IHSG Masih Tertahan, Investor Menanti Arah BI Rate
Menjelang pengumuman BI Rate, pasar saham biasanya mengadopsi sikap defensif.
Menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 19-20 Mei 2026, para pelaku pasar sedang menunggu keputusan terkait kebijakan suku bunga acuan BI. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan bahwa BI akan mempertahankan BI Rate di angka 4,75% untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan dari faktor eksternal.
"Para pelaku pasar cenderung mengambil posisi defensif sambil mencermati langkah intervensi BI menjelang pengumuman BI-Rate pada Rabu, 20 Mei 2026," ungkap Analis Pasar Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, kepada Liputan6.com pada Selasa (19/5/2026).
Harapan untuk penahanan suku bunga tersebut dianggap dapat memberikan dukungan sementara bagi pasar saham domestik. Namun, potensi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan terbatas jika tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan arus keluar modal asing belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ia memperkirakan bahwa BI akan tetap menjaga suku bunga demi stabilitas rupiah. Selain itu, sikap wait and see diperkirakan akan tetap mendominasi aktivitas perdagangan hingga pengumuman resmi BI Rate pada Rabu, 20 Mei 2026.
"Diperkirakan BI akan menahan BI-Rate pada 4,75% demi menjaga stabilitas Rupiah," tutupnya.
BI Rate akan Tetap Dipertahankan Selama Empat Bulan
Mulai Januari hingga April 2026, Bank Indonesia mengambil keputusan untuk mempertahankan BI-Rate pada level 4,75%, suku bunga Deposit Facility di angka 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Keputusan ini sejalan dengan kebijakan yang berfokus pada upaya stabilisasi nilai tukar Rupiah, terutama menghadapi meningkatnya ketidakpastian global, guna mendukung pencapaian sasaran inflasi untuk tahun 2026-2027 serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Di masa mendatang, Bank Indonesia berencana untuk terus memperkuat efektivitas dari transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan langkah-langkah makroprudensial yang telah diambil sebelumnya. Selain itu, mereka juga akan terus memantau potensi penurunan lebih lanjut pada suku bunga BI-Rate, dengan memperhatikan prakiraan inflasi yang terkendali dalam target 2,51% untuk tahun 2026-2027, serta berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.