Trivia: Kolang-Kaling Ekspor Perdana Sumsel ke Thailand Capai 19,7 Ton, BKHIT Jamin Kualitasnya
Balai Karantina Indonesia (BKHIT) Sumsel berhasil mensertifikasi 19,7 ton Kolang-Kaling Ekspor perdana ke Thailand, membuka peluang baru bagi produk lokal di pasar global.
Sebanyak 19,7 ton kolang-kaling dari Sumatera Selatan berhasil menembus pasar internasional, menandai ekspor perdana komoditas ini ke Thailand. Proses sertifikasi ketat telah dilakukan oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan.
Pengiriman perdana kolang-kaling ekspor ini berlangsung pada bulan September ini melalui Pelabuhan Boom Baru, Palembang. Langkah ini diharapkan dapat membuka keran ekspor lebih lanjut bagi produk-produk lokal Sumatera Selatan ke berbagai negara.
Kepala BKHIT Sumsel, Sri Endah Ekandari, menyatakan bahwa sertifikasi ini merupakan yang pertama kali untuk kolang-kaling dari daerah tersebut. Pihaknya berharap volume ekspor akan terus meningkat di masa mendatang.
Terobosan Baru Kolang-Kaling Sumsel di Pasar Internasional
Ekspor perdana 19,7 ton kolang-kaling dari Sumatera Selatan ke Thailand menjadi tonggak sejarah penting bagi sektor pertanian dan perdagangan daerah. Komoditas yang terbuat dari biji buah aren muda ini kini memiliki kesempatan bersaing di kancah global.
Sri Endah Ekandari, Kepala BKHIT Sumsel, mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian ini. "Sertifikasi kolang-kaling dari daerah ini merupakan yang pertama kali, diharapkan ekspornya bisa berlanjut dengan jumlah yang lebih banyak," ujarnya di Palembang.
Pencapaian ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi kolang-kaling, tetapi juga memperkuat citra Sumatera Selatan sebagai produsen komoditas berkualitas. Diharapkan, keberhasilan ekspor kolang-kaling ini akan memicu komoditas lokal lainnya untuk mengikuti jejak yang sama.
Proses Sertifikasi Ketat Jamin Kualitas Ekspor
Untuk memastikan kolang-kaling ekspor memenuhi standar internasional, BKHIT Sumsel menerapkan prosedur sertifikasi yang ketat. Proses ini meliputi pemeriksaan dokumen dan fisik sesuai persyaratan negara tujuan, yaitu Thailand.
Sertifikat fitosanitari (phytosanitary certificate) yang diterbitkan oleh BKHIT Sumsel menjadi bukti bahwa komoditas telah memenuhi persyaratan kesehatan karantina dan keamanan pangan. Ini adalah jaminan penting bagi importir dan konsumen di Thailand.
Rangkaian tindakan karantina dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan fisik produk, pengujian laboratorium, hingga akhirnya penerbitan sertifikat. Peran Karantina Indonesia sangat vital dalam memastikan produk makanan kenyal berwarna putih transparan ini aman untuk dikonsumsi dan bebas dari hama penyakit.
Dukungan Penuh untuk Peningkatan Ekspor Komoditas Lokal
Ekspor kolang-kaling perdana melalui Pelabuhan Peti Kemas Boom Baru Palembang ini diharapkan dapat memperkuat peran Sumatera Selatan sebagai pintu gerbang perdagangan internasional. Lokasi strategis pelabuhan ini mendukung kelancaran distribusi produk lokal ke pasar global.
BKHIT Sumsel berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak guna mendukung kelancaran ekspor. Ini mencakup komoditas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya dari 17 kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Dengan adanya kerja sama yang solid antar seluruh pemangku kepentingan, diharapkan semakin banyak produk unggulan dari Sumatera Selatan yang mampu bersaing di pasar internasional. Sri Endah menekankan pentingnya kolaborasi untuk mencapai tujuan ini.
Sumber: AntaraNews