Della Puspita tengah mempersiapkan diri untuk menyambut Bulan Suci Ramadan yang hanya tinggal beberapa hari lagi. Ia menyampaikan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjaga kesehatan agar tetap optimal selama menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Selain memperhatikan kesehatan fisiknya, Della juga mulai memberi perhatian lebih pada kualitas ibadah anak-anaknya yang kini telah beranjak dewasa. Ia merasa perlu untuk lebih aktif dalam memberikan motivasi dan dorongan, agar anak-anaknya dapat menjalani Ramadan dengan semangat yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Persiapannya lebih ke persiapan kesehatan biar fit dan puasanya bisa lancar," ujar Della Puspita saat ditemui di Kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/2).
"Terus mulai sedikit-sedikit nyetel ke anak-anak yang sekarang, karena banyak ya, jadi biar mereka lebih semangat untuk ibadah, supaya lebih baik dari tahun kemarin," Della Puspita menambahkan.
Advertisement
Menurut Della, waktu sahur sering kali menjadi tantangan bagi para ibu dalam menyiapkan hidangan. Saat ini, Della aktif mempelajari berbagai resep masakan yang praktis dan efisien, agar tidak merasa kewalahan ketika dini hari.
"Di sahur request-nya aku masak. Lagi belajar masak, jadi sekarang coba mulai menyicil belajar menu-menu yang instan, yang bisa cepat dibikin pada saat sahur atau buka puasa," jelasnya.
Dengan demikian, Della berharap dapat menyediakan makanan yang lezat dan cepat saji untuk keluarga, sehingga momen sahur dapat berjalan lebih lancar dan menyenangkan.
Advertisement
Walaupun Della masih dalam proses belajar dan bereksperimen dengan berbagai menu instan, ia merasa bersyukur karena keluarganya tidak terlalu menuntut tentang hidangan yang harus ada di meja makan. Menurut Della, rahasia kelezatan saat makan bersama keluarga terletak pada satu elemen sederhana yang harus ada untuk meningkatkan selera makan.
"Nggak ada menu-menu khusus, paling yang penting ada sambal," ungkapnya.
Advertisement
Keahlian Della dalam membuat sambal ternyata tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap makanan, tetapi juga sebagai strategi untuk menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. Ia berharap bahwa dengan menyajikan hidangan yang lezat, suaminya akan lebih memilih untuk berbuka puasa di rumah bersamanya daripada di luar.
"Bulan Ramadan saling belajar masak, gimana caranya bikin sambal yang enak biar suami betah di rumah," kata dia.
Dalam konteks ini, sambal menjadi simbol perhatian dan cinta yang Della tunjukkan kepada suaminya.
Dengan memasak sambal yang enak, ia berupaya menciptakan suasana yang hangat dan nyaman di rumah, sehingga suaminya merasa betah untuk menghabiskan waktu bersama. Della percaya bahwa momen berbuka puasa bersama akan semakin mempererat hubungan mereka, terutama di bulan suci ini.