Wow! BI Kepri Pecahkan Rekor MURI dengan 1.118 Porsi Ikan Asam Pedas Khas Melayu
Bank Indonesia Kepri sukses pecahkan Rekor MURI dengan memasak 1.118 porsi ikan asam pedas Melayu, sekaligus memperkenalkan kuliner khas daerah dan upaya pengendalian inflasi.
Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) baru-baru ini mencetak prestasi membanggakan. Mereka berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada Jumat, 24 Oktober. Pencapaian ini diraih melalui kegiatan memasak dan menyajikan sebanyak 1.118 porsi ikan asam pedas.
Hidangan khas Melayu ini disiapkan menggunakan bahan dasar cabai kering. Kegiatan pemecahan rekor ini merupakan kolaborasi antara BI Kepri dan Hotel Santika Batam. Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian 'Pekan Rasa Melayu' yang diselenggarakan oleh pihak hotel.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Ardhienus, menyatakan bahwa rekor ini bukan hanya kebanggaan daerah. Ini juga merupakan upaya penting untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Kepri kepada publik luas. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi pangan lokal.
Kebanggaan Kuliner Melayu dan Upaya Pelestarian
Pencapaian Rekor MURI ini menegaskan posisi Kepulauan Riau sebagai pusat kuliner Melayu yang kaya. Sebelumnya, beberapa makanan khas Kepri seperti ikan bilis dan luti gendang juga telah tercatat dalam rekor MURI. Hal ini menunjukkan komitmen daerah dalam melestarikan warisan kuliner.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut mengapresiasi inisiatif ini. Ia menyebut ikan asam pedas sebagai simbol kekayaan kuliner Melayu yang patut dilestarikan. "Kami berterima kasih kepada pihak hotel yang menginisiasi kegiatan luar biasa ini. Ikan asam pedas adalah kuliner kebanggaan Melayu yang patut dilestarikan," kata Amsakar.
Senior Customer Relations Manager MURI, Andre Purwandono, mengonfirmasi kelayakan penghargaan ini setelah proses verifikasi. "Panitia awalnya menyiapkan seribu porsi, namun setelah kami hitung ternyata mencapai 1.118 porsi. Jumlah itu memenuhi kriteria rekor MURI untuk kategori sajian kuliner massal," jelas Andre.
Andre juga menambahkan bahwa kuliner khas daerah seperti ikan asam pedas Kepri wajib dilestarikan. Ia menekankan bahwa makanan tradisional adalah bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa. Pencapaian ini merupakan yang pertama di Indonesia untuk kategori asam pedas khas Kepri.
Inovasi Pengendalian Inflasi dengan Bahan Lokal
Selain sebagai ajang promosi kuliner, kegiatan ini juga memiliki dimensi ekonomi yang penting. BI Kepri melihat kegiatan ini sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi daerah. Pemanfaatan cabai kering dalam masakan ikan asam pedas menjadi solusi cerdas.
Penggunaan cabai kering membantu menjaga pasokan cabai segar yang seringkali fluktuatif harganya. "BI Kepri mengajak masyarakat memanfaatkan cabai kering sebagai solusi menjaga pasokan cabai segar dengan cita rasa khas masakan Melayu," ujar Ardhienus.
Hidangan ikan asam pedas ini menggunakan bahan dasar ikan tongkol dan cabai kering. Ini menjadi inovasi serta alternatif baru dalam mempersiapkan makanan. Pendekatan ini tidak hanya mendukung stabilitas harga bahan pokok, tetapi juga memperkaya variasi kuliner lokal.
- Jumlah porsi yang disajikan: 1.118 porsi.
- Bahan utama yang digunakan: Ikan tongkol dan cabai kering.
- Syarat utama rekor kuliner MURI: Makanan harus layak dikonsumsi dan tidak boleh mubazir.
- Distribusi: Seluruh hidangan langsung dibagikan kepada audiens yang hadir.
Sumber: AntaraNews