Waskita Karya Serahkan 600 Hunian Sementara ke Pemkab Aceh Tamiang, Percepat Pemulihan Pascabencana
PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama Danantara resmi menyerahkan 600 Hunian Sementara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang pada 9 Januari 2026, menandai langkah signifikan Waskita Karya dalam pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk, berkolaborasi dengan Danantara, telah menuntaskan penyerahan 600 unit Hunian Sementara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, Aceh, pada Jumat, 9 Januari 2026. Penyerahan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendukung pemulihan pascabencana di wilayah tersebut. Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga yang terdampak.
Managing Director Hubungan Antarlembaga BPI Danantara, Rohan Hafas, menegaskan bahwa pembangunan huntara ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya untuk mengembalikan kehidupan normal masyarakat. Hunian sementara ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari setelah menghadapi bencana. Rohan Hafas juga menekankan pentingnya hunian yang mendukung pemulihan layanan dasar bagi para penyintas bencana.
Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, yang akrab disapa Oho, menyatakan bahwa proyek huntara di Aceh Tamiang merupakan wujud nyata kolaborasi antara Danantara, pemerintah daerah, dan BUMN Karya. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat proses pemulihan pascabencana yang melanda Aceh beberapa waktu lalu. Pembangunan hunian ini dikerjakan dengan sangat cepat agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
Komitmen Waskita Karya untuk Hunian Layak dan Cepat
Waskita Karya menunjukkan dedikasi tinggi dalam pembangunan huntara ini, dengan pengerjaan yang berlangsung 24 jam tanpa henti demi memulihkan daerah Aceh. Muhammad Hanugroho mengungkapkan bahwa Waskita berhasil menyelesaikan puluhan rumah hunian hanya dalam waktu enam hari. Kecepatan ini membuktikan upaya gerak cepat Waskita Karya sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Rohan Hafas dari Danantara Indonesia menambahkan bahwa penyerahan hunian sementara ini merupakan bagian dari komitmen Danantara untuk menghadirkan hunian yang layak dan aman. Hunian ini juga dirancang untuk mendukung pemulihan layanan dasar bagi warga terdampak bencana. Danantara Indonesia sendiri merupakan badan pengelola investasi yang mengoptimalkan aset strategis Indonesia.
Pembangunan huntara ini tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga pada kualitas dan kelayakan. Oho menjelaskan bahwa meskipun bersifat sementara, Waskita tetap memperhatikan standar kelayakan dan kualitas bangunan. Huntara dibangun untuk memenuhi kebutuhan hunian darurat yang aman, dengan struktur kokoh dan utilitas dasar yang berfungsi optimal saat ditempati. Harapannya, warga yang tinggal di sana merasa nyaman dan dapat segera memulai kembali aktivitas mereka.
Fasilitas Lengkap Pendukung Kebutuhan Warga
Selain unit hunian berukuran 4,5x4,5 meter, Waskita Karya juga membangun berbagai fasilitas pendukung di kawasan huntara. Fasilitas tersebut mencakup unit Mandi Cuci Kakus (MCK) serta Sistem Pengolahan Air Limbah atau Sewage Treatment Plant (STP). Keberadaan fasilitas ini sangat penting untuk menjaga sanitasi dan kesehatan lingkungan bagi para penghuni.
Kawasan huntara juga dilengkapi dengan musholla berukuran 9x13,5 meter dan tempat wudu seluas 6,6x13 meter, memastikan kebutuhan ibadah masyarakat terpenuhi. Selain itu, tersedia dapur umum seluas 8x19 meter untuk mendukung kebutuhan pangan warga. Fasilitas penunjang lainnya seperti bangunan toren, drainase precast, serta sistem Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP) juga dibangun untuk menjamin kenyamanan dan fungsionalitas hunian.
Waskita Karya juga membangun jalan pedestrian dan jalan akses di kawasan huntara untuk memastikan konektivitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik. Infrastruktur jalan yang memadai ini sangat krusial untuk mobilitas warga dan penyaluran bantuan. Semua fasilitas ini dirancang untuk menciptakan lingkungan hunian sementara yang komprehensif dan mendukung kehidupan sehari-hari.
Ekspansi Pembangunan dan Komitmen Jangka Panjang
Komitmen Waskita Karya dalam mengawal pemulihan kawasan terdampak bencana tidak hanya terbatas di Aceh Tamiang. Perusahaan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat, daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk membangkitkan wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik dalam penanganan pascabencana.
Saat ini, Waskita juga tengah mengerjakan pembangunan huntara di kawasan Aceh Utara, meliputi Simpang Tiga, Tanjong Dalam Selatan, dan Leuobok Meuku. Rencananya, sebanyak 314 rumah hunian akan dibangun di lokasi-lokasi tersebut. Pembangunan ini bertujuan menyediakan tempat tinggal layak bagi masyarakat selama masa darurat pascabencana.
Muhammad Hanugroho menyampaikan harapannya agar seluruh warga yang terkena bencana dapat segera pulih dan menata kembali hidup mereka. Ia menegaskan bahwa duka akibat bencana ini bukan hanya milik Aceh atau Sumatra, tetapi dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Pernyataan ini mencerminkan solidaritas nasional dalam menghadapi musibah.
Sumber: AntaraNews