Deretan Film dengan Biaya Produksi yang Bikin Tekor, Ada Film yang Pernah Viral di Media Sosial
Industri perfilman di Hollywood sering kali menghadapi tantangan besar, terutama pada film yang mengalami kerugian signifikan.
Dunia film Hollywood sering kali menghadapi tantangan besar, terutama ketika sebuah film mengalami kerugian yang signifikan. Ada kalanya film tidak mampu mencapai target pendapatan meskipun telah menggelontorkan biaya yang tidak sedikit untuk produksi dan promosi.
Beberapa film, yang diharapkan bisa sukses, justru mengalami kerugian besar karena berbagai faktor seperti ulasan buruk, masalah dalam pemasaran, konsep cerita yang kurang menarik, atau bahkan persaingan yang ketat di box office. Tak jarang, film-film terkenal juga masuk dalam daftar film dengan kerugian besar.
Lantas, film-film apa saja yang mengalami kerugian besar tersebut? Mari kita simak informasi lebih lanjut di bawah ini.
Black Adam (2022)
DCEU (DC Extended Universe) telah mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Perubahan besar mulai terjadi ketika James Gunn dan Peter Safran mengambil alih DC Studios dengan tujuan untuk memperbarui waralaba ini.
Salah satu film yang menjadi sorotan BLACK ADAM, yang dirilis pada bulan Oktober 2022 dan mencatatkan kerugian yang cukup besar.
Dwayne Johnson, yang berperan sebagai tokoh utama, telah berupaya keras agar film ini dapat meraih kesuksesan. Namun, hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan.
Meskipun film ini berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar USD391 juta, dengan biaya produksi yang berkisar antara USD190 juta hingga USD260 juta, film ini tetap dianggap merugi jika mempertimbangkan biaya pemasaran yang tidak terhitung.
Seperti yang dikatakan, BLACK ADAM yang dirilis pada Oktober 2022, menjadi salah satu film dengan kerugian besar. Ini menunjukkan tantangan yang dihadapi DCEU dalam menciptakan film yang dapat diterima oleh penonton.
| Rating | 6.2/10 IMDb |
| Durasi | 2 jam 5 menit |
| Tayang | Amazon Prime Video, Netflix |
| Pemain | Dwayne Johnson, Aldis Hodge, Pierce Brosnan, dll. |
Lightyear (2022)
Film dengan kerugian signifikan berjudul LIGHTYEAR menjadi sorotan. Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar pada perilisan film, terutama bagi studio Pixar yang memilih untuk menayangkan beberapa judulnya langsung di platform Disney+.
LIGHTYEAR, yang merupakan spin-off dari TOY STORY dan dibintangi oleh Chris Evans, menjadi film Pixar pertama yang dirilis di bioskop setelah Onward pada tahun 2020. Meskipun film ini berhasil meraih pendapatan sebesar USD226 juta dari biaya produksi USD200 juta, hasil tersebut tidak memenuhi ekspektasi Disney.
Faktor pemasaran yang kurang maksimal serta kontroversi mengenai pengisi suara Buzz Lightyear, yang kini diperankan oleh Chris Evans, disebut-sebut sebagai alasan utama film ini tidak mampu meraih keuntungan besar.
| Rating | 6.1/10 IMDb |
| Durasi | 1 jam 45 menit |
| Tayang | Disney+ |
| Pemain | Chris Evans, Keke Palmer, Peter Sohn, dll. |
Morbius (2022)
Film yang mengalami kerugian signifikan selanjutnya adalah MORBIUS. Merupakan sebuah film superhero yang diperankan oleh Jared Leto, MORBIUS menjadi salah satu film yang paling dihindari oleh penonton di tahun 2022 akibat ulasan negatif dari para kritikus.
Film ini hanya mendapatkan skor 15 persen di Rotten Tomatoes dan 35 persen di Metacritic, sehingga tidak mampu bersaing di box office. Dengan total investasi mencapai USD83 juta untuk biaya produksinya, MORBIUS hanya berhasil meraih pendapatan sebesar USD167,5 juta di seluruh dunia.
Meskipun pada awalnya film ini memiliki peluang untuk meraih kesuksesan, Sony akhirnya menganggap film ini mengalami kerugian besar akibat ulasan buruk yang terus berdatangan. Seperti yang dikatakan oleh para kritikus, MORBIUS tidak memenuhi harapan yang diinginkan oleh para penggemar film superhero.
| Rating | 5.1/10 IMDb |
| Durasi | 1 jam 44 menit |
| Tayang | Disney Plus, Prime Video |
| Pemain | Jared Leto, Matt Smith, Adria Arjona, dll. |
THE UNBEARABLE WEIGHT OF MASSIVE TALENT (2022)
Film THE UNBEARABLE WEIGHT OF MASSIVE TALENT ternyata juga dianggap sebagai karya yang mengalami kerugian besar. Dalam film ini, Nicolas Cage dipasangkan dengan Pedro Pascal dalam sebuah alur cerita yang menarik.
Cage berperan sebagai dirinya sendiri yang terlibat dalam misi CIA. Meskipun film ini mendapatkan ulasan yang cukup positif dari para kritikus, namun sayangnya, film ini tidak mampu memenuhi harapan box office yang diinginkan.
Dengan biaya produksi sekitar USD30 juta, film ini hanya berhasil meraih pendapatan sebesar USD29,1 juta, yang hampir mendekati titik impas. Meski Nicolas Cage memiliki banyak penggemar, film ini tetap gagal memenuhi ekspektasi yang ada dan dianggap sebagai salah satu film yang mengecewakan di tahun tersebut.
Seperti yang dinyatakan dalam ulasan, Film ini sebenarnya mempertemukan Nicolas Cage dengan Pedro Pascal dalam sebuah cerita yang menarik, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan banyak orang.
| Rating | 7.0/10 IMDb |
| Durasi | 1 jam 47 menit |
| Tayang | Netflix, Amazon Prime Video, dan Tubi |
| Pemain | Nicolas Cage, Pedro Pascal, Tiffany Haddish, dll. |
AMSTERDAM
Film AMSTERDAM merupakan salah satu contoh film yang mengalami kerugian besar. Diperankan oleh Christian Bale, Margot Robbie, dan John David Washington, film ini seharusnya memiliki peluang sukses yang tinggi.
Namun, ulasan yang kurang baik dan persaingan yang ketat di box office menyebabkan film ini mengalami kegagalan yang signifikan. Dengan biaya produksi mencapai USD80 juta, pendapatan yang diperoleh hanya sekitar USD31,2 juta.
Ini menunjukkan investasi yang besar tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Meskipun memiliki banyak potensi, AMSTERDAM dapat dikategorikan sebagai salah satu kegagalan terbesar di tahun itu.
| Rating | 6.1/10 IMDb |
| Durasi | 2 jam 14 menit |
| Tayang | - |
| Pemain | Christian Bale, Margot Robbie, John David, dll. |
BROS
| Rating | 6.4/10 IMDb |
| Durasi | 1 jam 55 menit |
| Tayang | Amazon Prime Video |
| Pemain | Billy Eichner, Luke Macfarlane, Guy Branum, dll. |
Masih terdapat film lain yang mengalami kerugian signifikan. Salah satunya adalah film berjudul BROS, yang mengangkat tema komedi romantis dengan pasangan gay sebagai tokoh utama.
Meskipun cerita yang dihadirkan dapat dianggap sebagai inovasi dalam industri film, BROS tidak berhasil meraih kesuksesan di box office, hanya menghasilkan USD14,8 juta dari total biaya produksi yang mencapai USD22 juta. Walaupun film ini menerima ulasan positif dari para kritikus, banyak yang menilai kegagalan tersebut berkaitan dengan tema hubungan sesama jenis yang diangkat, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai faktor penyebab utama.
Billy Eichner, salah satu bintang utama film ini, menyampaikan di Twitter kegagalan BROS mungkin dipengaruhi oleh stigma yang ada, meskipun film tersebut mendapatkan respon yang baik dari kalangan profesional. Dengan demikian, BROS menjadi salah satu contoh film yang mengalami kerugian besar dalam industri perfilman.