Defisit APBN 2025 Berpotensi Melebar, Menkeu Purbaya Jamin Stabilitas Ekonomi
Meskipun defisit APBN 2025 berpotensi melebar akibat perlambatan ekonomi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin pergerakan ekonomi tetap aman dan terkendali.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan mengganggu pergerakan kinerja ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan seusai Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (02/1).
Pelebaran defisit APBN 2025 ini diperkirakan terjadi akibat perlambatan ekonomi yang terjadi pada tahun sebelumnya, sehingga mempengaruhi target penerimaan negara. Target defisit yang sebelumnya 2,53 persen terhadap PDB kini dikoreksi menjadi 2,78 persen.
Meskipun demikian, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah telah menjalankan berbagai upaya pemulihan ekonomi. Dia menjamin defisit APBN akan tetap berada di bawah ambang batas undang-undang sebesar 3 persen.
Proyeksi Defisit APBN 2025 dan Faktor Pemicunya
Defisit APBN 2025 mengalami koreksi dari target awal 2,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 2,78 persen PDB. Kenaikan proyeksi defisit ini mempertimbangkan realisasi penerimaan negara yang bergerak melambat dari target yang telah ditetapkan.
Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa perlambatan ekonomi yang terjadi pada tahun sebelumnya menjadi pemicu utama perkiraan pelebaran defisit ini. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kemampuan negara dalam mengumpulkan pendapatan.
Sebagai perbandingan, realisasi terakhir yang dilaporkan oleh Kementerian Keuangan menunjukkan defisit APBN berada pada level 2,35 persen terhadap PDB per 30 November 2025. Angka ini setara dengan nilai sebesar Rp560,3 triliun.
Realisasi Anggaran dan Pendapatan Negara Terkini
Per 30 November 2025, pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.351,5 triliun. Angka ini merepresentasikan 82,1 persen dari proyeksi (outlook) APBN tahun ini yang sebesar Rp2.865,5 triliun.
Di sisi lain, belanja negara telah terealisasi sebesar Rp2.911,8 triliun. Jumlah ini setara dengan 82,5 persen dari proyeksi total belanja negara sebesar Rp3.527,5 triliun.
Meskipun penerimaan negara diproyeksikan bakal berada di bawah target atau mengalami shortfall, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konsisten berjanji untuk menjaga defisit APBN. Komitmen ini bertujuan agar defisit tetap di bawah ambang batas yang ditetapkan undang-undang, yaitu 3 persen.
Strategi Pemerintah Menjaga Stabilitas Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa berbagai upaya telah dijalankan untuk memulihkan kembali kinerja ekonomi nasional. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menstabilkan kondisi fiskal negara.
Seiring dengan membaiknya perekonomian, Purbaya Yudhi Sadewa menjamin bahwa perkembangan defisit APBN ke depan akan semakin terkendali. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada sektor keuangan.
Peningkatan kinerja ekonomi juga diproyeksikan akan berdampak pada keuntungan perusahaan yang lebih baik, yang pada gilirannya akan diterjemahkan ke harga saham lebih tinggi. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan gerak ekonomi tetap aman dan produktif.
Sumber: AntaraNews