Sutradara sekaligus produser Irawan Cokin, penerima dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan 2025 yang didanai oleh LPDP, berhasil menyelesaikan proses syuting dokumentasi karya produksi maestro dengan lancar. Film dokumenter berjudul Yayasan Pancaniti, Sang Penjaga Seni Tradisi Cianjur kini memasuki tahap editing, siap menampilkan kekayaan seni tradisi Cianjur kepada publik.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian serta pengembangan pengetahuan seni tradisi yang hidup di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Cianjur," kata Irawan yang sudah malang melintang dalam dunia film selama puluhan tahun ini.
Pelaksanaan syuting ini turut didukung oleh berbagai pihak, di antaranya komunitas. Workshop Film Cianjur, Yayasan Pancaniti, Sanggar Sekar Panghegar, serta Sanggar Taman Sekar Pancaniti.
"Kolaborasi ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam menjaga dan mendokumentasikan warisan budaya local," kata Irawan.
Advertisement
Melalui proses dokumentasi ini, diharapkan akan lahir sebuah karya video dokumenter yang mampu mengungkapkan secara mendalam esensi seni tradisi Cianjur yang saat ini berada dalam fase perkembangan.
"Kehadiran Yayasan Pancaniti, yang dipimpin oleh Bapak Dedi Mulyana, menjadi salah satu motor penting dalam upaya regenerasi dan pelestarian seni tradisi, khususnya seni mamaos," kata Irawan.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata komitmen Irawan Cokin sebagai penerima dana Indonesiana Tahun 2025 dalam merealisasikan program yang tidak hanya bersifat dokumentatif, tetapi juga edukatif dan inspiratif bagi masyarakat luas.
Advertisement
Hasil akhir kegiatan ini berupa film dokumenter berdurasi sekitar 20 sampai 30 menit.
Setelah selesai proses editing, film dokumenter ini akan diputar di dua tempat terpisah dengan menghadirkan warga dan pejabat setempat.
Pemutaran pertama akan disertai diskusi yang dilaksanakan di Pendopo Pemda Cianjur dan dihadiri Bupati, Wakil Bupati, beserta jajarannya.
Advertisement
Pemutaran kedua dilaksanakan di Alun-alun Kota Cianjur, Jawa Barat. Setelah itu, film ini akan menjadi milik Kementrian Kebudayaan dan akan ditayangkan di Indonesia TV serta salah satu OTT (over the top) di Indonesia.
"Diharapkan, hasil dari dokumentasi ini dapat memperoleh apresiasi dari masyarakat serta memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga keberlangsungan seni tradisi," kata Irawan.