Jebolan ITB Hitung Rumus Fisika Suara Rakyat ke DPR: Perlu 1 Miliar Orang agar Terdengar
Apakah suara rakyat benar-benar terdengar oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)?
Seorang alumni Magister Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB), Alif Hijriah (29), membagikan perhitungan menarik menggunakan rumus fisika dan matematika untuk menjawab pertanyaan publik.
Apakah suara rakyat benar-benar terdengar oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)? Hal itu dibongkar oleh Alif, dalam akun video Tik Tok aliftowew, yang dikutip, Selasa (2/9).
Melalui sebuah video penjelasan yang viral di media sosial, Alif memaparkan bahwa suara teriakan massa demonstrasi di depan gerbang DPR kemungkinan besar tidak terdengar oleh para anggota dewan di dalam gedung. Hal itu ia buktikan secara ilmiah menggunakan rumus Taraf Intensitas Bunyi.
Simulasi Fisika: Suara Demonstran vs Kedap Gedung
Alif menjelaskan bahwa jarak dari gerbang DPR RI ke gedung utama sekitar 446 meter. Ia mengasumsikan satu orang berteriak memiliki intensitas suara sekitar 90 desibel (dB). Ketika ada sekitar 1.000 orang berteriak bersamaan, intensitasnya bisa mencapai 120 dB.
Namun, karena adanya jarak dan berbagai bentuk peredaman (seperti dinding gedung dan kaca), suara itu mengalami penurunan drastis. Menurut perhitungannya:
Reduksi karena jarak: -53 dB
Reduksi dari bangunan gedung: -60 dB
Reduksi dari kaca jendela: -30 dB
Total suara yang sampai ke dalam gedung: Hanya sekitar 30 dB, setara dengan suara AC menyala atau bisikan halus.
"Kalau pakai sound system atau ‘sound horang’, intensitasnya bisa 135 dB. Tapi tetap saja, yang sampai ke dalam gedung cuma 45 dB—itu pun seperti orang bicara pelan," ujar Alif.
Perlu 1 Miliar Orang untuk Suara Terdengar
Ia juga menyampaikan, untuk mencapai tingkat kebisingan 90 dB di dalam gedung yang setara dengan orang berteriak di dekat telinga maka dibutuhkan suara dari luar sebesar 180 dB. Itu setara dengan suara peluncuran roket SpaceX dari jarak dekat.
"Kalau dihitung pakai rumus, maka perlu sekitar 1 miliar orang berteriak bersamaan agar suara bisa benar-benar terdengar ke dalam gedung DPR dari jarak 446 meter," jelas Alif.
Bandingkan dengan Gedung Parlemen di Negara Lain
Sebagai perbandingan, Alif menunjukkan bagaimana di beberapa negara seperti Spanyol, Rusia, dan Hungaria, gedung parlemen berada sangat dekat dengan jalan umum tanpa pagar tinggi dan jarak jauh.
"Hanya beberapa meter saja dari jalan raya, jadi rakyat bisa langsung menyampaikan aspirasi tanpa terhalang," ujarnya.
Alif menyentil soal desain fisik gedung DPR yang menurutnya mencerminkan jarak baik secara harfiah maupun simbolik antara rakyat dan wakilnya.
"Jadi bukan cuma suara yang nggak terdengar karena reduksi fisika, tapi juga bisa jadi karena adanya jarak secara sosial dan politik," katanya.