Tahukah Anda Lebih dari Separuh Target? Penyaluran Jagung SPHP Bulog Sumut ke Peternak Telur Capai 58 Persen
Perum Bulog Sumut berhasil menyalurkan 58 persen dari target Penyaluran Jagung SPHP kepada peternak ayam telur mandiri, mencapai 816 ton. Bagaimana dampaknya terhadap harga telur?
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) telah mengumumkan capaian signifikan dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penyaluran jagung SPHP kepada peternak ayam telur mandiri di wilayah tersebut telah mencapai 58 persen dari target yang ditetapkan.
Hingga saat ini, sebanyak 816 ton jagung SPHP telah disalurkan dari total target 1.418 ton. Program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya bagi sektor peternakan telur yang vital di Sumatera Utara.
Penyaluran ini merupakan amanah dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan ditujukan kepada 20 peternak ayam telur mandiri. Proses distribusi dilakukan secara bertahap di beberapa kabupaten utama di Sumut.
Detail Capaian Penyaluran Jagung SPHP
Penyaluran jagung SPHP oleh Bulog Sumut menunjukkan progres yang menggembirakan dengan pencapaian 58 persen dari total target. Budi Cahyanto, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, menjelaskan bahwa 816 ton jagung telah didistribusikan kepada peternak.
Target keseluruhan penyaluran jagung ini adalah 1.418 ton, yang menandakan bahwa lebih dari separuh target telah terpenuhi. Program ini secara spesifik menyasar peternak telur mandiri di beberapa kabupaten.
Kabupaten yang menjadi fokus penyaluran jagung SPHP meliputi Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Simalungun, dan Asahan. Seluruh peternak yang terdaftar telah mengambil jagung secara bertahap sesuai jadwal yang ditentukan.
Program penyaluran jagung SPHP ini direncanakan akan berlanjut hingga 31 Oktober 2025. Bulog Sumut mengimbau para peternak untuk terus memanfaatkan program ini jika pasokan jagung mereka habis.
Kualitas dan Harga Jagung Pakan SPHP
Jagung pakan yang disalurkan dalam program SPHP ini memiliki standar kualitas yang telah ditetapkan. Bulog Sumut memastikan bahwa jagung yang didistribusikan adalah Jagung Pipil Kering (JPK).
Kualitas jagung ini ditandai dengan kadar air (KA) maksimal 14 persen dan kandungan aflatoxin maksimal 50 ppB. Standar ini penting untuk menjaga kesehatan ternak dan kualitas telur yang dihasilkan.
Harga jagung SPHP yang disalurkan kepada peternak ayam telur mandiri adalah Rp5.000 per kilogram. Jagung ini dikemas dalam karung berukuran 50 kilogram netto, memudahkan peternak dalam pengelolaan pasokan.
Setelah periode penyaluran jagung SPHP ini, Bulog akan melakukan evaluasi terhadap harga telur di pasar. Hal ini untuk memastikan bahwa program ini memberikan dampak positif terhadap stabilisasi harga pangan.
Ketersediaan Stok dan Upaya Penyerapan Jagung
Perum Bulog Sumut menegaskan bahwa stok jagung SPHP untuk program ini masih sangat memadai. Saat ini, Bulog Sumut memiliki cadangan jagung sebanyak 2.300 ton.
Jumlah stok ini jauh melebihi target penyaluran awal, memberikan jaminan ketersediaan bagi peternak. Bulog juga terus melakukan penyerapan jagung secara berkala dari petani lokal.
Penyerapan jagung ini dilakukan di berbagai wilayah penghasil jagung di Sumatera Utara, seperti Kabupaten Karo, Simalungun, dan Kota Padangsidimpuan. Langkah ini tidak hanya menjaga stok, tetapi juga mendukung petani jagung lokal.
Dengan ketersediaan stok yang kuat dan upaya penyerapan yang berkelanjutan, Bulog Sumut berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan jagung. Hal ini krusial untuk mendukung keberlanjutan usaha peternak telur mandiri di daerah tersebut.
Sumber: AntaraNews