9 Potret Nia Ramadhani Biasakan Mainaka Olahraga Lari Hingga Pola Asuh Saat Anak Nangis Jadi Sorotan

Nia Ramadhani tuai pujian karena gaya parenting-nya saat menghadapi anak menangis karena capek berolahraga.

Maya Tyas
Oleh Maya Tyas - Reporter
9 Potret Nia Ramadhani Biasakan Mainaka Olahraga Lari  Hingga Pola Asuh Saat Anak Nangis Jadi Sorotan
9 Potret Nia Ramadhani Biasakan Mainaka Olahraga Lari Hingga Pola Asuh Saat Anak Nangis Jadi Sorotan (Merdeka.com)

Liburan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie di Bali bukan hanya seru-seruan, tapi juga tetap rajin berolahraga.

1
Dok. Istimewa

Mainaka tidak begitu tertarik dengan olahraga lari, berbeda dengan kedua saudaranya yang penuh semangat.

2
Dok. Istimewa

Nia Ramadhani marah saat Mainaka bilang "capek" saat ditanya kenapa dia gak mau ikut lari.

3
Dok. Istimewa

Akhirnya, Mainaka ikutan ajakan ibunya dan mau ikut lari bareng kakak dan adiknya. Kali ini, mereka punya tujuan olahraga lari 2 km.

4
Dok. Istimewa

Namun, tiba-tiba Mainaka menangis ketika mereka singgah di restoran untuk sarapan. Saat ini mereka baru menempuh jarak 1,4 km, belum mencapai tujuan yang ditetapkan.

5
Dok. Istimewa

Melihat Mainaka menangis, Nia Ramadhani langsung mengajaknya ngobrol sambil nunggu sarapan. Ternyata, Mainaka bilang dia capek.

6
Dok. Istimewa

Nia Ramadhani memberikan motivasi pada si kecil yang kelelahan saat sesi lari pertamanya. Dia meyakinkan Mainaka bahwa rasa lelahnya akan berkurang jika dia berolahraga secara rutin.

7
Dok. Istimewa

Nia Ramadhani mengungkapkan bahwa dia ingin anaknya, Mainaka, rajin berolahraga agar stamina Mainaka meningkat untuk kebaikan.

8
Dok. Istimewa

Nia Ramadhani juga mengungkapkan bahwa Mainaka berpartisipasi dalam lomba basket dan sepak bola, di mana ia harus memiliki stamina yang kuat dan melakukan banyak aktivitas berlari selama pertandingan.

9
Dok. Istimewa

Nia Ramadhani mendapat pujian karena cara mendisiplinkan anak-anaknya yang rajin berolahraga dan bagaimana dia menghadapi tangisan mereka. "Keren deh cara Nia mendidik Mainaka. Tidak perlu marah-marah, tapi tetap tegas dan penuh kasih sayang. Dia tidak membandingkan dengan adik atau kakaknya. Dia mengerti bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda," komentar salah satu pengguna media sosial.

Rekomendasi