acara tersebut akan diadakan sehari sebelum Piala Oscar 2025.
Advertisement
Joaquin Phoenix adalah seorang aktor terkenal
Dulu: Pemenang Oscar untuk Pemeran Utama Pria Terbaik (Joker)
Kini: Pemenang Pasangan Terburuk di Layar Lebar dan Nomine Pemeran Utama Pria Terburuk (Joker: Folie Deux)
Pernyataan bahwa sekuel tidak akan mampu mengungguli film pertamanya, baik dari segi kualitas maupun jumlah penonton, terbukti benar setelah Joker: Folie a Deux yang disutradarai Todd Phillips dirilis di bioskop tahun lalu.
Film ini tidak hanya gagal meraih kesuksesan di box office, tetapi juga mendapatkan kritik yang pedas. Kini, Joker: Folie a Deux mencatatkan diri sebagai film dengan nominasi terbanyak, meskipun bukan di Academy Awards, melainkan di Golden Raspberry Awards ke-45. Ini menjadi sebuah catatan kelam dalam perjalanan karier Joaquin Phoenix.
Advertisement
Lady Gaga
Dulu: Pemenang Oscar untuk Lagu Tema Terbaik (A Star Is Born)
Kini: Pemenang untuk Pasangan Terburuk di Layar Lebar dan Nominasi Pemeran Utama Wanita Terburuk (Joker: Folie Deux)
Masih teringat momen ketika Lady Gaga diumumkan sebagai Harley Quinn dalam film Joker: Folie a Deux. Sambutan hangat dari dunia perfilman sangat terasa, dan banyak penggemar yang meramalkan bahwa Lady Gaga akan meraih nominasi Oscar 2025. Namun, prediksi tersebut berubah drastis setelah kualitas film Joker: Folie a Deux ternyata jauh dari ekspektasi yang ditetapkan oleh pendahulunya. Meskipun Lady Gaga berusaha keras untuk melanjutkan peran Margot Robbie sebagai Harley Quinn, hasil yang didapat tidak sebanding dengan harapan yang ada.
Advertisement
Cate Blanchett
Dulu: Pemenang Oscar untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Blue Jasmine dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik dalam The Aviator
Kini: Nominasi untuk Pemeran Utama Wanita Terburuk dalam film Borderlands
Seandainya Cate Blanchett berhasil meraih Piala Oscar lewat film Tar, ia akan menjadi aktris yang selevel dengan Frances McDormand, yang memiliki tiga gelar Pemeran Utama Wanita Terbaik. Namun, kenyataannya tidak demikian. Saat ini, kita tampaknya sepakat bahwa tahun 2024 bukanlah tahun yang menguntungkan bagi aktris berbakat ini. Dua film yang dibintanginya menjadi sasaran kritik tajam. Film pertama adalah Rumours, diikuti oleh film kedua, Borderlands. Judul terakhir tersebut sangat buruk sehingga menerima setengah lusin nominasi Razzie Awards, termasuk untuk kategori Film Terburuk, Sutradara Terburuk, dan juga Pemeran Utama Wanita Terburuk.
Advertisement
Ariana DeBose
Dulu: Pemenang Oscar untuk Pemeran Pendukung Terbaik (West Side Story)
Kini: Nomine untuk Pemeran Pendukung Wanita Terburuk (Argylle dan Kraven the Hunter)
Ujian terbesar bagi para aktor yang baru sekali meraih nominasi Oscar dan langsung menang adalah untuk membuktikan bahwa mereka mampu mempertahankan kualitas akting yang tinggi serta memilih peran dengan bijak. Ariana DeBose tampaknya mengalami kesulitan dalam hal ini. Meskipun dua filmnya tahun lalu tidak buruk, keduanya gagal menarik perhatian di ajang penghargaan film. Film Argylle, yang dihiasi dengan bintang-bintang seperti Henry Cavill, Bryce Dallas Howard, dan Sam Rockwell, ternyata tidak mendapatkan respons yang baik. Begitu juga dengan Kraven the Hunter, yang nasibnya serupa.
Advertisement
Jon Voight
Sebelumnya: Pemenang Oscar untuk Pemeran Utama Pria Terbaik (Coming Home)
Saat ini: Pemenang untuk Pemeran Pendukung Pria Terburuk (Megalopolis, Reagan, Shadow Land, dan Strangers)
Ternyata, tahun 2024 menjadi periode yang tidak menguntungkan bagi ayah Angelina Jolie. Bayangkan saja, empat film yang ia bintangi, yaitu Megalopolis, Reagan, Shadow Land, dan Strangers, mendapatkan ulasan buruk dari para kritikus, sehingga ia dinyatakan sebagai nominasi untuk Pemeran Pendukung Pria Terburuk. Pada masa kejayaannya, Jon Voight pernah meraih nominasi Oscar sebanyak empat kali melalui film-film seperti Ali (2002), Runaway Train (1986), Coming Home (1979), dan Midnight Cowboy (1970). Dalam film Midnight Cowboy, Jon Voight berperan sebagai seorang calon gigolo. Meskipun peran tersebut sangat berisiko, ia mampu menampilkan karakter tersebut dengan sangat baik sehingga membuatnya bersinar di layar.
Advertisement
Francis Ford Coppola
Dulu: Pemenang Oscar Penulis Skenario Adaptasi Terbaik (Patton, The Godfather, dan The Godfather Part 2), Sutradara Terbaik (The Godfather Part 2), serta Film Terbaik (The Godfather Part 2)
Kini: Pemenang Sutradara Terburuk, nomine Pemenang Penulis Skenario Terburuk dan Film Terburuk (Megalopolis)
Seperti yang sering diungkapkan, setiap zaman memiliki tokoh-tokohnya sendiri, dan setiap individu memiliki waktunya. Hal ini sangat relevan dengan perjalanan karir penulis, produser, dan sutradara legendaris Francis Ford Coppola. Pada tahun 1975, melalui film The Godfather Part 2, ia berhasil meraih tiga Piala Oscar dalam satu malam yang bersejarah. Kini, setengah abad setelah pencapaian gemilang tersebut, hadir Megalopolis, yang bisa dianggap sebagai kebalikan dari The Godfather Part 2. Tidak heran, Megalopolis membawa Coppola meraih tiga nominasi yang sama persis dengan film sebelumnya: Skenario, Sutradara, dan Film Terburuk.