5 Cara Bertahan Setelah PHK di Tahun 2025
Tahun 2025 menjadi tahun terburuk setelah pandemi dalam hal pemutusan hubungan kerja.
Ilustrasi PHK atau Berhenti Kerja. Foto: Unsplash/ Scott Graham
(@ 2023 merdeka.com)Di tengah badai PHK yang melana berbagai perusahaan di Indonesia, pesan masuk atau rapat mendadak dari HRD bisa memicu kecemasan luar biasa. Bisa jadi, pemanggilan Anda oleh HRD sebagai bentuk pemberitahuan bahwa Anda menjadi "peserta" badai PHK selanjutnya di perusahaan.
Setelah Waktu pemberhentian telah ditentukan, maka akan hilang akses fasilitas kantor, lencana keamanan, dan visibilitas di Slack, segala dedikasi dan komitmen yang telah Anda berikan seolah lenyap begitu saja. Saat itulah Anda menyadari kenyataan pahit: Anda hanyalah beban biaya yang harus dipangkas.
Jika hal ini baru-baru ini terjadi pada Anda, Anda tidak sendirian. Tahun 2025 menjadi tahun terburuk setelah pandemi dalam hal pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurut laporan dari Forbes, Februari 2025 mencatatkan angka PHK terbesar dibandingkan bulan lainnya sejak Juli 2020. "Perusahaan-perusahaan yang berbasis di AS mengumumkan 172.017 pemutusan hubungan kerja pada Februari, jumlah tertinggi untuk bulan tersebut sejak 2009," tulis Forbes.
"Lebih dari sepertiga (sekitar 62.000) pemutusan hubungan kerja terjadi di posisi pemerintah federal," lanjut laporan tersebut.
Dengan ribuan pekerja yang menghadapi nasib serupa, persaingan di pasar kerja semakin ketat, apalagi dengan tingkat pengangguran AS yang mencapai 4,1% pada laporan pekerjaan bulan lalu.
Berikut yang bisa dilakukan untuk tetap bertahan usai terdampak PHK.
Bangun Jaring Pengaman
Tidak ada pekerjaan yang benar-benar aman, tidak peduli seberapa aman kelihatannya. Bahkan pekerjaan di sektor pemerintah yang dulu dianggap lebih terjamin, kini ikut terpengaruh. Terlepas dari keterikatan emosional Anda dengan tim, klien, atau perusahaan, kenyataannya, atasan Anda adalah entitas bisnis, bukan keluarga.
Ketika inisiatif lain seperti pemotongan biaya atau pergeseran prioritas diambil, peran Anda bisa dengan mudah dipangkas, atau gaji Anda dikurangi. Karena restrukturisasi sering terjadi, PHK dalam karier Anda bukan lagi masalah "apakah," tetapi "kapan."
Perbedaan antara mereka yang paling terpukul dan yang bangkit dengan cepat terletak pada persiapan.
Para profesional yang sukses tidak menunggu kabar buruk datang sebelum berpikir di luar pekerjaan utama mereka. Mereka mempersiapkan diri jauh sebelum dibutuhkan dengan membangun jaring pengaman karier.
Jaring pengaman itu bisa berupa:
Mempelajari keterampilan yang banyak dibutuhkan dan menghasilkan pendapatan tinggi, sambil tetap bekerja di posisi yang tampak aman. Teruslah mengupdate diri dengan perkembangan industri Anda, perbanyak pengetahuan dan tingkatkan keterampilan. Bangun portofolio dan aktif di LinkedIn, berbagi pengetahuan tanpa ragu. Proaktif dalam membangun jaringan industri Anda.
Gunakan semua persiapan ini untuk menciptakan beberapa aliran pendapatan—melalui pekerjaan sampingan, freelancing, konsultasi, atau memulai bisnis kecil dengan mitra yang terpercaya. Bahkan pekerjaan sampingan atau freelance bisa berkembang menjadi karier penuh waktu jika Anda bekerja keras dan memasarkan diri dengan baik.
Dan terakhir, buat anggaran dengan bijak dan tabung sebanyak mungkin agar Anda memiliki dana cadangan, sehingga tidak perlu panik tentang pembayaran tunjangan pengangguran atau kapan pembayaran tersebut akan habis.
Negosiasikan Paket Pesangon
Banyak karyawan yang menerima paket pesangon tanpa berpikir panjang, padahal Anda bisa kehilangan banyak jika tidak menegosiasikannya. Sebelum menandatangani, luangkan waktu untuk memeriksa dengan teliti semua komponen dalam paket pesangon bukan hanya gaji.
Pahami hak-hak Anda secara hukum dan lihat apakah mungkin untuk menegosiasikan perpanjangan bulan gaji atau menambah bagian lain dalam paket seperti asuransi kesehatan, PTO (cuti berbayar), opsi saham, bahkan layanan penempatan kerja untuk membantu Anda mencari pekerjaan baru (tidak semua perusahaan menawarkan ini).
Dapatkan Referensi yang Kuat Sebelum Keluar
Sebelum meninggalkan pekerjaan, pastikan manajer Anda (dan manajemen senior jika Anda memiliki hubungan baik dengan mereka) memberikan rekomendasi di profil LinkedIn Anda. Referensi yang baik dari atasan sebelumnya akan sangat membantu dalam menunjukkan etos kerja Anda dan hasil yang telah Anda capai.
Jika atasan Anda juga terkena PHK, tawarkan untuk memberikan rekomendasi untuk mereka juga.
Ajukan Tunjangan Pengangguran Sesegera Mungkin
Asuransi pengangguran ada untuk mendukung pekerja sementara setelah mereka kehilangan pekerjaan tanpa kesalahan mereka sendiri. Jadi jangan menunda langkah ini, atau mungkin akan ada penundaan dalam penerimaannya. Begitu Anda mengetahui bahwa Anda akan diberhentikan, ajukan permohonan tunjangan pengangguran di negara bagian Anda sebaiknya tidak lebih dari seminggu setelah diberhentikan. Periksa persyaratan negara bagian Anda secara online.
Sesuaikan Pendekatan Anda
Banyak orang panik dan langsung melamar pekerjaan begitu mereka diberhentikan. Mereka menekan "lamar mudah" untuk ratusan pekerjaan setiap minggu, mengirimkan resume ke pekerjaan mana pun yang muncul, tanpa membaca secara seksama deskripsi pekerjaan, profil perusahaan, atau mencari cara untuk menghubungi manajer perekrutan.
Alih-alih mengikuti cara ini, lebih baik jika Anda melamar 10 pekerjaan dengan pendekatan yang lebih strategis. Sesuaikan resume untuk setiap posisi, lakukan kontak pribadi dengan perekrut, dan bicarakan langsung dengan karyawan atau manajer perekrutan. Jangan sembarangan melamar tanpa tujuan yang jelas.
Mengambil pendekatan yang lebih terarah dalam memilih perekrut yang bekerja sama dengan Anda akan lebih menguntungkan dibandingkan mengirimkan resume secara sembarangan.
Selain itu, jangan lupakan pentingnya waktu untuk diri sendiri dan kesejahteraan Anda. Hadapi perasaan Anda, luangkan waktu untuk merawat diri, dan habiskan waktu bersama keluarga atau orang terdekat.
Meskipun kehilangan pekerjaan bisa terasa sangat berat, dengan persiapan dan sikap yang tepat, Anda dapat menjadikannya sebagai kesempatan untuk menemukan peluang baru yang lebih baik.