IHSG Diproyeksikan Tembus Level 9.083 pada Kamis 15 Januari 2026, Simak Faktornya Berikut Ii
IHSG pada hari Rabu (14/1) ditutup menguat pada level 9.032,58 (+0.94%).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak dikisaran level 8.971 dan resistance pada level 9.083 dengan kecenderungan menguat.
"Pada pagi ini (saat laporan ini dibuat), mayoritas menguat. Seperti Indeks Nikkei 225 menguat +1.48% dan Indeks Kospi menguat +0.65%. Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 8.971 dan resistance pada level 9.083 dengan kecenderungan menguat," kata Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada dalam keterangannya, Kamis (15/1).
Reza mengatakan bahwa IHSG pada hari Rabu (14/1) ditutup menguat pada level 9.032,58 (+0.94%). Penguatan dipimpin oleh saham-saham sektor Consumer Cyclicals (+3.21%) dan Infrastructures (+2.21%).
Sementara itu, asing membukukan net buy sebesar Rp 1,1 Triliun di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dibeli seperti ARCI, INCO, ANTM, BREN, dan TLKM. Sentimen positif disebabkan naiknya harga komoditas logam dan metal dunia, ditengah pelemahan Rupiah terhadap Dollar AS.
Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk white spinning top, masih di atas MA5 dan MA20, indikator MACD golden cross.
"Dengan demikian, kami proyeksikan hari ini IHSG akan mengalami penguatan. Berikut saham pilihan hari ini BUMI, BBYB, INDF, dan WIIM," ujarnya.
Sementara itu, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas melemah. Sentimen negatif disebabkan oleh kekhawatiran atas usulan Presiden AS Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit, yang menurut para eksekutif JPMorgan dapat menekan konsumen dan merugikan keuntungan sektor keuangan.
Rupiah Menguat Waspada Potensi Profit Taking
Sebelumnya, Reza mengatakan bahwa penguatan nilai tukar rupiah juga menjadi katalis tambahan bagi pasar saham. Ua menjelaskan, rupiah yang kembali menguat dengan memanfaatkan kenaikan yen terhadap dolar AS direspons positif oleh pelaku pasar dan berimbas pada kenaikan IHSG.
"Pergerakan Rupiah yang mampu kembali menguat dengan memanfaatkan kenaikan Yen terhadap USD tampaknya juga direspon positif pelaku pasar sehingga berimbas pada kenaikan IHSG," ujarnya.
Ke depan, ia mengingatkan pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada aliran sentimen yang berkembang. Setelah menyentuh level tertinggi baru, potensi koreksi dinilai wajar terjadi dan bisa dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan profit taking, terutama jika muncul kabar negatif yang cukup signifikan.
Kinerja Perdagangan Saham
Adapun pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.049,29 dan level terendah 8.979,60. Sebanyak 440 saham menguat sehingga angkat IHSG. 250 saham melemah dan 128 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 3.430.903 kali dengan volume perdagangan 64,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 29,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.852. Kapitalisasi pasar BEI tercatat Rp 16.429 triliun.
Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham consumer mencatat kenaikan 3,21%, dan catat lonjakan terbesar. Sektor saham infrastruktur meroket 2,21%, sektor saham industri bertambah 1,97%.
Lalu sektor saham energi mendaki 1,73%, sektor saham basic melesat 1,26%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,1%. Selain itu, sektor saham kesehatan bertambah 1,24%, sektor saham keuangan melesat 0,63%, sektor saham properti melompat 1,58%. Lalu sektor saham teknologi menguat 0,50% dan sektor saham transportasi bertambah 1,62%.