Di antara lima film Indonesia yang tayang pada libur Lebaran 2025, terdapat Komang. Film ini terinspirasi dari kisah nyata Raim Laode dan Komang Ade Widiandari, yang juga terkenal lewat lagu yang menjadi hit.
Proses produksi Komang menghadapi berbagai tantangan. Menurut Raim Laode, tantangan terbesarnya menemukan pemeran utama yang tepat. Setelah mempertimbangkan beberapa kandidat, akhirnya pilihan jatuh kepada Kiesha Alvaro, yang sebelumnya sukses dengan film Siksa Neraka.
Setelah pemilihan pemeran utama, pencarian untuk pemeran Komang pun dimulai. Pihak Starvision dan Raim Laode akhirnya sepakat untuk memilih Aurora Ribero, yang telah mendapatkan nominasi Piala Citra melalui film Like and Share.
Hingga saat ini, Komang telah menarik perhatian sekitar 1 juta penonton. Dalam sebuah wawancara eksklusif Raim Laode membagikan pengalaman di balik layar film Komang, termasuk rasa terkejutnya ketika mendapat kabar film ini akan tayang di libur Lebaran 2025. Mari kita simak bersama!
Advertisement
Sudah Lama Dapat Tawaran dari Produser
Sejak dua tahun yang lalu, Starvision Plus telah mengincar Raim Laode untuk mewujudkan film "Komang" di layar lebar. Namun, saat itu, ia ragu untuk segera menerima tawaran tersebut karena takut masyarakat akan menganggapnya hanya memanfaatkan momen viral lagu tersebut.
"Jadi ini bukan dari lagu jadi film. Dari cinta ke lagu, dari kisah ke film," kata Raim.
"Dua tahun lalu, pada 2023, sedang hipnya 'Komang.' Kala itu saya bilang ke Starvision tunggu dulu, saya tidak mau bikin sesuatu dari viral," katanya sambil mengenang momen tersebut dengan senyuman yang cerah.
Keputusan Raim untuk menunda proyek tersebut menunjukkan sikapnya yang berhati-hati dan tidak ingin terjebak dalam tren yang hanya bersifat sementara. Ia ingin memastikan film yang dihasilkan memiliki kedalaman dan makna yang lebih dari sekadar mengikuti popularitas lagu.
Advertisement
Alasan Raim Pilih Keisha Alvaro
Raim Laode bukanlah sosok yang hanya berorientasi pada hasil akhir. Ia sangat memperhatikan setiap aspek produksi, mulai dari pengolahan naskah hingga pemilihan pemain dan sutradara yang tepat.
Ketika Naya Anindita terpilih menjadi sutradara, ia merasa lega dan optimis. Optimisme itu semakin bertambah ketika Kiesha Alvaro ditunjuk untuk memerankan karakternya.
"Kiesha masih muda. Saya lahir tahun 1994, dia lahir 2004. Ada gap usia 10 tahun. Dia paling pas, punya darah Sulawesi, dialeknya sengaja kami takar segitu. Tidak terlalu medok agar lebih luas pasarnya dan mudah dimengerti audiens se-Indonesia," urainya.
Advertisement
Susah Cari Pemeran Komang
Proses produksi film Komang menghadapi tantangan yang signifikan, terutama dalam hal pencarian pemeran utama. Menurut Raim Laode, tantangan ini jauh lebih rumit dibandingkan dengan proses syuting itu sendiri.
Terdapat banyak calon pemain yang berpotensi, mungkin hingga puluhan. Namun, banyak di antara mereka yang mengalami kendala terkait jadwal atau faktor lainnya yang menghambat proses pemilihan.
"Kiesha dan Aurora adalah jodohnya film ini. Tidak mungkin publik sesuka ini dengan filmnya kalau bukan karena Kiesha dan Aurora," kata Raim.
Dia pun sangat mengapresiasi kedua aktris tersebut dan merasa kesulitan untuk menemukan orang lain yang lebih cocok untuk memerankan karakter utama dalam film ini. Dengan pujian tersebut, terlihat jelas betapa pentingnya peran mereka dalam kesuksesan film ini.
Advertisement
Tak Ada Peran Antagonis
Karakter Arya yang diperankan oleh Adzando Davema dan Meme, yang merupakan ibunda Komang yang diperankan oleh Ayu Laksmi, diangkat dari kisah nyata. Hal ini memberikan kedalaman pada cerita, karena kedua tokoh ini benar-benar ada dalam kehidupan nyata.
Salah satu hal menarik dari film Komang yakni cara penulis tidak menjadikan mereka sebagai antagonis. Latar belakang serta motivasi yang mereka miliki sangat kuat dan mendalam.
"Takdirnya memang begitu. Aslinya juga begitu. Seringkali ketika kita menjatuhkan hati bukan karena yang satu baik, yang lain jahat. Ini soal kecocokan hati, memilih yang paling baik dari yang baik," tutur Raim.
Advertisement
Kaget Tayang Habis Lebaran di Bioskop
Raim Laode merasa terkejut ketika menerima kabar dari produser Starvision, Chand Parwez Servia film Komang direncanakan untuk tayang pada libur Lebaran tahun 2025.
"Itu saya kaget. Selesai syuting sekitar Oktober-November 2024, kami hanya punya tiga-empat bulan untuk pascaproduksi," ungkapnya dengan nada yang masih penuh keheranan.
Namun, ada rasa lega yang mengisi hati Raim Laode karena film Komang mengangkat tema toleransi antara Hindu dan Islam. Menariknya, tahun ini, Hari Raya Nyepi jatuh berdekatan dengan Lebaran, yang sejalan dengan visi film Komang untuk merayakan takdir dan keragaman.
Advertisement
Cerita Sungguh Tentang Mertua di Tempat Tinggal Raim Laode
Salah satu momen yang menyentuh hati penonton ketika ibu Komang melakukan ibadah di kediaman Raim Laode, yang merupakan seorang Muslim. Raim Laode menegaskansituasi tersebut bukan hanya sekadar adegan dalam film, melainkan juga mencerminkan kehidupan nyata mereka.
"Itu bukan hanya di film. Di sudut rumah kami masih ada. Kami tinggal di Jakarta. Tiap Jumat, Meme bikin makanan untuk jemaat masjid 30 boks. Kami salat Magrib, di belakang rumah, Meme beribadah menghadap ke Timur," lanjut Raim Laode.
Hal ini menunjukkan betapa harmonisnya hubungan antaragama yang mereka jalani. Bahkan Raim masih menyiapkan perlengkapan ibadah untuk ibu mertua di rumahnya.
"Saya sampai sekarang pun tetap menyediakan dupa untuk ibu mertua agar bisa beribadah dengan nyaman. Pesan dalam film Komang bukan agama siapa yang menang. Pada akhirnya, yang menang adalah cinta kami berdua," pungkasnya.