Kapitalisasi Pasar Saham Tembus Rp15.560 Triliun, Transaksi Harian Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Tercermin dari indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir Oktober 2025 yang ditutup di level 8.163, atau naik 1,28 persen secara bulanan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja pasar saham Indonesia hingga akhir Oktober 2025 yang mencatat sejumlah rekor. Mulai dari kapitalisasi pasar tembus Rp15.560 triliun, dan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan bahwa pasar modal Indonesia terus menunjukan tren positif pada bulan lalu. Didukung oleh membaiknya sentimen global dan terjaganya kinerja perekonomian domestik.
Tercermin dari indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir Oktober 2025 yang ditutup di level 8.163, atau naik 1,28 persen secara bulanan dan meroket 15,31 persen secara tahunan (YoY).
"IHSG maupun nilai kapitalisasi pasar saham pada periode tersebut sempat mencatat posisi all time high, di mana IHSG mencapai level 8.274,34 pada 23 Oktober 2025 dan kapitalisasi pasar mencapai Rp15.560 triliun pada 10 Oktober 2025," jelasnya, Jumat (7/11).
Likuiditas Transaksi Saham
Likuiditas transaksi saham juga terpantau melanjutkan peningkatan. Terlihat dari rata-rata nilai transaksi harian atau RNTH saham pada Oktober 2025, yang membukukan rekor all time high dengan nilai Rp25,06 triliun.
"Adapun secara year to date per akhir Oktober 2025, RNTH saham tercatat sebesar Rp16,62 triliun, meningkat dibandingkan angka RNTH 2024 yang hanya mencapai Rp12,85 triliun," terang Inarno.
"Peningkatan nilai RNTH tersebut turut dikontribusikan oleh investor individu domestik," tambah Inarno.
Modal Asing Masuk dan Keluar
Sejalan dengan arah penguatan pasar tersebut, investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) di pasar saham domestik senilai Rp12,96 triliun (month to month) di Oktober 2025. Namun, arus keluar modal investor asing mencapai Rp41,79 triliun.
Di sisi lain, pasar obligasi dalam negeri juga melanjutkan kinerja positif dengan indeks komposit (ICBI) meningkat 2,02 persen secara bulanan, atau 11,55 persen year to date ke level 438,03.
Sementara di industri pengelolaan investasi per 30 Oktober 2025, nilai asset under management atau AUM tercatat sebesar Rp 969 triliun. Meningkat 4,98 persen month to month atau 15,72 persen year to date.